Assalamualaikum wr. wb.
Gue pengen curcol dikit. Oke gue tau ini tolol, guna blog pribadi apalagi sih? Tapi kali ini gue amat attached men. Sumpah. Gapenah harapan gue setinggi ini. I even almost went to second base with her. Kita pernah gasengaja bobo barengan waktu lagi baring dan nyetel Cayman Islands. Walaupun cuma setengah jam, itu tigapuluh menit ketidaksadaran paling epic dalam hidup gue. Berasa punya istri slm setengah jam ha-_-
Yang lebih tolol lagi, sebenernya adalah bahwa gue pernah duakali berusaha ngambil take soal cinta. Gue pernah ngebahas soal Apa Itu Cinta lewat note fb dengan alias Jepang gue abang Himaru Ookami. Note formal kampret. Abis itu blog post lalu judulnya Cinta??? dan gue bahas dengan nyaris alay atas nama gue.
Serius sebenernya cinta itu apa ya? Iman gue runtuh. Akal gue runtuh. Muka gue runtuh (note: gue masih ganteng ekstrim^^). Rumah gue runtuh #iniboong. She destroyed all I've known about love. She brought a whole new light, perspective, perception, and definition. Pernah ngalamin ngga? Dimana hidup lo sempurna lo gamau sedikitpun berubah?
Kemaren tanggal 20, kita tujuhbulanan. Kita tinggal bisa berdoa suatu saat nanti itu berubah jadi tujuhtahunan. Atau semoga banget lebih.
Sebenernya though, above all, yang paling tolol adalah lo ngebaca sampah ini. Pislopengawl:3
Jadi…cinta itu apa?
Wass. wr. wb.
-Alfi
Butret.....akhirnya jadi juga blog pribadi gue. udah lama bgt ngimpiin, ngerencanain, di spooring, balancing...alah embel2 amat dah. ga perlu gw sebutin satu2, kan??? gw bkal pke bhs sehari2 en bhs SMS nasional en interlokal, maklum yeeeh.....
Showing posts with label temen. Show all posts
Showing posts with label temen. Show all posts
Friday, September 21, 2012
I Am Back, Peasants
Assalamualaikum wr. wb.
So I was blogwalking blog cewek gue, alyshadandunia.blogspot.com.
Sumpah, gue ngakak terus bacanya.
Dia pernah bilang ke gue kalo blognya sekarang jadi batcave idenya dia, makanya judulnya The Project Room. Buat latihan jadi jurnalis sesuai impian dia.
Dan gosh, betapa gue sadar akan ketidakupdatean gue.
So. Just to catch up. Dalam absensi gue di dunia maya, inilah yang telah dan sedang berlalu:
- Yang paling penting, pastinya, adalah GUE PINDAH RUMAH. Man, it was no easy job.
- Yang penting kedua adalah DI RUMAH BARU GUE GAK ADA INTERNET. Provider internet belom ada yg cukup baik utk nanem kabel ke komplek. Nice.
- Ini gakpenting. Curcol aja sih. Hubungan gue sama cewek gue naik turun. Alhamdulillah sekarang lagi naik. Naudhubillah turunnya ketaikampret.
- Cerpen2 yang bakal gue post di HITAM gue reshuffle. Akhirnya yang fix jadinya baru AI Untuk Aisha, Bah, Bayang Imajiner (baru, ide temen gue nih), sama Perahu Kertas (bukan novel Dee. Dan bukan plagiat, plisparah jangan suuzon sama gue!). Tiga lagi menyusul!
- Gue lagi seneng ngomong 'fuck'. Jangan dicontoh.
- Gue lagi gila Assassin's Creed. Ideologi utama mereka, maxim 'Laysahanakmaahu shahih, fakul shay' mubah' alias 'Nothing is true, everything is permitted' bener2 gue puja. Mitologi mereka bikinan Ubisoft sinting, men. Lainkali gue mau bikin review buat yang br mau terbit, Assassin's Creed III sama novelnya Assassin's Creed: Forsaken.
- Gue mau bikin jaket Assassin modern yeay \:D/
- I'm back in Whatsapp. Skip this kalo lo gapunya nomer hape gue.
- Gue lagi ngerjain fanmade game baru lagi, Assassin's Creed: Descent sama Descent Arena. Kapan2 gue detil lagi.
- Film Amnesia bener2 bakal jatoh jurang. Sepertinya fix batal.
- Gue masuk kelas XI IPS. Jangan tanya.
- Nilai ulangan PKn gue lebih bikin nangis daripada semangkok bawang. Nggak mungkin ada yang tahan. Gue berasa superhuman nggak nangis ngeliatnya.
- Gue merasa bahwa semesta SMAN 28 Jakarta dari berbagai aspek sedang berkonspirasi berusaha bikin gue nangis2 ke pacar gue minta temenin bobo garagara gaada temen.
- Senar E string gue putus. Gue ganti lagi ke nylon nyang bekas kemaren. Kenapa jadi cempreng banget ya? Kayanya dulu nylon gue bunyinya macho deh.
- Gue nemu pun yang epic abis: "A girl is like a werewolf. They become a monster once a month." sama "A married woman is like a vampire. They suck your blood out for a lifetime." peace out, ladies.
- Gue lagi demen nulis lagu metal galau. Band alias yang gue pake buat nulis namanya Overthrown.
- Jokowi menang pilkada. #okesip
- Gue punya alias baru buat ngebolang. My name is Arjuna Sahana Pravara Wijaya. Panggil aja Arjuna ato Juna:)
- Ternyata Andi Tenri Batari (Tari) kenal sama Andiwns. Mampus gue.
- Ide lagu lama gue yg dulu cuma reff doang dan berjudul Suicide udah gue selesein dan gue relabel jadi Injury. Band alias yg gue pake masih Overthrown.
- Cewek gue berhasil kabur dari jerat pidana. (re: 'KAMPREET!!' @alyshadandunia.blogspot.com)
- Lagi ngidem Cleo alfamart yang duarebuan. Mayan bro, murah juga buat level Cleo.
- Rumah baru gue masih di negeri amtah berantah. Jalan di luar kompleknya selebar duameter dan ngebuat setiap pejalan kaki di pinggirnya paranoid dengan absennya trotoar yang LAYAK. Gue diklakson sama APV orang udah countless times sekarang-_-
- Akhirnya gue menemukan bakat gue: bikin orang sakit kepala dan membuat apapun yang gue gambar nampak jahat.
- Gue lagi psycho. Bukan, bukan Psy yang Gangnam Style sama Cho Chang mantannya Harpot. Psycho like psikopatogenik. Tapi tenang, gue masih muntah sederes kali ciliwung kalo nonton The Human Centipede kok.
- Tangan basah sialan gue telah didiagnosa. Cuma Hiperhidrosis. Gue setengah lega setengah kecewa. Lega karena bukan penyakit serius. Kecewa karena sekarang gue gak bisa ngeles punya kelainan jantung.
- Gue didiagnosa dua orang punya penyakit jiwa. Hai:)
- Omong2 penyakit jiwa, baru siang ini tadi waktu gue berangkat ngapelin cewek gue, gue ketemu dan diminta sama orgil ngebayarin angkotnya. Kampret-_-
- Gue lagi suka Rise Against. Band indie paling kece yang pernah gue tau.
- Gue ngebikin teori yang bakal bikin gue dirajam mampus sama theis-theis Indonesia. Or perhaps dunia. Gue sebarkan ke orang-orang tertentu dulu aja deh.
- I'm feeling like an agnocist.
- Dengan terdownloadnya Blogger app di hape gue, akhirnya gue bisa mulai gila blogging lagi.
- Doakan gue bro. The best/worst is yet to come.
Ciao!
Wass. wr. wb.
-Alfi
So I was blogwalking blog cewek gue, alyshadandunia.blogspot.com.
Sumpah, gue ngakak terus bacanya.
Dia pernah bilang ke gue kalo blognya sekarang jadi batcave idenya dia, makanya judulnya The Project Room. Buat latihan jadi jurnalis sesuai impian dia.
Dan gosh, betapa gue sadar akan ketidakupdatean gue.
So. Just to catch up. Dalam absensi gue di dunia maya, inilah yang telah dan sedang berlalu:
- Yang paling penting, pastinya, adalah GUE PINDAH RUMAH. Man, it was no easy job.
- Yang penting kedua adalah DI RUMAH BARU GUE GAK ADA INTERNET. Provider internet belom ada yg cukup baik utk nanem kabel ke komplek. Nice.
- Ini gakpenting. Curcol aja sih. Hubungan gue sama cewek gue naik turun. Alhamdulillah sekarang lagi naik. Naudhubillah turunnya ketaikampret.
- Cerpen2 yang bakal gue post di HITAM gue reshuffle. Akhirnya yang fix jadinya baru AI Untuk Aisha, Bah, Bayang Imajiner (baru, ide temen gue nih), sama Perahu Kertas (bukan novel Dee. Dan bukan plagiat, plisparah jangan suuzon sama gue!). Tiga lagi menyusul!
- Gue lagi seneng ngomong 'fuck'. Jangan dicontoh.
- Gue lagi gila Assassin's Creed. Ideologi utama mereka, maxim 'Laysahanakmaahu shahih, fakul shay' mubah' alias 'Nothing is true, everything is permitted' bener2 gue puja. Mitologi mereka bikinan Ubisoft sinting, men. Lainkali gue mau bikin review buat yang br mau terbit, Assassin's Creed III sama novelnya Assassin's Creed: Forsaken.
- Gue mau bikin jaket Assassin modern yeay \:D/
- I'm back in Whatsapp. Skip this kalo lo gapunya nomer hape gue.
- Gue lagi ngerjain fanmade game baru lagi, Assassin's Creed: Descent sama Descent Arena. Kapan2 gue detil lagi.
- Film Amnesia bener2 bakal jatoh jurang. Sepertinya fix batal.
- Gue masuk kelas XI IPS. Jangan tanya.
- Nilai ulangan PKn gue lebih bikin nangis daripada semangkok bawang. Nggak mungkin ada yang tahan. Gue berasa superhuman nggak nangis ngeliatnya.
- Gue merasa bahwa semesta SMAN 28 Jakarta dari berbagai aspek sedang berkonspirasi berusaha bikin gue nangis2 ke pacar gue minta temenin bobo garagara gaada temen.
- Senar E string gue putus. Gue ganti lagi ke nylon nyang bekas kemaren. Kenapa jadi cempreng banget ya? Kayanya dulu nylon gue bunyinya macho deh.
- Gue nemu pun yang epic abis: "A girl is like a werewolf. They become a monster once a month." sama "A married woman is like a vampire. They suck your blood out for a lifetime." peace out, ladies.
- Gue lagi demen nulis lagu metal galau. Band alias yang gue pake buat nulis namanya Overthrown.
- Jokowi menang pilkada. #okesip
- Gue punya alias baru buat ngebolang. My name is Arjuna Sahana Pravara Wijaya. Panggil aja Arjuna ato Juna:)
- Ternyata Andi Tenri Batari (Tari) kenal sama Andiwns. Mampus gue.
- Ide lagu lama gue yg dulu cuma reff doang dan berjudul Suicide udah gue selesein dan gue relabel jadi Injury. Band alias yg gue pake masih Overthrown.
- Cewek gue berhasil kabur dari jerat pidana. (re: 'KAMPREET!!' @alyshadandunia.blogspot.com)
- Lagi ngidem Cleo alfamart yang duarebuan. Mayan bro, murah juga buat level Cleo.
- Rumah baru gue masih di negeri amtah berantah. Jalan di luar kompleknya selebar duameter dan ngebuat setiap pejalan kaki di pinggirnya paranoid dengan absennya trotoar yang LAYAK. Gue diklakson sama APV orang udah countless times sekarang-_-
- Akhirnya gue menemukan bakat gue: bikin orang sakit kepala dan membuat apapun yang gue gambar nampak jahat.
- Gue lagi psycho. Bukan, bukan Psy yang Gangnam Style sama Cho Chang mantannya Harpot. Psycho like psikopatogenik. Tapi tenang, gue masih muntah sederes kali ciliwung kalo nonton The Human Centipede kok.
- Tangan basah sialan gue telah didiagnosa. Cuma Hiperhidrosis. Gue setengah lega setengah kecewa. Lega karena bukan penyakit serius. Kecewa karena sekarang gue gak bisa ngeles punya kelainan jantung.
- Gue didiagnosa dua orang punya penyakit jiwa. Hai:)
- Omong2 penyakit jiwa, baru siang ini tadi waktu gue berangkat ngapelin cewek gue, gue ketemu dan diminta sama orgil ngebayarin angkotnya. Kampret-_-
- Gue lagi suka Rise Against. Band indie paling kece yang pernah gue tau.
- Gue ngebikin teori yang bakal bikin gue dirajam mampus sama theis-theis Indonesia. Or perhaps dunia. Gue sebarkan ke orang-orang tertentu dulu aja deh.
- I'm feeling like an agnocist.
- Dengan terdownloadnya Blogger app di hape gue, akhirnya gue bisa mulai gila blogging lagi.
- Doakan gue bro. The best/worst is yet to come.
Ciao!
Wass. wr. wb.
-Alfi
Saturday, May 12, 2012
Amnesia Postpone
Assalamualaikum wr. wb.
Guys, gue ada berita. Produksi Amnesia ditunda.
Gak jadi rilis tanggal 18 Mei. Pokoknya, di organisasi sinematografi berbasis kekeluargaan gue ini, lagi ada masalah dan ada baiknya gue nggak nyalain percikan api.
Di samping itu, gue udah ngebikin poster sama wallpaper baru, sekarang dengan gaya tulisan Amnesia yg beda sama ada nama main talentnya. Di bawah juga udah ada creditsnya. Terus di mata birunuya skrg ada gambar-gambar techno techno gmn gitu. Nih:
Guys, gue ada berita. Produksi Amnesia ditunda.
Gak jadi rilis tanggal 18 Mei. Pokoknya, di organisasi sinematografi berbasis kekeluargaan gue ini, lagi ada masalah dan ada baiknya gue nggak nyalain percikan api.
Di samping itu, gue udah ngebikin poster sama wallpaper baru, sekarang dengan gaya tulisan Amnesia yg beda sama ada nama main talentnya. Di bawah juga udah ada creditsnya. Terus di mata birunuya skrg ada gambar-gambar techno techno gmn gitu. Nih:
Sekarang gue tinggal bisa doa kalo film ini bakal tetep jadi. Men, ini proyek impian gue. Gue kayanya mau reshuffle tim produksinya lagi deh. In case of anything.
Setelah ini, kalo ada waktu dan izin dari YME, gue mau ngerjain lain lagi judulnya Warisan. Kapankapan gue ceritain :)
Sekian dulu. Stay positive!
Cheers,
Wass. wr. wb.
-Alfi
Amelia Sequence
Assalamualaikum wr. wb.
So. Ada di sini yang juga suka nonton serial Touch di Fox Channel?
Kalo belom tau Touch itu apa, kira-kira gini. Martin Bohm punya anak bisu autis namanya Jake. Jake ini pendiem dan nggak bolehin siapapun nyentuh dia -- bahkan bapaknya sendiri. Istri Martin, Sarah, tewas di insiden 9/11.
Jake nggak bisa bicara dan bersikap cenderung cuek dan dingin. Tapi itu karena suatu alesan: dia bisa liat setiap angka yang bekerja di dunia ini, masa lalu, kini, dan depan.
Awalnya Martin bingung soal obsesi Jake sama angka-angka ini. Tapi setelah dapet pencerahan dari Dr. Arthur Teller, seorang ahli khusus di bidang ini, dia ngerti bahwa tujuan dia sekarang biar bisa komunikasi sama anaknya adalah dengan ngikuti angka-angka anaknya dan mencegah kejadian-kejadian buruk di seluruh dunia terjadi, sekecil apapun kejadian itu.
Nah. Mulai dari episode 6, "Lost and Found", dikenalin sebuah rangkaian angka namanya Amelia Sequence. Sebelum Amelia Sequence, dulu yang jadi kunci adalah Fibonacci Series (tau kan? 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, dst.). Amelia Sequence dinamai sm Arthur demikian dari satu mantan pasiennya namanya Amelia. Ini deret angka yang dikenalin di episode 6:
So. Ada di sini yang juga suka nonton serial Touch di Fox Channel?
Kalo belom tau Touch itu apa, kira-kira gini. Martin Bohm punya anak bisu autis namanya Jake. Jake ini pendiem dan nggak bolehin siapapun nyentuh dia -- bahkan bapaknya sendiri. Istri Martin, Sarah, tewas di insiden 9/11.
Jake nggak bisa bicara dan bersikap cenderung cuek dan dingin. Tapi itu karena suatu alesan: dia bisa liat setiap angka yang bekerja di dunia ini, masa lalu, kini, dan depan.
Awalnya Martin bingung soal obsesi Jake sama angka-angka ini. Tapi setelah dapet pencerahan dari Dr. Arthur Teller, seorang ahli khusus di bidang ini, dia ngerti bahwa tujuan dia sekarang biar bisa komunikasi sama anaknya adalah dengan ngikuti angka-angka anaknya dan mencegah kejadian-kejadian buruk di seluruh dunia terjadi, sekecil apapun kejadian itu.
Nah. Mulai dari episode 6, "Lost and Found", dikenalin sebuah rangkaian angka namanya Amelia Sequence. Sebelum Amelia Sequence, dulu yang jadi kunci adalah Fibonacci Series (tau kan? 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, dst.). Amelia Sequence dinamai sm Arthur demikian dari satu mantan pasiennya namanya Amelia. Ini deret angka yang dikenalin di episode 6:
318529632879522975
Terus, di episode itu juga, nambah satu angka lagi yaitu 6.
Di episode berikutnya, nambah 4 angka: 1188. Jadi sejauh ini inilah Amelia Sequence:
31852963287952297561188
Para fans semua berspekulasi dari mana dapetnya Amelia Sequence, buat apa, dan lain-lain. Kalo di filmnya, ampe ada satu matematikawan yang bilang rangkaian ini adalah pikiran Tuhan: segala masa lalu, kini, dan nanti. Mnrt Arthur sendiri, emang inilah rangkaian angka yang menjalankan alam semesta.
Tau gak uniknya?
Gue di sini gak mau bicara soal pola angkanya. Itu di internet udah banyak. Gue di sini mau bicara mengenai bagaimana ternyata Amelia Sequence itu terhubung dengan hidup gue.
Mulai dari 4 digit pertama. 3185. Kita bagi 3-3, jadi 318 sama 185. Seri pertama: 318.
Taugak? Bulan 3 tanggal 8, adalah tanggal lepasnya first kiss gue dan cewek gue. Gue belom cerita ya? Cewek gue sekarang namanya Alysha. Cantikparah. Rada bocah fisiknya, tapi mentalnya jauh lebih dewasa dibanding gue. Best thing is? She accepts me for who I am :D
Numpang, ini fotonya:
Unyu ekstrim :3 gue paling naruh harapan sama dia. Jauh lebih kuat daripada harapan gue selama hubungan-hubungan lalu. Entahlah. Mungkin faktor dianya juga. Waaaaa >.<
Oke, sori ngelantur. Jadi 318, seri pertama, isinya ternyata event penting. Bulan 3, tanggal 8, ciuman kesatu. 318.
Lanjut ke seri berikut. 185. Ini uniknya: tanggal 18 bulan 5 adalah ulangtaunnya emak gue sama Alysha (yes, they share a common birth date). So, sekali lagi, angka penting dalam hidup gue.
Kalo gue lanjutin, rangkaian gue berikutnya adalah 852. Rangkaian satu kan formatnya tanggal-event-tanggal (3-1-8), rangkaian dua tanggal-tanggal-tanggal (1-8-5)...kira-kira rangkaian tiga formatnya gimana ya? Apa mungkin nggak nyebut tanggal samasekali? Mungkinkah ada hubungannya sama masa depan gue?
Well, gue gak pernah tau. Gue serahin aja sama Yang Maha Mengendalikan Takdir deh. Terserah angka-angka itu bener enggak, gue cuma mau share satu misteri alam dan kebetulan yang gue temukan dalam hidup ini. Cieelaah~
Oke, sekian dulu. Cheers!
Wass. wr. wb.
- Alfi
Tuesday, April 3, 2012
AMNESIA
Assalamualaikum wr. wb.
Amnesia. Lupa ingatan. Apakah gue amnesia? Ooo bukan bor...Amnesia adalah judul film yang lagi gue kerjain. Genrenya...entahlah. Ada beberapa. Scifi? Thriller? Action? Drama? Ada semua.
Nah. Soal Amnesia ini. Udah banyak yang nanya ke gue satu pertanyaan simpel yang mungkin juga ada di otak kalian saat ini:
"Ceritanya gimana?"
Dua kata itu adalah termasuk susunan kata paling kampret, men. Bukan karena gue pelit. Seandainya gue bisa, gue bakal berbagi tentang cerita ini ke siapapun yg nanyain itu. Masalahnya...
The story. Is. Too. Complicated. To be told. With a simple. Synopsis.
Yak. Begini aja. Secara overview. Tahun 2016. Reza terbangun sendirian. Di tengah ruangan nggak tau dimana. Mungkin perpus. Di sebelah dia ada pisau, dan tiga meter di depan, ada badan yg terbujur kaku.
Tangan Reza berlumuran darah.
Masalahnya. Reza nggak inget apa2. Dia bahkan nggak inget namanya sendiri.
Nah. Mayoritas filmnya ini isinya tuh flashbacknya Reza selama perlahan-lahan, secara bertahap, memorinya balik lagi...
Gue udah ada dua poster buat Amnesia:
Wdyt?
Di Amnesia ini, gue jadi scriptwriter, director, editor, dan cameraperson. Tapi ada kemungkinan camerapersonnya bakal nambah. Tergantung sang produser.
Sejarah film ini dan lain2 nyusul kapan2. Untuk saat ini, rencananya kita mau produksi April dan finishing Mei. Minggu kedua Mei harus udah jadi. Amin. Moga bisa.
Wish me luck, moga jadinya sukses ya :)
Wass. wr. wb.
-Alfi
Amnesia. Lupa ingatan. Apakah gue amnesia? Ooo bukan bor...Amnesia adalah judul film yang lagi gue kerjain. Genrenya...entahlah. Ada beberapa. Scifi? Thriller? Action? Drama? Ada semua.
Nah. Soal Amnesia ini. Udah banyak yang nanya ke gue satu pertanyaan simpel yang mungkin juga ada di otak kalian saat ini:
"Ceritanya gimana?"
Dua kata itu adalah termasuk susunan kata paling kampret, men. Bukan karena gue pelit. Seandainya gue bisa, gue bakal berbagi tentang cerita ini ke siapapun yg nanyain itu. Masalahnya...
The story. Is. Too. Complicated. To be told. With a simple. Synopsis.
Yak. Begini aja. Secara overview. Tahun 2016. Reza terbangun sendirian. Di tengah ruangan nggak tau dimana. Mungkin perpus. Di sebelah dia ada pisau, dan tiga meter di depan, ada badan yg terbujur kaku.
Tangan Reza berlumuran darah.
Masalahnya. Reza nggak inget apa2. Dia bahkan nggak inget namanya sendiri.
Nah. Mayoritas filmnya ini isinya tuh flashbacknya Reza selama perlahan-lahan, secara bertahap, memorinya balik lagi...
Gue udah ada dua poster buat Amnesia:
What do you think? XD
Gue bahkan udah mulai ngerjain fan kit nya. Dengan status gue gak yakin film ini bakalan ada fansnya. Tapi gue nyediain desktop wallpaper Amnesia berdasarkan poster yang pertama:
Di Amnesia ini, gue jadi scriptwriter, director, editor, dan cameraperson. Tapi ada kemungkinan camerapersonnya bakal nambah. Tergantung sang produser.
Sejarah film ini dan lain2 nyusul kapan2. Untuk saat ini, rencananya kita mau produksi April dan finishing Mei. Minggu kedua Mei harus udah jadi. Amin. Moga bisa.
Wish me luck, moga jadinya sukses ya :)
Wass. wr. wb.
-Alfi
Thursday, July 7, 2011
INTO THE TITAN
Assalamualaikum wr. wb.
Apa itu Into the Titan? Ke dalam Sang Titan? Maksud?
Gini...itu judul cerita yang gue susun bareng temen2 gue. Into the Titan itu yang bagian gue. Lanjutannya Sky's Fall bikinan SARAH A. R. RADIAN (yang nggak mau namanya diekspos).
Kenapa Kedalem Titan? Mau liat warna kolor Kronos kah? Bukan...SATU jaman itu belom ada kolor dan gue entah kenapa yakin Kronos nggak make kolor. DUA maksud gue Titan di sini itu kapal yang besar dan perkasa kaya Titan, tapi nasibnya tragis (kaya titans juga). Namanya juga mirip. Yak, kapal tersebut adalah RMS TITANIC.
Cerita gue itu tentang Rick, skater umur 16 taun yg pinter dan direkrut dadakan ke organisasi namanya RALPH, singkatan dari Recovery Agency for the Lost and Perfectly Hidden. RALPH ini tugasnya nyari2 kode ke masa lalu dan ngebawa ke masa depan.
Kebanyakan kode yang disimpen di masa lalu itu diancurin sm musuh. Nah ceritanya RALPH itu nyelametin kodenya.
Rick ini dikirim untuk nyari kode yang disembunyiin di Titanic.
Well, itu briefnya. Masih banyak adegan lagi. Taugak yg keren apa? Karena gue pake graphics bikinan gue sendiri di cerita ini entah yang gajelas dan rada nyampah kaya gini:
Apa itu Into the Titan? Ke dalam Sang Titan? Maksud?
Gini...itu judul cerita yang gue susun bareng temen2 gue. Into the Titan itu yang bagian gue. Lanjutannya Sky's Fall bikinan SARAH A. R. RADIAN (yang nggak mau namanya diekspos).
Kenapa Kedalem Titan? Mau liat warna kolor Kronos kah? Bukan...SATU jaman itu belom ada kolor dan gue entah kenapa yakin Kronos nggak make kolor. DUA maksud gue Titan di sini itu kapal yang besar dan perkasa kaya Titan, tapi nasibnya tragis (kaya titans juga). Namanya juga mirip. Yak, kapal tersebut adalah RMS TITANIC.
Cerita gue itu tentang Rick, skater umur 16 taun yg pinter dan direkrut dadakan ke organisasi namanya RALPH, singkatan dari Recovery Agency for the Lost and Perfectly Hidden. RALPH ini tugasnya nyari2 kode ke masa lalu dan ngebawa ke masa depan.
Kebanyakan kode yang disimpen di masa lalu itu diancurin sm musuh. Nah ceritanya RALPH itu nyelametin kodenya.
Rick ini dikirim untuk nyari kode yang disembunyiin di Titanic.
Well, itu briefnya. Masih banyak adegan lagi. Taugak yg keren apa? Karena gue pake graphics bikinan gue sendiri di cerita ini entah yang gajelas dan rada nyampah kaya gini:
Sampe yang 3D kaya ini:
Manteb ga? Tapi itu baru beberapa...ada konflik, romance, dan patah tangan di cerita ini. Oia, ada adegan bunuh2nya juga kok. Ah udahlah, namanya juga Secret Agent. Bunuh2an udah biasa, iyaga?
So. Itu review untuk sekarang. Kalo udah jadi gue bakal kasih kabar!
Cheers!
Wass. wr. wb.
-Alfi
Tuesday, May 31, 2011
FLY UP WITH RAFORONE part 3
Assalamualaikum wr. wb.
Hoho gue kelewatan satu part seru selama perform sebelum dugem.
Gue hampir lupa menceritakan DANCE BATTLE! Ada battle royale Raka vs Phalosa. Walaupun pendek (waktu gada, MC ngebacot, guru2 ngelawan, dll) tapi menurut gue kayanya ini termasuk harus post.
Jadi dimulai pake giliran Raka dulu.
MC: "Ini dance nya apa?"
Raka: "Koreografinya sih bikin sendiri, tapi gak tau genrenya apa."
*Cewek2 bersorak*
*Raka ngedance*
*lantai panas*
*makin seru*
Dari sini lah, MC kite melakukan satu tindakan tolol. Harusnya, dance battle Raka vs Phalosa itu ngambil sistem Staged dimana dancernya masing2 punya lagu sendiri2. Tapi si MC ngira mainnya langsung, battle klasik lah.
Jadi...
MC: "Dan ini dia, sang penantang...PHALOSA!!"
*sorakan makin kenceng*
*yang tau aturan battle yg direncanain pada cengo*
*tiga cewek protes*
*gak direken MC*
*Dance battle goes on*
Anjir...walaupun lagunya macem dugem girang asia utara (yang jelas2 bukan gaya Phalosa) tapi dancenya Phalosa alus abis.
Keren bro! Si Phalosa dewa banget...tapi gara2 irelevansi musik, akhirnya yang menang Raka...
Selesai battle, baru musiknya Phalosa main. Tapi terus dimatiin sama operatornya.
Akhirnya gue rame2 ama anak lain konfrontasi MCnya.
Taugak dia bilang apa?
MC: "Maaf dek, waktunya nggak ada."
NGGAK ADA MUKA LU?! Orang ampe ntar dugem aja lama banget masa buat dance lagi tiga menit gak ada?
Akhirnya...well, semalem itu Phalosa lanjut ngedance waktu Ajojing Session (in which, karena gue gak ikut, gue gak liat-_-).
Jadiii kita lanjutkan ke acara pagi sblm balik. Sbnrny ada games. Cuma demi apapun gue males banget ikut jadi gue bangun pagi malah nonton Damai Indonesiaku.
"Jamaah? Oooo jamaah! Alhamdu...?"
"...lillaah."
Terus jalan2 (YES, masih nyeker. Baca part 2 untuk penjelasan kenapa gue nyeker kemana2). Gue ke kamar Toni dan ternyata para maho belom bangun. Ke kamar Akbar ditutup. Yaudah gue turun.
Gue mutusin sarapan bentar. Yep, akhirnya gue bisa sarapan 'bentar' (biasanya sejam). Menu?
Tray 1: Nasi goreng.
Tray 2: Fried rice.
Tray 3: Makanan khas Indonesia yaitu nasi yang digoreng dengan bumbu khusus.
Gue pilih menu di Tray 1.
Abis makan, si Galih mulai berulah. Dia bikin menu baru gara2 gue gagal naro garem di gelas aqua gue (iya, ada hubungannya, ini nyambung):
MENU: NASIGORENG SEGITIGA BERMUDA.
BAHAN:
1) Nasi Goreng Panorama Lembang.
2) Merica
3) Aqua dituang merica.
4) Tusuk gigi.
CARA MEMBUAT:
1) Nasi goreng dibikin bentuk segitiga.
2) Tuang merica sebanyak2nya.
3) Tuang merica ke aqua, aduk sampe rata dan keruh.
4) Tuang larutan merica ke Nasi Goreng Segitiga campur merica.
5) Tusukkan tusuk gigi di tengah buat dekorasi.
6) Siap disajikan (kalo ada yang mau makan)
Gue ditantang makan itu segigit dan dikasih goceng. Demi kesehatan jasmani rohani, gue tolak tantangan itu (tapi kalo dikasih gocap boleh tuh kayanya).
Terus gue ke kolam renang nonton orang main tanding paantauk tapi kayanya seru. Dan yang main curang gak ketulungan (including Benek mindahin gawang musuh jadi lebar banget tanpa sepengetahuan si kiper).
Terus? Ke kamar Akbar. Akhirnya para penghuninya udah siap tempur. Maslahnya, gue lupa hukum orang asing di kamar Akbar ini (sesuai dengan yang di recite oleh Qorib):
"Yang udah masuk dilarang keluar."
Ah biarin, di kamarnya Akbar ini ada perosotan. Yep, lo gak salah baca. PEROSOTAN. Jadi mereka, alih2 ngerapiin kamar, malah ngeberantakin.
Meja ditaro di atas korsi. Korsi ditaro di atas meja (tenang, beda barang). Dan kasurnya? Ada satu yang ditelanjangin terus diangkat, ditaro miring ama kasur yg di atas. Hasilnya? Perosotan!
Tinggal asbak doang yang gak bisa diberantakin.
"Bar, asbaknya belom berantakan."
"Ah, gampang."
*ngebalik asbak krn keabisan ide mau ngeberantakin gimana*
Di kamar Akbar gue malah nonton SpongeBob karena mereka nyetel Nickelodeon.
Mr Krabs: "Anyway, Spongebob, what happened to that...uh, pal of yours? [patrick]"
SpongeBob: "Oh, him? I told him to watch TV."
[Di rumah patrick]
Patrick: "[ngakak2]"
[ngeshoot TV]
[TV lagi static-_-]
Jadi, berhubung otak gue korslet krn banyaknya event yg terjadi, gue bakal fast forward ke...waktu kt nyampe sekolah.
Waktu liat jam, gue seneng gimana karena ternyata gak jadi molor. Rencana nyampe sekolah jam 7. Waktu itu 7 kurang 10. Yippi!
Dan mendadak, udah nyampe gerbang PLN, bus gue berhenti...
...sampe selama 10 menit. Tau kenapa?
MOBIL PARKIR SEMBARANGAN.
Akhirnya ujung2nya ngaret juga jadwalnya. Masalahnya kan jadi gak lucu banget kalo begini:
A: "Tadi nyampe sklh ngaret gak wkt jln plg?"
B: "Iya."
A: "Knp?"
B: "Tempat parkir." <- padahal di komplek PLN gak ada tempat parkir kecuali minggir jalan dan jalan itu selalu sepi.
A: "..."
Akhirnya berhubung gue SMS nyokap dan ada late response, gue mesti nunggu satu jam lagi buat dijemput. Mana ujan lagi...
Hehe solid Raforone! Waktu gue dijemput, semua yang nyisa nyalamin gue entah mereka bener kenal gue ato kagak. Hidup Raforone!
Jadi, itulah pengalaman gue bersama angkatan gue yang luarbiasa yang cakep2 ganteng2 cantik2 pinter2 pada jago ngedance (?) RAFORONE #49. Kesimpulan: sekarang udah genap seminggu sejak Fly Up With Raforone, dan gue masih pengen ngenang abis peristiwa seru itu.
Bu As: "RAFORONE...?"
Raforone: "...EKSIS!!"
*ini yelyel yg bikin Bu As*
RAFORONE #49!
Wass. wr. wb.
-Alfi
Hoho gue kelewatan satu part seru selama perform sebelum dugem.
Gue hampir lupa menceritakan DANCE BATTLE! Ada battle royale Raka vs Phalosa. Walaupun pendek (waktu gada, MC ngebacot, guru2 ngelawan, dll) tapi menurut gue kayanya ini termasuk harus post.
Jadi dimulai pake giliran Raka dulu.
MC: "Ini dance nya apa?"
Raka: "Koreografinya sih bikin sendiri, tapi gak tau genrenya apa."
*Cewek2 bersorak*
*Raka ngedance*
*lantai panas*
*makin seru*
Dari sini lah, MC kite melakukan satu tindakan tolol. Harusnya, dance battle Raka vs Phalosa itu ngambil sistem Staged dimana dancernya masing2 punya lagu sendiri2. Tapi si MC ngira mainnya langsung, battle klasik lah.
Jadi...
MC: "Dan ini dia, sang penantang...PHALOSA!!"
*sorakan makin kenceng*
*yang tau aturan battle yg direncanain pada cengo*
*tiga cewek protes*
*gak direken MC*
*Dance battle goes on*
Anjir...walaupun lagunya macem dugem girang asia utara (yang jelas2 bukan gaya Phalosa) tapi dancenya Phalosa alus abis.
Keren bro! Si Phalosa dewa banget...tapi gara2 irelevansi musik, akhirnya yang menang Raka...
Selesai battle, baru musiknya Phalosa main. Tapi terus dimatiin sama operatornya.
Akhirnya gue rame2 ama anak lain konfrontasi MCnya.
Taugak dia bilang apa?
MC: "Maaf dek, waktunya nggak ada."
NGGAK ADA MUKA LU?! Orang ampe ntar dugem aja lama banget masa buat dance lagi tiga menit gak ada?
Akhirnya...well, semalem itu Phalosa lanjut ngedance waktu Ajojing Session (in which, karena gue gak ikut, gue gak liat-_-).
Jadiii kita lanjutkan ke acara pagi sblm balik. Sbnrny ada games. Cuma demi apapun gue males banget ikut jadi gue bangun pagi malah nonton Damai Indonesiaku.
"Jamaah? Oooo jamaah! Alhamdu...?"
"...lillaah."
Terus jalan2 (YES, masih nyeker. Baca part 2 untuk penjelasan kenapa gue nyeker kemana2). Gue ke kamar Toni dan ternyata para maho belom bangun. Ke kamar Akbar ditutup. Yaudah gue turun.
Gue mutusin sarapan bentar. Yep, akhirnya gue bisa sarapan 'bentar' (biasanya sejam). Menu?
Tray 1: Nasi goreng.
Tray 2: Fried rice.
Tray 3: Makanan khas Indonesia yaitu nasi yang digoreng dengan bumbu khusus.
Gue pilih menu di Tray 1.
Abis makan, si Galih mulai berulah. Dia bikin menu baru gara2 gue gagal naro garem di gelas aqua gue (iya, ada hubungannya, ini nyambung):
MENU: NASIGORENG SEGITIGA BERMUDA.
BAHAN:
1) Nasi Goreng Panorama Lembang.
2) Merica
3) Aqua dituang merica.
4) Tusuk gigi.
CARA MEMBUAT:
1) Nasi goreng dibikin bentuk segitiga.
2) Tuang merica sebanyak2nya.
3) Tuang merica ke aqua, aduk sampe rata dan keruh.
4) Tuang larutan merica ke Nasi Goreng Segitiga campur merica.
5) Tusukkan tusuk gigi di tengah buat dekorasi.
6) Siap disajikan (kalo ada yang mau makan)
Gue ditantang makan itu segigit dan dikasih goceng. Demi kesehatan jasmani rohani, gue tolak tantangan itu (tapi kalo dikasih gocap boleh tuh kayanya).
Terus gue ke kolam renang nonton orang main tanding paantauk tapi kayanya seru. Dan yang main curang gak ketulungan (including Benek mindahin gawang musuh jadi lebar banget tanpa sepengetahuan si kiper).
Terus? Ke kamar Akbar. Akhirnya para penghuninya udah siap tempur. Maslahnya, gue lupa hukum orang asing di kamar Akbar ini (sesuai dengan yang di recite oleh Qorib):
"Yang udah masuk dilarang keluar."
Ah biarin, di kamarnya Akbar ini ada perosotan. Yep, lo gak salah baca. PEROSOTAN. Jadi mereka, alih2 ngerapiin kamar, malah ngeberantakin.
Meja ditaro di atas korsi. Korsi ditaro di atas meja (tenang, beda barang). Dan kasurnya? Ada satu yang ditelanjangin terus diangkat, ditaro miring ama kasur yg di atas. Hasilnya? Perosotan!
Tinggal asbak doang yang gak bisa diberantakin.
"Bar, asbaknya belom berantakan."
"Ah, gampang."
*ngebalik asbak krn keabisan ide mau ngeberantakin gimana*
Di kamar Akbar gue malah nonton SpongeBob karena mereka nyetel Nickelodeon.
Mr Krabs: "Anyway, Spongebob, what happened to that...uh, pal of yours? [patrick]"
SpongeBob: "Oh, him? I told him to watch TV."
[Di rumah patrick]
Patrick: "[ngakak2]"
[ngeshoot TV]
[TV lagi static-_-]
Jadi, berhubung otak gue korslet krn banyaknya event yg terjadi, gue bakal fast forward ke...waktu kt nyampe sekolah.
Waktu liat jam, gue seneng gimana karena ternyata gak jadi molor. Rencana nyampe sekolah jam 7. Waktu itu 7 kurang 10. Yippi!
Dan mendadak, udah nyampe gerbang PLN, bus gue berhenti...
...sampe selama 10 menit. Tau kenapa?
MOBIL PARKIR SEMBARANGAN.
Akhirnya ujung2nya ngaret juga jadwalnya. Masalahnya kan jadi gak lucu banget kalo begini:
A: "Tadi nyampe sklh ngaret gak wkt jln plg?"
B: "Iya."
A: "Knp?"
B: "Tempat parkir." <- padahal di komplek PLN gak ada tempat parkir kecuali minggir jalan dan jalan itu selalu sepi.
A: "..."
Akhirnya berhubung gue SMS nyokap dan ada late response, gue mesti nunggu satu jam lagi buat dijemput. Mana ujan lagi...
Hehe solid Raforone! Waktu gue dijemput, semua yang nyisa nyalamin gue entah mereka bener kenal gue ato kagak. Hidup Raforone!
Jadi, itulah pengalaman gue bersama angkatan gue yang luarbiasa yang cakep2 ganteng2 cantik2 pinter2 pada jago ngedance (?) RAFORONE #49. Kesimpulan: sekarang udah genap seminggu sejak Fly Up With Raforone, dan gue masih pengen ngenang abis peristiwa seru itu.
Bu As: "RAFORONE...?"
Raforone: "...EKSIS!!"
*ini yelyel yg bikin Bu As*
RAFORONE #49!
Wass. wr. wb.
-Alfi
Monday, May 30, 2011
FLY UP WITH RAFORONE part 2
Assalamualaikum wr. wb.
Kemaren gue sampe mana? Oiya ke hotel. Nah kalo gue bikin bagian hotel sampe pulang ini di satu post, bakal jadi panjang banget kayanya. Tapi gapapa dah, seru ini.
So. Kita nyampe di Hotel Panorama Lembang sekitar jam 2an. Gue ketiduran di jalan dan dibangunin oleh Bonti yang setia di samping gue (Ew!). Jadi gue ambil gitar di bawah kursi (males masukin bagasi), ngestrap tas gue, make sebelah lengan jaket gue (kepanasan di jalan jadi gue lepas, tapi males makenya lagi), dan turun. Udaranya...enak! Adem tapi bukan freezing cool. Enak bener.
Gue kumpul ama yang lain terus menuju ke kamar gue. Gue dapet di komplek belakang, soalnya gue kamar 413 (angka bagus, 4-1=3. Ud gt 4 sm 13 kan angka keramat) bareng sama Inra, Mail, Dwika, Sandi, ama Fahreza. DHUARR begitu kita masuk ini kamar udah jadi Pandemonium Center. Untung gue alim (abaikan ini).
Sooo kita bukan main malesnya mandi. Mana gue gak bawa sendal, jadi karena gue udah lepas sepatu dan males make lagi, gue kemana2 nyeker kaya orang ilang. Nyeker di sini harafiah! Tanya temen2 gue, tiap jalan kemana gue nyeker. Tapi untung ada batu2 gajelas gitu di lantai bawah, jadi bisa refleksi B)
Lanjut. Kita gak beres2, kita gak unpack. Begitu nyampe kamar, yang pertama ngelanda gue itu waswas. Secara, gue miris. Gue bakal nampil nanti, kan ada acara manggung2 gitu nah gue diminta sama Ami (Fahmy) nampil instrumental nggantiin Mawan ama Satayo. Dan begonya, gue setujuin. Untung Fahmy mintanya lagunya Yesterday, jadi gue udah bisa dikit2. Tinggal ngehalusin.
Jadi gue ngabisin sore itu latihan sama Fahmy di kamar dia. Lagi latihan, anak2 yg manggung dipanggil buat briefing. Awalnya gue sama Fahmy males2an, tapi akhirnya ikut (yep, gue masih nyeker dan gue bangga).
Di situ dikasih jadwal, aturan, dan lain-lain yang nanti bakal dilakuin di prom. Guru2nya bilang krn ini acara kita, nanti mereka bakal ilang waktu prom. Good! Gue gak kuat kalo harus ngikutin acara prom khusus RAFORONE dan guru2nya asik ngerecokin kita. Ini kan acara kite, enak aje.
Jadi kita dijelasin acaranya nanti apa aja yang kata manggung itu. Pertama padus Raforone. Ada Laras, Nindy, Leo, Adit, dan banyak lagi gue lupa siapa aja. Terus dilanjutin ama Macarena Dance. Hoho denger namanya gue langsung tau lagu pembawanya. Heeyy macarena. Terus The Parc, band dari kelas 9C. Baru deh gue, Ami, Ical (Faishal yang Djuhaeri, anak letkol), ama Rizqi instrumental. Abis kita ada dance battle Raka vs Phalosa. Raka! OMAIGAT! Abis itu ada Mahdi (weh! Mahdi!) dan seterusnya. Fave gue? Chernobyl mamen! Dari namanya aja gue udah suka dan ternyata bawaannya seru juga. Di Raforone, di tiap kelas ada band masing-masing. Kalo di A namanya SpartA, di kelas gue Side B, di 9C The Parc, dst dst sampe bilingual namanya Chernobyl. Kalo yang gue tau, Chernobyl itu nama tempat reaktor nuklir di Rusia. Ckckck...
Oke. Abis briefing, kita cek sound systemnnya. Karena ntar gue instrumentalnya gitar, jadi gue ke kamar Fahmy dulu ambil gitar terus ke stage lagi (iyaiya, masih nyeker!) buat ngecek kalo suara gitar gue bisa kedengeran di mic.
Jreeeng...
Oke, kedengeran.
Sound system oke. Insya Allah show lancar.
Jadi gue latihan sampe jam setengah lima (kesalahan fatal -- acara mulai jam 5) dan cabut ke kamar buat mandi. Dress code buat prom nanti, menurut undangannya, itu Black, White, Gold, Silver. Boys: BE NEAT. No T-shirts and jeans. Girls: No T-shirts and jeans.
Gue nyampe kamar, ternyata lagi PADA NGANTRE MANDI. Dan karena gue dateng terakhir, gue MANDI TERAKHIR. Tahe! Mana bisa gue ngejar tepat waktu kalo mandi aja kebagian terakhir? Sekedar tau aja, gue kebagian giliran mandi gue pas jam lima. Ketai, mana gue mesti perform kan nanti? Gimana gue bisa ontime?
Soo gue mandi dengan cepat (sabun tinggal gosok ke badan) guyur pake air yang dinginnya gak ketulungan, dan gue pake baju TANPA GOSOK GIGI-___-
Demi waktu...uoouoooo...
Jadi gue pake kaos Garuda (ini kaos lengkap: semua warna dresscode ada semua di sini), terus karena gak boleh pake T-Shirt gue dobelin sama kemeja, sama jeans item yang gak keliatan terlalu jeans. Gue pake sepatu secepat siput dan meluncur kebawah (ati ati kepleset...tangga basah).
JADI sampe bawah gue cengo. Gue kayak orang nyasar. Yang laen pada pake kemeja, rompi, dan jas. Mereka keliatan formal abis. Well, pendeknya, persis orang mau prom. Nah gue? Udah casual banget, tampang kucel, rambut jigrak, kaos Garuda Pancasila...gue kaya Pemuda Pancasila mau ajojing-_-
Di situ, akhirnya karena gue males nyari prommate buat photo session, gue mutusin ntar foto rame2 berempat ama Fahmy, Ihsan, dan Elba. Hmm biar gak kaya maho foto bedua cowo-cowo gitu jadi berempat aja.
Ujung2nya malah kaya SM*SH lo harus tau-_-tapi karena abang2 yang ngefoto gak terima >2 orang seframe jadi akhirnya foto masing2.
Terus? Ya cengo-___-makan malem, terus pembukaan. Penyerahan simbolis murid dari guru ke orangtua murid.
Hmm...kalo di Panorama ini, MCnya nyelekit abis komentarnya! Gue lebih suka yg di SAU.
Dimulai dulu pake video dan kumpulan foto2 selama kita di kelas 9. Dari 9A, 9B (ada guenya loh :D) dan seterusnya...hoho banyak banget yang candid haha...mana lagunya Sahabat Kecil, jadi gue hampir nangis ngeliatnya...
Ku ingin tetap seperti ini...
Hmm soo abis itu perform pertama. Padus Raforone. Mereka maju nyanyi You Raise Me Up sama I Have A Dream...suaranya bagus2 banget! Terus ada yg macarena itu. Cuma yang ini sempet ke delay karena ternyata YANG JOGET BEJIBUN. Nah begitu pada joget, buset lante penuh ama cewe2 joget2 HEEE MACARENA.
Lanjut, gue bulai grogi. Bentar lagi giliran gue. Mana di deket gue ada yang ngerokok lagi, gue jadi susah napas+sesek (teknis, gada bedanya) dan mual. Tapi gue bersiap untuk yang terbaik.
Akhirnya giliran instrumental gue. Brr...gila, gue berasa mau pipis, ngangkat kursi ke panggung kaya anak pamer bakat kuli, terus MCnya masih nyebut Mawan dan Satayo-_-untung Fahmy betulin.
Nah, kan gitar gue sama Ical, karena akustik klasik, dikonek dulu ke ampli sama abang2 teknisi panggung...dan tau apa yang terjadi? GITAR KITA GAK BUNYI. Bagus banget! Sekarang gue ama Ical main gitarnya ngadep Mic dan ternyata itu mic yang kabelnya digantiin ama kabel gitar kite bedua jadi tetep gak ada bunyinya...
Main Yesterday. Alhamdulillah lancar. MCnya nanya lagi, "Masih mau main lagi gak?"
Sebenernya rencananya cuma Yesterday, tapi gue sama Fahmy sepakat main Wedding Bell nya Depapepe. Jujur, belakangan ini kita lagi sering latian lagu itu gatau kenapa. Sebenernya main doang sih, bukan latian. Tapi kita sepakat main.
Karena Ical ama Rizqi gabisa, mereka turun. Jadi stage tinggal punya gue sama Fahmy. Gue pake gitarnya Mahdi karena gitar gue dibisukan oleh microphone cable goblok tadi. Jadi karena gue main iringan, iringannya cempreng abis-_-
Betewe, giliran gue perform itu: lampu aula dimatiin dan lampu sorot ngadep performers (read: gue dkk). Jadi gue gabisa liat penonton...
OKE, mulai Wedding Bell. Gue sama Fahmy setuju main di D (aslinya di E) karena gue gak bawa Capo. Jreng..depannya bener. Ganti...
JDEG ANJIR GUE SALAH PENCET. Intro udah kacau dan otak gue udah amburadul. All's well that ends well, nah kalo mulainya udah ancur gimana mau perform bener?
Alhasil gue cuek dan main terus. HOHO ajaibnya gue berhaisl :) berasa pengen sujud syukur dah...
Lanjut banyaaak banget. Gue bosen dan karena udah jam Isya, gue pilih solat dulu.
Abis itu? Balik ke aula. ANJIR PANAS BANGET. Gue keluar lagi cari minum. Eeeh abis itu ada dugem. Kalo lo ketemu anak Raforone, tanya soal Dugem/Ajojing Panorama Prom. Pasti semua tau deh!
Berhubung gue kurang suka yang begituan, gue cabut. Nonton sulap Rizqi, lontang-lantung, main ayunan, nendangin orang, menguji nasib dengan Bit (ini bikin 2 kamar girang sejak Ari diumumkan telah menjadi maho tulen oleh Bit waktu ditanya Kresno dan menyatakan Dwika punya muka kaya bol anjing. Bol anjing! Kaya bol sendiri kurang jelek aja). Akhirnya main Uno di kamar Toni terus gue balik ke kamar gue, bobo.
To be continued! Sambungannya, sayangnya, mungkin cuma pendek banget...
Wass. wr. wb.
-Alfi
Kemaren gue sampe mana? Oiya ke hotel. Nah kalo gue bikin bagian hotel sampe pulang ini di satu post, bakal jadi panjang banget kayanya. Tapi gapapa dah, seru ini.
So. Kita nyampe di Hotel Panorama Lembang sekitar jam 2an. Gue ketiduran di jalan dan dibangunin oleh Bonti yang setia di samping gue (Ew!). Jadi gue ambil gitar di bawah kursi (males masukin bagasi), ngestrap tas gue, make sebelah lengan jaket gue (kepanasan di jalan jadi gue lepas, tapi males makenya lagi), dan turun. Udaranya...enak! Adem tapi bukan freezing cool. Enak bener.
Gue kumpul ama yang lain terus menuju ke kamar gue. Gue dapet di komplek belakang, soalnya gue kamar 413 (angka bagus, 4-1=3. Ud gt 4 sm 13 kan angka keramat) bareng sama Inra, Mail, Dwika, Sandi, ama Fahreza. DHUARR begitu kita masuk ini kamar udah jadi Pandemonium Center. Untung gue alim (abaikan ini).
Sooo kita bukan main malesnya mandi. Mana gue gak bawa sendal, jadi karena gue udah lepas sepatu dan males make lagi, gue kemana2 nyeker kaya orang ilang. Nyeker di sini harafiah! Tanya temen2 gue, tiap jalan kemana gue nyeker. Tapi untung ada batu2 gajelas gitu di lantai bawah, jadi bisa refleksi B)
Lanjut. Kita gak beres2, kita gak unpack. Begitu nyampe kamar, yang pertama ngelanda gue itu waswas. Secara, gue miris. Gue bakal nampil nanti, kan ada acara manggung2 gitu nah gue diminta sama Ami (Fahmy) nampil instrumental nggantiin Mawan ama Satayo. Dan begonya, gue setujuin. Untung Fahmy mintanya lagunya Yesterday, jadi gue udah bisa dikit2. Tinggal ngehalusin.
Jadi gue ngabisin sore itu latihan sama Fahmy di kamar dia. Lagi latihan, anak2 yg manggung dipanggil buat briefing. Awalnya gue sama Fahmy males2an, tapi akhirnya ikut (yep, gue masih nyeker dan gue bangga).
Di situ dikasih jadwal, aturan, dan lain-lain yang nanti bakal dilakuin di prom. Guru2nya bilang krn ini acara kita, nanti mereka bakal ilang waktu prom. Good! Gue gak kuat kalo harus ngikutin acara prom khusus RAFORONE dan guru2nya asik ngerecokin kita. Ini kan acara kite, enak aje.
Jadi kita dijelasin acaranya nanti apa aja yang kata manggung itu. Pertama padus Raforone. Ada Laras, Nindy, Leo, Adit, dan banyak lagi gue lupa siapa aja. Terus dilanjutin ama Macarena Dance. Hoho denger namanya gue langsung tau lagu pembawanya. Heeyy macarena. Terus The Parc, band dari kelas 9C. Baru deh gue, Ami, Ical (Faishal yang Djuhaeri, anak letkol), ama Rizqi instrumental. Abis kita ada dance battle Raka vs Phalosa. Raka! OMAIGAT! Abis itu ada Mahdi (weh! Mahdi!) dan seterusnya. Fave gue? Chernobyl mamen! Dari namanya aja gue udah suka dan ternyata bawaannya seru juga. Di Raforone, di tiap kelas ada band masing-masing. Kalo di A namanya SpartA, di kelas gue Side B, di 9C The Parc, dst dst sampe bilingual namanya Chernobyl. Kalo yang gue tau, Chernobyl itu nama tempat reaktor nuklir di Rusia. Ckckck...
Oke. Abis briefing, kita cek sound systemnnya. Karena ntar gue instrumentalnya gitar, jadi gue ke kamar Fahmy dulu ambil gitar terus ke stage lagi (iyaiya, masih nyeker!) buat ngecek kalo suara gitar gue bisa kedengeran di mic.
Jreeeng...
Oke, kedengeran.
Sound system oke. Insya Allah show lancar.
Jadi gue latihan sampe jam setengah lima (kesalahan fatal -- acara mulai jam 5) dan cabut ke kamar buat mandi. Dress code buat prom nanti, menurut undangannya, itu Black, White, Gold, Silver. Boys: BE NEAT. No T-shirts and jeans. Girls: No T-shirts and jeans.
Gue nyampe kamar, ternyata lagi PADA NGANTRE MANDI. Dan karena gue dateng terakhir, gue MANDI TERAKHIR. Tahe! Mana bisa gue ngejar tepat waktu kalo mandi aja kebagian terakhir? Sekedar tau aja, gue kebagian giliran mandi gue pas jam lima. Ketai, mana gue mesti perform kan nanti? Gimana gue bisa ontime?
Soo gue mandi dengan cepat (sabun tinggal gosok ke badan) guyur pake air yang dinginnya gak ketulungan, dan gue pake baju TANPA GOSOK GIGI-___-
Demi waktu...uoouoooo...
Jadi gue pake kaos Garuda (ini kaos lengkap: semua warna dresscode ada semua di sini), terus karena gak boleh pake T-Shirt gue dobelin sama kemeja, sama jeans item yang gak keliatan terlalu jeans. Gue pake sepatu secepat siput dan meluncur kebawah (ati ati kepleset...tangga basah).
JADI sampe bawah gue cengo. Gue kayak orang nyasar. Yang laen pada pake kemeja, rompi, dan jas. Mereka keliatan formal abis. Well, pendeknya, persis orang mau prom. Nah gue? Udah casual banget, tampang kucel, rambut jigrak, kaos Garuda Pancasila...gue kaya Pemuda Pancasila mau ajojing-_-
Di situ, akhirnya karena gue males nyari prommate buat photo session, gue mutusin ntar foto rame2 berempat ama Fahmy, Ihsan, dan Elba. Hmm biar gak kaya maho foto bedua cowo-cowo gitu jadi berempat aja.
Ujung2nya malah kaya SM*SH lo harus tau-_-tapi karena abang2 yang ngefoto gak terima >2 orang seframe jadi akhirnya foto masing2.
Terus? Ya cengo-___-makan malem, terus pembukaan. Penyerahan simbolis murid dari guru ke orangtua murid.
Hmm...kalo di Panorama ini, MCnya nyelekit abis komentarnya! Gue lebih suka yg di SAU.
Dimulai dulu pake video dan kumpulan foto2 selama kita di kelas 9. Dari 9A, 9B (ada guenya loh :D) dan seterusnya...hoho banyak banget yang candid haha...mana lagunya Sahabat Kecil, jadi gue hampir nangis ngeliatnya...
Ku ingin tetap seperti ini...
Hmm soo abis itu perform pertama. Padus Raforone. Mereka maju nyanyi You Raise Me Up sama I Have A Dream...suaranya bagus2 banget! Terus ada yg macarena itu. Cuma yang ini sempet ke delay karena ternyata YANG JOGET BEJIBUN. Nah begitu pada joget, buset lante penuh ama cewe2 joget2 HEEE MACARENA.
Lanjut, gue bulai grogi. Bentar lagi giliran gue. Mana di deket gue ada yang ngerokok lagi, gue jadi susah napas+sesek (teknis, gada bedanya) dan mual. Tapi gue bersiap untuk yang terbaik.
Akhirnya giliran instrumental gue. Brr...gila, gue berasa mau pipis, ngangkat kursi ke panggung kaya anak pamer bakat kuli, terus MCnya masih nyebut Mawan dan Satayo-_-untung Fahmy betulin.
Nah, kan gitar gue sama Ical, karena akustik klasik, dikonek dulu ke ampli sama abang2 teknisi panggung...dan tau apa yang terjadi? GITAR KITA GAK BUNYI. Bagus banget! Sekarang gue ama Ical main gitarnya ngadep Mic dan ternyata itu mic yang kabelnya digantiin ama kabel gitar kite bedua jadi tetep gak ada bunyinya...
Main Yesterday. Alhamdulillah lancar. MCnya nanya lagi, "Masih mau main lagi gak?"
Sebenernya rencananya cuma Yesterday, tapi gue sama Fahmy sepakat main Wedding Bell nya Depapepe. Jujur, belakangan ini kita lagi sering latian lagu itu gatau kenapa. Sebenernya main doang sih, bukan latian. Tapi kita sepakat main.
Karena Ical ama Rizqi gabisa, mereka turun. Jadi stage tinggal punya gue sama Fahmy. Gue pake gitarnya Mahdi karena gitar gue dibisukan oleh microphone cable goblok tadi. Jadi karena gue main iringan, iringannya cempreng abis-_-
Betewe, giliran gue perform itu: lampu aula dimatiin dan lampu sorot ngadep performers (read: gue dkk). Jadi gue gabisa liat penonton...
OKE, mulai Wedding Bell. Gue sama Fahmy setuju main di D (aslinya di E) karena gue gak bawa Capo. Jreng..depannya bener. Ganti...
JDEG ANJIR GUE SALAH PENCET. Intro udah kacau dan otak gue udah amburadul. All's well that ends well, nah kalo mulainya udah ancur gimana mau perform bener?
Alhasil gue cuek dan main terus. HOHO ajaibnya gue berhaisl :) berasa pengen sujud syukur dah...
Lanjut banyaaak banget. Gue bosen dan karena udah jam Isya, gue pilih solat dulu.
Abis itu? Balik ke aula. ANJIR PANAS BANGET. Gue keluar lagi cari minum. Eeeh abis itu ada dugem. Kalo lo ketemu anak Raforone, tanya soal Dugem/Ajojing Panorama Prom. Pasti semua tau deh!
Berhubung gue kurang suka yang begituan, gue cabut. Nonton sulap Rizqi, lontang-lantung, main ayunan, nendangin orang, menguji nasib dengan Bit (ini bikin 2 kamar girang sejak Ari diumumkan telah menjadi maho tulen oleh Bit waktu ditanya Kresno dan menyatakan Dwika punya muka kaya bol anjing. Bol anjing! Kaya bol sendiri kurang jelek aja). Akhirnya main Uno di kamar Toni terus gue balik ke kamar gue, bobo.
To be continued! Sambungannya, sayangnya, mungkin cuma pendek banget...
Wass. wr. wb.
-Alfi
Sunday, May 29, 2011
FLY UP WITH RAFORONE part 1
Assalamualaikum wr. wb.
Gini dlu deh buat prolognya. RAFORONE #49 itu singkatan dari RAgunan FORty ONE angkatan 49...SMP 41 Ragunan itu sekolah gue dan udah disepakati rame2 kalo nama angkatannya Raforone #49.
Nah, tanggal 24-25 Mei kemaren, Raforone ngadain acara prom+perpisahan di Lembang.
Tapi itu cuma acara utamanya. Belom lagi acara sampingannya.
Oke, let's start with our main topic.
Kita mulai dari pagi tanggal 24 Mei 2011, hari Selasa.
Kita gather dulu di 41. Sebenernya harusnya berangkat jam stengah 7, tapi ujung2nya ngaret gara2 ada temen yang telat. Kita berangkat pake 5 bus dan gue, karena nama gue Alfi, kebagian bus 1.
Baru jalan aja kejadian ada. Di sebelah kanan gue duduk si Bonti dan di kiri si Akbar. Liat mereka di sekeliling gue alarm gue udah nyala aja.
EMERGENCY. FIRE! FIRE!
Dimulai dari si Bonti bikin ulah. Dia cerita liat video kira2 sinopsisnya begini:
KALO NONTON JANGAN KETAWA.
Terus ada gambar anak kecil main pistol2an. Mendadak diterkam anjing Golden Retriever dari belakang. Dan itu anak diperkosa anjing bedebah itu. Mana anjingnya Retriever lagi, kan segede apaan tau, dan itu si anak gabisa bangun.
Gue ngakak sakit perut. Terus si Akbar meluncurkan gelombang 2: cerita sesat dari Reja...
Ceritanya si Reja lagi jumatan. Kan Al-Fathihah. Terus kan endingnya tuh,
"..waladh-dhaalliiiin."
Ada anak kecil pala miring teriak, "SEMUA BILANG APAA??!"
Otomatis pada jawab "AAAMIIIN"
Abis itu lima shaf belakang batal semua solatnya.
Oke nyampe sini gue secara harafiah kehabisan napas.
OKE lupakan dulu kegilaan bus gue. Pokoknya tujuan pertamanya itu Saung Angklung Udjo (SAU). Di SAU ini kita bakal disambut ama bau tai kelelawar seekor kalong segede gaban, terus disambut ama mbak2 penunggu Saung (nah loh?) yang ngasih brosur ttg SAU. Abis itu kita ke main theater.
Nah di sini kita nggak sendirian, ada mamah2 dari Jamaah Islamiyah sama orang2 GIS. Tapi ttep aja, namanya Raforone #49, kemana juga pasti bawaannya rame. Let's say, rombongan kita paling banyak.
Acara dibuka sama host2 yang cakep2, Mang Yana ama Teh Dwi. Teh Dwi ini special case: tinggi, cantik, mana kebayanya rada transparan juga, membuat semua cowok seangkatan kesengsem abis. Kalo menurut twitter, smua cowo di angkatan gue ber bacol (bahan cokil) Teh Dwi ini. Ckckck...
Abis itu kita nonton Wayang Golek. Dari joget sampe tawuran, ternyata wayang kita sakti bener. Dalangnya juga hebat, bisa bikin iringan ekstra make kaki. Wuihh...dewa bener! Jadi makin bangga ama Indonesia (Y).
Note: MALAYSIA MAU NIRU? HADAPI MAYAT GUE DULU!
Terus kita dengerin pertunjukan Apa dulu yah? Kalo gak Kuda Lumping ya ARUMBA. Di Kuda Lumping ini, temen gue si Rustam ngegoda satu cewek masih kecil berbaju merah...dan sepanjang sisa hari kita di SAU, itu cewek kaya ngejauh2 gimana dari dia tapi ttep aja senyum2 (Rustam penderita pedofilia). Kalo ARUMBA itu singkatan dari Alunan Rumpun Bambu. DEMI APAPUN ITU KEREN ABIS. Dari lagu pop? Klasik? Tradisional? Bahkan ada lagu Jazznya juga! Seandainya gue bisa upload videonya di sini...itu personil2 ARUMBA dewa2 banget.
Terus ada Tari Topeng dll, sama terus diajak main angklung bareng. Gue kebagian nada E (Mi). Hmm boleh juga, banyak perannya tuh hehe.
Nah baru deh pemain angklung senior. Eh mainnya Terajana, maka sudah jelas Bu Asmiaty tersayang maju kedepan dan joget dengan cueknya. Raforone Fever bangkit! Semua anak cewek2 yang eksis ikutan maju dan joget. Ujung2nya orang2 GIS juga ikutan dan Pak Istadi nyanyi ala karoke...angklugnya malah gak kedengeran HAHA-_-"v.
Abis makan siang dan solat, kita lanjut ke hotel. Hotel kita itu Hotel Panorama Lembang...
OK, karena gue diajak pergi sama ortu gue gue tutup di sini dulu. Nanti bakal gue lanjutin sesempet gue.
HIDUP RAFORONE!!
Wass. wr. wb.
-Alfi
Gini dlu deh buat prolognya. RAFORONE #49 itu singkatan dari RAgunan FORty ONE angkatan 49...SMP 41 Ragunan itu sekolah gue dan udah disepakati rame2 kalo nama angkatannya Raforone #49.
Nah, tanggal 24-25 Mei kemaren, Raforone ngadain acara prom+perpisahan di Lembang.
Tapi itu cuma acara utamanya. Belom lagi acara sampingannya.
Oke, let's start with our main topic.
Kita mulai dari pagi tanggal 24 Mei 2011, hari Selasa.
Kita gather dulu di 41. Sebenernya harusnya berangkat jam stengah 7, tapi ujung2nya ngaret gara2 ada temen yang telat. Kita berangkat pake 5 bus dan gue, karena nama gue Alfi, kebagian bus 1.
Baru jalan aja kejadian ada. Di sebelah kanan gue duduk si Bonti dan di kiri si Akbar. Liat mereka di sekeliling gue alarm gue udah nyala aja.
EMERGENCY. FIRE! FIRE!
Dimulai dari si Bonti bikin ulah. Dia cerita liat video kira2 sinopsisnya begini:
KALO NONTON JANGAN KETAWA.
Terus ada gambar anak kecil main pistol2an. Mendadak diterkam anjing Golden Retriever dari belakang. Dan itu anak diperkosa anjing bedebah itu. Mana anjingnya Retriever lagi, kan segede apaan tau, dan itu si anak gabisa bangun.
Gue ngakak sakit perut. Terus si Akbar meluncurkan gelombang 2: cerita sesat dari Reja...
Ceritanya si Reja lagi jumatan. Kan Al-Fathihah. Terus kan endingnya tuh,
"..waladh-dhaalliiiin."
Ada anak kecil pala miring teriak, "SEMUA BILANG APAA??!"
Otomatis pada jawab "AAAMIIIN"
Abis itu lima shaf belakang batal semua solatnya.
Oke nyampe sini gue secara harafiah kehabisan napas.
OKE lupakan dulu kegilaan bus gue. Pokoknya tujuan pertamanya itu Saung Angklung Udjo (SAU). Di SAU ini kita bakal disambut ama bau tai kelelawar seekor kalong segede gaban, terus disambut ama mbak2 penunggu Saung (nah loh?) yang ngasih brosur ttg SAU. Abis itu kita ke main theater.
Nah di sini kita nggak sendirian, ada mamah2 dari Jamaah Islamiyah sama orang2 GIS. Tapi ttep aja, namanya Raforone #49, kemana juga pasti bawaannya rame. Let's say, rombongan kita paling banyak.
Acara dibuka sama host2 yang cakep2, Mang Yana ama Teh Dwi. Teh Dwi ini special case: tinggi, cantik, mana kebayanya rada transparan juga, membuat semua cowok seangkatan kesengsem abis. Kalo menurut twitter, smua cowo di angkatan gue ber bacol (bahan cokil) Teh Dwi ini. Ckckck...
Abis itu kita nonton Wayang Golek. Dari joget sampe tawuran, ternyata wayang kita sakti bener. Dalangnya juga hebat, bisa bikin iringan ekstra make kaki. Wuihh...dewa bener! Jadi makin bangga ama Indonesia (Y).
Note: MALAYSIA MAU NIRU? HADAPI MAYAT GUE DULU!
Terus kita dengerin pertunjukan Apa dulu yah? Kalo gak Kuda Lumping ya ARUMBA. Di Kuda Lumping ini, temen gue si Rustam ngegoda satu cewek masih kecil berbaju merah...dan sepanjang sisa hari kita di SAU, itu cewek kaya ngejauh2 gimana dari dia tapi ttep aja senyum2 (Rustam penderita pedofilia). Kalo ARUMBA itu singkatan dari Alunan Rumpun Bambu. DEMI APAPUN ITU KEREN ABIS. Dari lagu pop? Klasik? Tradisional? Bahkan ada lagu Jazznya juga! Seandainya gue bisa upload videonya di sini...itu personil2 ARUMBA dewa2 banget.
Terus ada Tari Topeng dll, sama terus diajak main angklung bareng. Gue kebagian nada E (Mi). Hmm boleh juga, banyak perannya tuh hehe.
Nah baru deh pemain angklung senior. Eh mainnya Terajana, maka sudah jelas Bu Asmiaty tersayang maju kedepan dan joget dengan cueknya. Raforone Fever bangkit! Semua anak cewek2 yang eksis ikutan maju dan joget. Ujung2nya orang2 GIS juga ikutan dan Pak Istadi nyanyi ala karoke...angklugnya malah gak kedengeran HAHA-_-"v.
Abis makan siang dan solat, kita lanjut ke hotel. Hotel kita itu Hotel Panorama Lembang...
OK, karena gue diajak pergi sama ortu gue gue tutup di sini dulu. Nanti bakal gue lanjutin sesempet gue.
HIDUP RAFORONE!!
Wass. wr. wb.
-Alfi
Monday, May 9, 2011
Secrets
Assalamualaikum wr. wb.
OK, udah klik. Bakal ada 3 seri. Yang pertama jdulnya Secrets.
Here are the books and the writers:
1) Into the Titan: Alfi Rizky R.
Target time: Titanic
2) Sky's Fall: Sarah A. R. Radian (ini bukan nm aslinya, tp dy tknl dgn nm ini)
Target time: 9/11
3) Occasion of War: Faizal R. Moeis
Target time: Diponegoro War
4) Near Extinction: Salsabila Siliwangi S.
Target time: Pearl Harbor bombing
5) Explosive Force: Princess J. A. N. F.
Target time: Krakatau, 1883
Seri 2 judulnya Revelation, latarnya setaun abis Secrets.
1) Bright Spot: Princess
Target: Tunguska, Siberia, 1908.
2) Red Zone: Moeis
Target: Hiroshima, Japan, 1945.
3) Water Hazard: Salsa
Target: Aceh, Indonesia, 2004.
4) Shockwave: Sarah
Target: Bali Blast 1
5) Storm Zephyr: Alfi
Target: Flight 19 disappearance.
Terakhir, judulnya Unveiled. Langsung nyambung dari seri 2.
1) Time's Quill: Princess
Target: Shakespeare's codes.
2) ??: Salsa
Target: Wedjat Amulet to recharge The Machine.
3) Horus Rising: Alfi
Target: [no target, this is prequel]
4) ??: Moeis
Target: codes in Einstein-Szilard Letter.
5) Shattered: Sarah
Target: [no target, final battle]
Sooo I'll update soon. Wish us luck!
Cheers,
Wass. wr. wb.
-Alfi
OK, udah klik. Bakal ada 3 seri. Yang pertama jdulnya Secrets.
Here are the books and the writers:
1) Into the Titan: Alfi Rizky R.
Target time: Titanic
2) Sky's Fall: Sarah A. R. Radian (ini bukan nm aslinya, tp dy tknl dgn nm ini)
Target time: 9/11
3) Occasion of War: Faizal R. Moeis
Target time: Diponegoro War
4) Near Extinction: Salsabila Siliwangi S.
Target time: Pearl Harbor bombing
5) Explosive Force: Princess J. A. N. F.
Target time: Krakatau, 1883
Seri 2 judulnya Revelation, latarnya setaun abis Secrets.
1) Bright Spot: Princess
Target: Tunguska, Siberia, 1908.
2) Red Zone: Moeis
Target: Hiroshima, Japan, 1945.
3) Water Hazard: Salsa
Target: Aceh, Indonesia, 2004.
4) Shockwave: Sarah
Target: Bali Blast 1
5) Storm Zephyr: Alfi
Target: Flight 19 disappearance.
Terakhir, judulnya Unveiled. Langsung nyambung dari seri 2.
1) Time's Quill: Princess
Target: Shakespeare's codes.
2) ??: Salsa
Target: Wedjat Amulet to recharge The Machine.
3) Horus Rising: Alfi
Target: [no target, this is prequel]
4) ??: Moeis
Target: codes in Einstein-Szilard Letter.
5) Shattered: Sarah
Target: [no target, final battle]
Sooo I'll update soon. Wish us luck!
Cheers,
Wass. wr. wb.
-Alfi
Friday, April 15, 2011
Not Yet Titled
Assalamualaikum wr. wb.
Cerita ini udah punya beberapa kandidat nama.
Yang pertama kepikir ama gue, tema serialnya Secrets.
Terus ada usulan Unveiling Shadows.
Ada lagi Revelation.
Ada lagi...gue lupa.
Pastinya, ini ceritanya:
Tentang agensi khusus yang bisa ngirim orang balik ke masa lalu untuk nemu kode-kode sejarah yang tersembunyi.
Misal:
Rick dikirim ke Titanic untuk nyari dokumen yang disembunyiin di kapal itu sebelum hilang di laut waktu insiden Iceberg Crash,
Miley dikirim ke Krakatau taun 1883 untuk nyari bunker rahasia di pulau itu dan nyelametin kode sama dokumen2 yg disembunyiin di situ sejak jaman Portugis,
Terrence dikirim ke perundingan Diponegoro untuk mastiin dimana VOC nyembunyiin harta jarahan Inggris di Indonesia,
Dona dikirim ke 9/11 untuk nyari kode rahasia dibalik sabotase pesawat itu,
Sam dikirim ke penyerangan Bizantium untuk mastiin kode di dinding benteng Bizantium bisa diambil dan direkam sebelum Bizantium ancur,
Dan masih banyak lagi.
Tiap misi range waktunya sejam, karena kalo telat si agen bakal ikut jadi korban di Mass Death Incident nya.
Kalo semua kode digabung, rahasia kejadian2 bersejarah di dunia bisa dibongkar sampe ke akar2nya. Di tangan yg bener, ini bisa nyelametin Bumi.
Di tangan yg salah, ini bisa berarti kiamat.
Gw pengen ngajak tmn2 gue Moeis, Princess, Salsa, sama Sarah buat ikut nulis bareng. Jadi tiap cerita beda gayanya :)
WML!
Wass. wr. wb.
- Alfi
Cerita ini udah punya beberapa kandidat nama.
Yang pertama kepikir ama gue, tema serialnya Secrets.
Terus ada usulan Unveiling Shadows.
Ada lagi Revelation.
Ada lagi...gue lupa.
Pastinya, ini ceritanya:
Tentang agensi khusus yang bisa ngirim orang balik ke masa lalu untuk nemu kode-kode sejarah yang tersembunyi.
Misal:
Rick dikirim ke Titanic untuk nyari dokumen yang disembunyiin di kapal itu sebelum hilang di laut waktu insiden Iceberg Crash,
Miley dikirim ke Krakatau taun 1883 untuk nyari bunker rahasia di pulau itu dan nyelametin kode sama dokumen2 yg disembunyiin di situ sejak jaman Portugis,
Terrence dikirim ke perundingan Diponegoro untuk mastiin dimana VOC nyembunyiin harta jarahan Inggris di Indonesia,
Dona dikirim ke 9/11 untuk nyari kode rahasia dibalik sabotase pesawat itu,
Sam dikirim ke penyerangan Bizantium untuk mastiin kode di dinding benteng Bizantium bisa diambil dan direkam sebelum Bizantium ancur,
Dan masih banyak lagi.
Tiap misi range waktunya sejam, karena kalo telat si agen bakal ikut jadi korban di Mass Death Incident nya.
Kalo semua kode digabung, rahasia kejadian2 bersejarah di dunia bisa dibongkar sampe ke akar2nya. Di tangan yg bener, ini bisa nyelametin Bumi.
Di tangan yg salah, ini bisa berarti kiamat.
Gw pengen ngajak tmn2 gue Moeis, Princess, Salsa, sama Sarah buat ikut nulis bareng. Jadi tiap cerita beda gayanya :)
WML!
Wass. wr. wb.
- Alfi
Wednesday, April 6, 2011
Sneak Peek: MYTH JUMPERS - X-FILES
Assalamualaikum wr. wb.
Gue lagi nulis Myth Jumpers kan, nah gue udah ada ide bikin lanjutannya. Isinya data2 ama cerita pendek gitulah. Ini slshstu sneak peek nyaa. Dipotong dr slhstu cerpen yg ada, judulnya Holiday's End.
---
I listened more carefully.
One, two, three. Three knocks. Tony was right.
"Go," I said. "Go!"
Fera ran away so quickly I can barely see her. Tony went underground -- Underworld. James ran after Fera. Laura stayed by my side.
"Why aren't you running?" I asked her. She smiled.
"I'm always by your side, remember?"
"I thought it was just a song lyric." But I have to admit, I am sort of pleased having Laura around.
Laura raised Chrusos. She isn't to defend. She's to fight. I smiled and raised Silverlight.
"Let's go," I said.
We ran to the other side of the alley. I accidentally kicked a paper and realized it was the test questions.
"Check this out," Laura said as she took a sheet while running. "Benjamin Franklin is known for his kite-and-key experiment that he did in the middle of a thunderstorm. In what year does he did this?"
"I don't think I know when," I said. "But Franklin is a Thor-Blessed. He won't get shocked in that experiment -- which is pretty much fine."
Laura laughed. "Right, and who's supposed to be a child of Aphrodite?"
"Don't ask," I said grimly. My last encounter with an Aphrodite offspring didn't go on so well -- I can only cope with Laura and that's the best already. "I just know that Shaka Zulu's Buffalo Horn tactic is apparently given by Athena through the animals around Africa."
"And you know that from...?"
"She told me."
"Oh."
We finally reached the door. It was dark outside school. No one is around -- everyone's fled when the storm started striking in.
"Show yourself," I said. Laura prepared her Chrusos to fight.
A hooded figure appeared. He held a grip in his right hand and a silver knife in the left.
The grip glowed and started spreading electricity. I felt the power and took Silverlight into action just in time.
It shot an electricity bolt. Silverlight managed to disperse it into air. Laura shot to that man, but he suddenly disappeared.
"Who's that?" Laura asked. I shrugged.
"Probably a Zeus demigod. Or a Thor-Blessed."
Then a voice rose, "Or neither."
We looked back. Another lightning bolt struck me, but this time I have no chance to neither defend nor evade the attack. Laura was hit as well. We flew for several feet backwards when the man disappeared again.
Where could he be? I looked around but he's nowhere in sight. But then that's when a ball of wind emerged from the air and pushed something -- or someone -- away.
"Will!" I cried. He's the only one able to do this. Will smiled from the distance.
"I'm not too late, am I?" he asked. Laura stood up and helped me to get on my feet. She hugged Will.
"It's a long time," she said. "How's your father?"
"He's good," Will said. "But -- look out!"
His sudden warning made its way into my mind quickly and I ducked. Will swung his blade Anemos into where I was and a blast of wind appeared there. The hooded man was thrown away.
"Let's see who this is," Will said as he forced the hood open. But then Laura gasped and I can feel myself paling.
The man was headless.
---
Well, that's it for now.
Wass. wr. wb.
-Alfi
Gue lagi nulis Myth Jumpers kan, nah gue udah ada ide bikin lanjutannya. Isinya data2 ama cerita pendek gitulah. Ini slshstu sneak peek nyaa. Dipotong dr slhstu cerpen yg ada, judulnya Holiday's End.
---
I listened more carefully.
One, two, three. Three knocks. Tony was right.
"Go," I said. "Go!"
Fera ran away so quickly I can barely see her. Tony went underground -- Underworld. James ran after Fera. Laura stayed by my side.
"Why aren't you running?" I asked her. She smiled.
"I'm always by your side, remember?"
"I thought it was just a song lyric." But I have to admit, I am sort of pleased having Laura around.
Laura raised Chrusos. She isn't to defend. She's to fight. I smiled and raised Silverlight.
"Let's go," I said.
We ran to the other side of the alley. I accidentally kicked a paper and realized it was the test questions.
"Check this out," Laura said as she took a sheet while running. "Benjamin Franklin is known for his kite-and-key experiment that he did in the middle of a thunderstorm. In what year does he did this?"
"I don't think I know when," I said. "But Franklin is a Thor-Blessed. He won't get shocked in that experiment -- which is pretty much fine."
Laura laughed. "Right, and who's supposed to be a child of Aphrodite?"
"Don't ask," I said grimly. My last encounter with an Aphrodite offspring didn't go on so well -- I can only cope with Laura and that's the best already. "I just know that Shaka Zulu's Buffalo Horn tactic is apparently given by Athena through the animals around Africa."
"And you know that from...?"
"She told me."
"Oh."
We finally reached the door. It was dark outside school. No one is around -- everyone's fled when the storm started striking in.
"Show yourself," I said. Laura prepared her Chrusos to fight.
A hooded figure appeared. He held a grip in his right hand and a silver knife in the left.
The grip glowed and started spreading electricity. I felt the power and took Silverlight into action just in time.
It shot an electricity bolt. Silverlight managed to disperse it into air. Laura shot to that man, but he suddenly disappeared.
"Who's that?" Laura asked. I shrugged.
"Probably a Zeus demigod. Or a Thor-Blessed."
Then a voice rose, "Or neither."
We looked back. Another lightning bolt struck me, but this time I have no chance to neither defend nor evade the attack. Laura was hit as well. We flew for several feet backwards when the man disappeared again.
Where could he be? I looked around but he's nowhere in sight. But then that's when a ball of wind emerged from the air and pushed something -- or someone -- away.
"Will!" I cried. He's the only one able to do this. Will smiled from the distance.
"I'm not too late, am I?" he asked. Laura stood up and helped me to get on my feet. She hugged Will.
"It's a long time," she said. "How's your father?"
"He's good," Will said. "But -- look out!"
His sudden warning made its way into my mind quickly and I ducked. Will swung his blade Anemos into where I was and a blast of wind appeared there. The hooded man was thrown away.
"Let's see who this is," Will said as he forced the hood open. But then Laura gasped and I can feel myself paling.
The man was headless.
---
Well, that's it for now.
Wass. wr. wb.
-Alfi
Saturday, January 29, 2011
POST #60
Assalamualaikum wr. wb.
Oke, so di post #60 ini gue mau curhat tentang betapa NYESELNYA gue telah buang2 waktu buat main game.
Jadi gini ceritanya. Gue belom lama ini donlot game GBA buat kompi POKeMON berapa biji gitu. 4 Kalo gasalah. Nah, gue mulai make kompi jam 8an. Gue penasaran dgn game ini, akhirnya gue coba pake maen.
Keseruan. Gakseru juga sih, bikin mata pegel nungguin teksnya. Tapi boleh deh buat tipe game strategi-action.
Walhasil? Gue bener2 CAPEK taugak. Capek dan maksud gue capek. Gue bosen. Dan seakan ada yang nguras semangat gue.
Gue baru deh pengen mulai ngetik, developing TRON Legion, ol, dll. Tapi pas gue lirik jam, taugak jam berapa?
"SETENGAH SEPULUH MALEM."
Jirr gue gedheg banget. Karena malem minggu gue boleh make kompi ampe malem...dan batasnya jam 10.
Ngeselin banget ga?
Udah gitu gue gak sempet ol dan nyapa MSN kek ato Twitter orang yang gue kangenin the most. Pas gue SMS abis main game, dia bilang dia baru mau bobo.
S*iiiiiiiiiiiiiiit.
Kalo begini caranya, nyesel gue main game GBA -_-
Tetap semangat! *muna*
-Alfi
Wass. wr. wb.
Oke, so di post #60 ini gue mau curhat tentang betapa NYESELNYA gue telah buang2 waktu buat main game.
Jadi gini ceritanya. Gue belom lama ini donlot game GBA buat kompi POKeMON berapa biji gitu. 4 Kalo gasalah. Nah, gue mulai make kompi jam 8an. Gue penasaran dgn game ini, akhirnya gue coba pake maen.
Keseruan. Gakseru juga sih, bikin mata pegel nungguin teksnya. Tapi boleh deh buat tipe game strategi-action.
Walhasil? Gue bener2 CAPEK taugak. Capek dan maksud gue capek. Gue bosen. Dan seakan ada yang nguras semangat gue.
Gue baru deh pengen mulai ngetik, developing TRON Legion, ol, dll. Tapi pas gue lirik jam, taugak jam berapa?
"SETENGAH SEPULUH MALEM."
Jirr gue gedheg banget. Karena malem minggu gue boleh make kompi ampe malem...dan batasnya jam 10.
Ngeselin banget ga?
Udah gitu gue gak sempet ol dan nyapa MSN kek ato Twitter orang yang gue kangenin the most. Pas gue SMS abis main game, dia bilang dia baru mau bobo.
S*iiiiiiiiiiiiiiit.
Kalo begini caranya, nyesel gue main game GBA -_-
Tetap semangat! *muna*
-Alfi
Wass. wr. wb.
Sunday, January 2, 2011
AI Untuk Aisha
Gue ngarang nih. Ceritanya ttg anak namanya Alif yang jago programming dan betapa dia nyamain dunia maya sama dunia nyata, tapi mulai bingung tentang merging dua dunia itu pas jatuh cinta u/ pertama kali...
Gue tau ujungnya nggembos, gue tau cerita ini abal...tapi, well, enjoy!
- Alfi
-------
Entah bagaimana, aku bisa membaca kehidupan semudah aku membaca routine sebuah program.
Tapi ini berbeda. Hei, aku sudah menciptakan berbagai Artificial Intelligence alias AI, Kecerdasan Buatan, dan entah karena itu atau kenapa tapi aku jadi mampu membaca tindakan setiap orang. Dari hobi yang sama aku juga mampu membuat rencana sempurna, dimana tiap rutin berjalan semestinya, namun kali ini adalah sebuah kasus yang berbeda. Entah kenapa aku tidak bisa membaca jalan pikiran seorang yang satu ini.
Aku begitu terbiasa membaca program. Aku telah merasa terhanyut ke dalam aliran sungai berbeda yang bersikan digit 0 dan 1. Hidupku telah mendigitalisasikan diri, bagiku dunia maya yang abstrak dan dunia nyata yang begitu riil telah menyatu menjadi satu, sebuah kombinasi yang unik namun mungkin. Bagiku, di dunia nyata maupun maya, rumusnya sama. Jika dalam kondisi A, akan terbentuk variabel bernamakan variabel X. Jika variabel X ini diproses sesuai kondisi B, maka nilai dalam variabel tersebut akan berubah, dan nilai temporernya disimpan dalam variabel Y. Kemudian barulah dilakukan ekuasi dimana X ekuivalen dengan Y.
Itu baru rutin dasar. Hidup bisa menjadi lebih kompleks, namun bagiku, walaupun semakin rumit jaringannya, rutinnya tidak berubah. Hanya sebuah rutin yang ribet dan berskala besar, namun berlakulah fungsi repetisi sehingga menjadi sebuah jaringan rutin yang berbeda. Hidupku tidak pernah lebih dari itu.
Hingga datanglah seorang gadis bernama Aisha.
Di dalam daftar rutinku, aku telah membuat kira-kira seratus tigapuluh ribu rutin berisi AI yang memiliki sifat, reaksi, dan sikap yang berbeda-beda. Masing2 AI mempunyai rutin yang sama. Aku hafal tiap fungsi di dalam tiap AI, dan dari itu aku hafal sifat tiap orang hingga ke rahasia2 yang mungkin disembunyikannya. Aku juga telah menambahkan ekuasi Rumus Kekacauan, nilai berkisar kira kira 4,669 untuk mengantisipasi kejadian dan ledakan tak terduga dari AI tersebut. Dan di dunia nyata, dugaanku yang tertuang dalam formula AI tersebut 100% benar.
Paling tidak, sebelum Aisha masuk dalam hidupku.
Aku entah kenapa begitu tertarik padanya. Ia berbeda, hanya itu yang bisa kudeskripsikan. Ini tidak wajar, biasanya aku bisa mendeskripsikan seseorang dari fisik hingga psikis nya dengan berdasar kepada AI-ku yang paling tepat mendeskripsikan orang tersebut.
Aisha cantik. Itu aku yakin. Banyak gadis yang lebih cantik darinya, namun aku tetap merasa lebih senang memandang wajah Aisha dibanding gadis2 cantik tersebut.
Aku berusaha mengenalnya. Dari sejak berkenalan hingga kini kami berteman baik, malah bisa dibilang bersahabat, aku telah berusaha membuat AI yang mungkin bisa mendeskripsikannya -- kira2 sudah dua ratus enam puluh tujuh kali -- namun tidak satupun yang cocok. Entah kenapa, aku selalu mencapai jalan buntu di tengah jalan.
Ini tidak biasa. Aku selalu berusaha mengenal orang dengan membuat scratch AI nya, dan biasanya dari lembar tersebut akan berkembang sistem yang lebih kompleks, hingga jadilah kode AI yang sempurna. Dengan mempelajari AI tersebut, aku bisa mempelajari sifat orang yang ku ingin tahu.
Namun aku selalu gagal membuat kode AI yang bisa menggambarkan Aisha. Selalu ada yang meleset -- 267 AI yang kucoba tidak ada satupun yang akurat.
Aisha memang berbeda. Tidak hanya aku tidak bisa membuat AI yang sempurna untuk mendeskripsikannya, ia entah bagaimana benar2 mempengaruhi hidupku. Aku selalu berusaha membuatnya terkesan. Ia ilmuwan, kecerdasannya telah dikagumi banyak orang, dan banyak yang bilang bahwa hanya aku yang bisa mengerti perkataannya. Namun ia juga orang yang extrovert, ia benar2 terbuka, dan karena itu juga ia dengan mudah mendapatkan teman. Atau cowok lain yang juga suka padanya.
Aku belum bilang ya? Aku banyak saingan dalam berebut Aisha. Mulai dari Romi yang jago biologi, Ronal yang terkenal dengan permainan futsal nya, Jodie yang benar2 lihai bermain basket, hingga ke Herman yang cuma terkenal karena bandelnya. Mereka semua punya nama. Aku? Tidak pernah ada yang dengar tentang Alif kecuali sebagai seorang yang freak, antisosial, aneh, tidak punya teman selain komputernya, dan suka menuliskan kode2 yang -- di mata orang awam -- hanya sekumpulan digit tak berarti. Tidak ada yang mengerti diriku sebaik Aisha. Bahkan orangtuaku sekalipun tidak berusaha mengenaliku, mereka menganggap ada baiknya aku mendapat kebebasan tersendiri untuk menjelajahi dunia tanpa ada orangtua yang mengunci.
Namun Aisha tidak seperti kebanyakan orang. Ia mengerti maksudku, ia adalah orang paling logis yang pernah kukenal. Ia mengerti maksud semua kode yang kutuliskan dengan belajar hanya dalam lima menit, ia telah menyempurnakan berbagai karya digitalku, ia mendampingiku hingga mendapatkan Worldwide Juvenile Programmer Award -- sesuatu yang tidak punya arti di mata teman2ku yang benar2 duniawi. Namun itu benar2 sebuah prestasi di mata Aisha, dan itu benar2 menghangatkan hatiku entah bagaimana.
Aku mencoba lagi membaca Aisha. Sementara teman2ku berebut perhatian darinya, aku mencoba mengenalinya dengan caraku sendiri.
function AISHA {
require "AI_BASE.part";
$mind = fetch(../AI_STD.dll);
$soul = fetch(../AI_SOUL.dll);
$gender = fetch(../AI_BASE.part?g=female);
$lock = focus_SECURE($gender);
$lock = lock_down($lock);
if($condition1)
{
$person = $react20187;
$condition1 = FALSE;
}
while($condition === TRUE)
{
$person = fetch(../AI_ACT1.dll);
$person = $person++;
$react = $person;
$react = TRUE;
}
}
Aku berhenti sebentar. Aku telah menuliskan rutin yang sama di semua kode AI yang telah kubuat. Aku kembali memeriksa Aisha1.co (kode AI untuk Aisha yang pertama kubuat) hingga ke Aisha267.co yang terakhir kubuat. Kubandingkan kodenya, berusaha menemukan kelebihan dan kekurangan tiap kode, dan aku menyalin beberapa baris kode dari tiap file. Aku menyalin tiap baris yang menurutku akan menyempurnakan kode kali ini. Kemudian aku mencoba mengeksekusi kode tersebut.
Unable to execute order. Invalid executed function.
(L98) Not expecting NULL_CONDITION in line 98.
(L114) Unexpected '(' in WHILE function in line 114.
(L118) Unable to execute WHILE function in line 118. Refer to previous error.
(L167) INVALID_FUNCTION error in line 167.
...
Aku terus membaca daftar kesalahan di kode yang kubuat. Rupanya ada banyak fungsi yang belum kuhentikan, padahal seharusnya ekspresi tersebut kututup sebelum menjalankan fungsi berikutnya.
Aku memperbaiki lagi AI ku, dengan cepat memindai tiap baris kodeku dan menemukan tiap error yang dimaksud oleh parser kodeku.
Aku kembali mengeksekusi kodeku. Namun ternyata hasilnya masih belum memuaskan.
save_file("Aisha268.co","../AI/Aisha/");
"Ini payah," gumamku. Akupun mematikan laptopku dan pergi tidur.
function Sleep($user) {
require "user.dat";
if($brain_work=17%)
{
$user = SWITCH_OFF;
$user = temp_SHUT_DOWN;
$user = limit_SD;
$faint = temp_SHUT_DOWN,SWITCH_OFF,long_term_SD;
$faint = FALSE;
$death = SWITCH_OFF,perm_SHUT_DOWN;
$death = FALSE;
$user = TRUE;
}
}
Sleep("Alif");
******
Aku terbangun mendapati limabelas missed call dari Aisha di layar ponselku.
Tumben?
Aku segera menghubungi Aisha. Belum sedetik teleponku tersambung, Aisha sudah menjawab.
Pembicaraan kami benar2 singkat secara harafiah. Ia memintaku menemuinya di taman sesegera mungkin, dan aku segera mandi kilat dan mengenakan baju santai -- kaos dan jeans, jenis baju yang tidak mungkin diduga kumiliki oleh teman2ku.
function quick_bath() {
require "user.dat";
if($hygiene <= 50% || $chase = TRUE)
{
$user = clean_user("Alif",$time-500);
$user = TRUE;
}
}
quick_bath();
Selesai berganti pakaian, aku segera berlari ke taman. Kulihat Aisha di tempat ia berjanji akan hadir. Airmata membanjiri wajah eloknya.
"Ada apa?" tanyaku segera. Itulah tipeku: langsung ke pokok permasalahan, mempunyai rumus untuk segala kondisi.
"Kau tidak akan percaya," katanya dengan agak tersendat. Iapun menceritakan pengalamannya semalam. Semakin ia berusaha mengingat dan menceritakannya, semakin deras aliran airmatanya.
Ia benar: aku tidak bisa mempercayai yang diceritakannya.
Seorang Aisha? Seorang yang nampak begitu innocent, terlindung, dan ahli ilmu beladiri...diperkosa?
Kurang ajar.
Aisha semakin menangis. Beberapa orang mulai menoleh. Aku tidak tahan lagi, semakin jauh ia menceritakan pengalaman mengerikannya, semakin aku tidak mau mendengarkan.
Mengerikan.
"Sudah lapor polisi?" tanyaku karena aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Aisha mengangguk.
"Mereka sudah janji akan -- hik -- mengejar pe-- hik --lakunya. Katanya bekas2 di pakaianku dan sisa2nya di tubuhku bisa digunakan untuk membantu pencarian," jawabnya sesenggukan. Aku agak gemetar waktu ia mengucapkan 'tubuhku' -- aku bisa mengerti ketakutannya -- namun aku kemudian terdiam.
"Itu tidak akan cukup," ungkapku. "Kau sudah memberikan detailnya?"
"Sudah," katanya. "Sudah kuberitahu mereka segalanya yang bisa ku ingat dari waktu itu. Aku benar2 takut."
Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak merasa iba. "Lalu kenapa kau masih diperbolehkan berjalan2 tanpa pengawasan?"
"Aku tidak pernah berkata akan ke sini tanpa pengawasan," jawabnya sambil memiringkan kepalanya sedikit ke arah bangku di seberang air mancur taman. Aku melihat sebuah mobil sedan metalik diparkir di sana, dan saat melihat plat nomernya, aku langsung tahu itu mobil Aisha. Kemudian Aisha memberi sedikit tanda padaku untuk melihat ke belakang. Di belakangku pun aku melihat mobil yang langsung kukenali sebagai mobil paman Aisha. Dan kemudian aku sekilas melihat orang tua memandangku tajam dari balik koran yang pura2 ia baca. Aku mengenali mata elang yang ramah itu. Kakek Aisha.
Aku menjadi waspada.
"Aku ingin sekali menghiburmu," ujarku jujur. "Tapi aku tak tahu mesti bagaimana."
Akhirnya Aisha tersenyum. Pipinya masih basah airmata, namun ia segera mengelapnya kering.
"Terimakasih banyak," katanya. "Sebaiknya kau mulai memisahkan rumusmu di dunia maya dan kehidupan sesungguhnya. Hidup tidak bisa dihitung."
Saat itulah aku sadar maksudnya. Dan mendadak aku telah mendapat menyempurnaan untuk kode Aisha.
Gue tau ujungnya nggembos, gue tau cerita ini abal...tapi, well, enjoy!
- Alfi
-------
Entah bagaimana, aku bisa membaca kehidupan semudah aku membaca routine sebuah program.
Tapi ini berbeda. Hei, aku sudah menciptakan berbagai Artificial Intelligence alias AI, Kecerdasan Buatan, dan entah karena itu atau kenapa tapi aku jadi mampu membaca tindakan setiap orang. Dari hobi yang sama aku juga mampu membuat rencana sempurna, dimana tiap rutin berjalan semestinya, namun kali ini adalah sebuah kasus yang berbeda. Entah kenapa aku tidak bisa membaca jalan pikiran seorang yang satu ini.
Aku begitu terbiasa membaca program. Aku telah merasa terhanyut ke dalam aliran sungai berbeda yang bersikan digit 0 dan 1. Hidupku telah mendigitalisasikan diri, bagiku dunia maya yang abstrak dan dunia nyata yang begitu riil telah menyatu menjadi satu, sebuah kombinasi yang unik namun mungkin. Bagiku, di dunia nyata maupun maya, rumusnya sama. Jika dalam kondisi A, akan terbentuk variabel bernamakan variabel X. Jika variabel X ini diproses sesuai kondisi B, maka nilai dalam variabel tersebut akan berubah, dan nilai temporernya disimpan dalam variabel Y. Kemudian barulah dilakukan ekuasi dimana X ekuivalen dengan Y.
Itu baru rutin dasar. Hidup bisa menjadi lebih kompleks, namun bagiku, walaupun semakin rumit jaringannya, rutinnya tidak berubah. Hanya sebuah rutin yang ribet dan berskala besar, namun berlakulah fungsi repetisi sehingga menjadi sebuah jaringan rutin yang berbeda. Hidupku tidak pernah lebih dari itu.
Hingga datanglah seorang gadis bernama Aisha.
Di dalam daftar rutinku, aku telah membuat kira-kira seratus tigapuluh ribu rutin berisi AI yang memiliki sifat, reaksi, dan sikap yang berbeda-beda. Masing2 AI mempunyai rutin yang sama. Aku hafal tiap fungsi di dalam tiap AI, dan dari itu aku hafal sifat tiap orang hingga ke rahasia2 yang mungkin disembunyikannya. Aku juga telah menambahkan ekuasi Rumus Kekacauan, nilai berkisar kira kira 4,669 untuk mengantisipasi kejadian dan ledakan tak terduga dari AI tersebut. Dan di dunia nyata, dugaanku yang tertuang dalam formula AI tersebut 100% benar.
Paling tidak, sebelum Aisha masuk dalam hidupku.
Aku entah kenapa begitu tertarik padanya. Ia berbeda, hanya itu yang bisa kudeskripsikan. Ini tidak wajar, biasanya aku bisa mendeskripsikan seseorang dari fisik hingga psikis nya dengan berdasar kepada AI-ku yang paling tepat mendeskripsikan orang tersebut.
Aisha cantik. Itu aku yakin. Banyak gadis yang lebih cantik darinya, namun aku tetap merasa lebih senang memandang wajah Aisha dibanding gadis2 cantik tersebut.
Aku berusaha mengenalnya. Dari sejak berkenalan hingga kini kami berteman baik, malah bisa dibilang bersahabat, aku telah berusaha membuat AI yang mungkin bisa mendeskripsikannya -- kira2 sudah dua ratus enam puluh tujuh kali -- namun tidak satupun yang cocok. Entah kenapa, aku selalu mencapai jalan buntu di tengah jalan.
Ini tidak biasa. Aku selalu berusaha mengenal orang dengan membuat scratch AI nya, dan biasanya dari lembar tersebut akan berkembang sistem yang lebih kompleks, hingga jadilah kode AI yang sempurna. Dengan mempelajari AI tersebut, aku bisa mempelajari sifat orang yang ku ingin tahu.
Namun aku selalu gagal membuat kode AI yang bisa menggambarkan Aisha. Selalu ada yang meleset -- 267 AI yang kucoba tidak ada satupun yang akurat.
Aisha memang berbeda. Tidak hanya aku tidak bisa membuat AI yang sempurna untuk mendeskripsikannya, ia entah bagaimana benar2 mempengaruhi hidupku. Aku selalu berusaha membuatnya terkesan. Ia ilmuwan, kecerdasannya telah dikagumi banyak orang, dan banyak yang bilang bahwa hanya aku yang bisa mengerti perkataannya. Namun ia juga orang yang extrovert, ia benar2 terbuka, dan karena itu juga ia dengan mudah mendapatkan teman. Atau cowok lain yang juga suka padanya.
Aku belum bilang ya? Aku banyak saingan dalam berebut Aisha. Mulai dari Romi yang jago biologi, Ronal yang terkenal dengan permainan futsal nya, Jodie yang benar2 lihai bermain basket, hingga ke Herman yang cuma terkenal karena bandelnya. Mereka semua punya nama. Aku? Tidak pernah ada yang dengar tentang Alif kecuali sebagai seorang yang freak, antisosial, aneh, tidak punya teman selain komputernya, dan suka menuliskan kode2 yang -- di mata orang awam -- hanya sekumpulan digit tak berarti. Tidak ada yang mengerti diriku sebaik Aisha. Bahkan orangtuaku sekalipun tidak berusaha mengenaliku, mereka menganggap ada baiknya aku mendapat kebebasan tersendiri untuk menjelajahi dunia tanpa ada orangtua yang mengunci.
Namun Aisha tidak seperti kebanyakan orang. Ia mengerti maksudku, ia adalah orang paling logis yang pernah kukenal. Ia mengerti maksud semua kode yang kutuliskan dengan belajar hanya dalam lima menit, ia telah menyempurnakan berbagai karya digitalku, ia mendampingiku hingga mendapatkan Worldwide Juvenile Programmer Award -- sesuatu yang tidak punya arti di mata teman2ku yang benar2 duniawi. Namun itu benar2 sebuah prestasi di mata Aisha, dan itu benar2 menghangatkan hatiku entah bagaimana.
Aku mencoba lagi membaca Aisha. Sementara teman2ku berebut perhatian darinya, aku mencoba mengenalinya dengan caraku sendiri.
function AISHA {
require "AI_BASE.part";
$mind = fetch(../AI_STD.dll);
$soul = fetch(../AI_SOUL.dll);
$gender = fetch(../AI_BASE.part?g=female);
$lock = focus_SECURE($gender);
$lock = lock_down($lock);
if($condition1)
{
$person = $react20187;
$condition1 = FALSE;
}
while($condition === TRUE)
{
$person = fetch(../AI_ACT1.dll);
$person = $person++;
$react = $person;
$react = TRUE;
}
}
Aku berhenti sebentar. Aku telah menuliskan rutin yang sama di semua kode AI yang telah kubuat. Aku kembali memeriksa Aisha1.co (kode AI untuk Aisha yang pertama kubuat) hingga ke Aisha267.co yang terakhir kubuat. Kubandingkan kodenya, berusaha menemukan kelebihan dan kekurangan tiap kode, dan aku menyalin beberapa baris kode dari tiap file. Aku menyalin tiap baris yang menurutku akan menyempurnakan kode kali ini. Kemudian aku mencoba mengeksekusi kode tersebut.
Unable to execute order. Invalid executed function.
(L98) Not expecting NULL_CONDITION in line 98.
(L114) Unexpected '(' in WHILE function in line 114.
(L118) Unable to execute WHILE function in line 118. Refer to previous error.
(L167) INVALID_FUNCTION error in line 167.
...
Aku terus membaca daftar kesalahan di kode yang kubuat. Rupanya ada banyak fungsi yang belum kuhentikan, padahal seharusnya ekspresi tersebut kututup sebelum menjalankan fungsi berikutnya.
Aku memperbaiki lagi AI ku, dengan cepat memindai tiap baris kodeku dan menemukan tiap error yang dimaksud oleh parser kodeku.
Aku kembali mengeksekusi kodeku. Namun ternyata hasilnya masih belum memuaskan.
save_file("Aisha268.co","../AI/Aisha/");
"Ini payah," gumamku. Akupun mematikan laptopku dan pergi tidur.
function Sleep($user) {
require "user.dat";
if($brain_work=17%)
{
$user = SWITCH_OFF;
$user = temp_SHUT_DOWN;
$user = limit_SD;
$faint = temp_SHUT_DOWN,SWITCH_OFF,long_term_SD;
$faint = FALSE;
$death = SWITCH_OFF,perm_SHUT_DOWN;
$death = FALSE;
$user = TRUE;
}
}
Sleep("Alif");
******
Aku terbangun mendapati limabelas missed call dari Aisha di layar ponselku.
Tumben?
Aku segera menghubungi Aisha. Belum sedetik teleponku tersambung, Aisha sudah menjawab.
Pembicaraan kami benar2 singkat secara harafiah. Ia memintaku menemuinya di taman sesegera mungkin, dan aku segera mandi kilat dan mengenakan baju santai -- kaos dan jeans, jenis baju yang tidak mungkin diduga kumiliki oleh teman2ku.
function quick_bath() {
require "user.dat";
if($hygiene <= 50% || $chase = TRUE)
{
$user = clean_user("Alif",$time-500);
$user = TRUE;
}
}
quick_bath();
Selesai berganti pakaian, aku segera berlari ke taman. Kulihat Aisha di tempat ia berjanji akan hadir. Airmata membanjiri wajah eloknya.
"Ada apa?" tanyaku segera. Itulah tipeku: langsung ke pokok permasalahan, mempunyai rumus untuk segala kondisi.
"Kau tidak akan percaya," katanya dengan agak tersendat. Iapun menceritakan pengalamannya semalam. Semakin ia berusaha mengingat dan menceritakannya, semakin deras aliran airmatanya.
Ia benar: aku tidak bisa mempercayai yang diceritakannya.
Seorang Aisha? Seorang yang nampak begitu innocent, terlindung, dan ahli ilmu beladiri...diperkosa?
Kurang ajar.
Aisha semakin menangis. Beberapa orang mulai menoleh. Aku tidak tahan lagi, semakin jauh ia menceritakan pengalaman mengerikannya, semakin aku tidak mau mendengarkan.
Mengerikan.
"Sudah lapor polisi?" tanyaku karena aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Aisha mengangguk.
"Mereka sudah janji akan -- hik -- mengejar pe-- hik --lakunya. Katanya bekas2 di pakaianku dan sisa2nya di tubuhku bisa digunakan untuk membantu pencarian," jawabnya sesenggukan. Aku agak gemetar waktu ia mengucapkan 'tubuhku' -- aku bisa mengerti ketakutannya -- namun aku kemudian terdiam.
"Itu tidak akan cukup," ungkapku. "Kau sudah memberikan detailnya?"
"Sudah," katanya. "Sudah kuberitahu mereka segalanya yang bisa ku ingat dari waktu itu. Aku benar2 takut."
Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak merasa iba. "Lalu kenapa kau masih diperbolehkan berjalan2 tanpa pengawasan?"
"Aku tidak pernah berkata akan ke sini tanpa pengawasan," jawabnya sambil memiringkan kepalanya sedikit ke arah bangku di seberang air mancur taman. Aku melihat sebuah mobil sedan metalik diparkir di sana, dan saat melihat plat nomernya, aku langsung tahu itu mobil Aisha. Kemudian Aisha memberi sedikit tanda padaku untuk melihat ke belakang. Di belakangku pun aku melihat mobil yang langsung kukenali sebagai mobil paman Aisha. Dan kemudian aku sekilas melihat orang tua memandangku tajam dari balik koran yang pura2 ia baca. Aku mengenali mata elang yang ramah itu. Kakek Aisha.
Aku menjadi waspada.
"Aku ingin sekali menghiburmu," ujarku jujur. "Tapi aku tak tahu mesti bagaimana."
Akhirnya Aisha tersenyum. Pipinya masih basah airmata, namun ia segera mengelapnya kering.
"Terimakasih banyak," katanya. "Sebaiknya kau mulai memisahkan rumusmu di dunia maya dan kehidupan sesungguhnya. Hidup tidak bisa dihitung."
Saat itulah aku sadar maksudnya. Dan mendadak aku telah mendapat menyempurnaan untuk kode Aisha.
function AISHA {
require "AI_BASE.part";
$mind = fetch(../AI_STD.dll);
$soul = fetch(../AI_SOUL.dll);
$gender = fetch(../AI_BASE.part?g=female);
$lock = focus_SECURE($gender);
$lock = lock_down($lock);
if($condition1)
{
$person = $react20187;
$condition1 = FALSE;
}
while($condition === TRUE)
{
$person = fetch(../AI_ACT1.dll);
$person = $person++;
$react = $person;
$react = TRUE;
}
continue(FALSE);
terminate_function();
terminate_command();
end();
}
Aku kembail memikirkan kode yang terbentuk di pikiranku itu.
Ya, pikirku. Itulah baris yang kucari selama ini. Seharusnya aku tidak berusaha mengkalkulasikan Aisha. Jika aku ingin memahaminya, aku harus mengenalinya dengan lebih duniawi. Dengan cara yang tidak hanya bisa dihitung, namun juga dirasakan. Seharusnya aku mengakhiri kode ini dari dulu.
Aku tidak bisa menahan senyum.
"Kau akan dijemput mereka?" tanyaku.
"Boleh tidak," katanya membaca pikiranku. "Namun mereka akan mengawalku."
"Tidak masalah," kataku. "Mau kuantar pulang?"
Aisha langsung memahami seluk beluk pikiranku. Ia memberiku senyumnya yang memukau.
"Tak akan kutolak," katanya sambil menggenggam tanganku.
Kami berdiri dan berjalan kaki ke rumah Aisha. Dari pojok mataku, aku bisa melihat tiga penjaga Aisha ikut bergerak. Tapi aku tak peduli.
Keluarga Aisha kenal baik padaku. Mereka percaya padaku. Dan aku percaya mereka.
Kali ini adalah waktuku sendirian bersama Aisha. Kami menikmati tiap langkah yang kami ambil, aku selalu merasa ada yang melonjak di dalamku tiap teringat tangan yang kugenggam, dan aku mulai berusaha mengenalnya lebih baik. Dan -- jika sempat -- kami membicarakan tentang AI yang telah kubuat atau mungkin, hanya mungkin, aku melihat matanya berkilat tiap ia menanyakan sesuatu tentangku dan mendapatkan jawaban.
Aku cuma bisa berharap perkenalan kami ini bisa menjurus ke arah yang lebih dalam. Yang lebih permanen.
Doakan aku ya?
function Story_Terminate($title) {
terminate_function();
terminate_command();
end();
}
Story_Terminate("AI Untuk Aisha");
******
Wednesday, December 29, 2010
Ide-Ide?
Assalamualaikum wr. wb.
Sebenrnya gue blank, cuman gue pengen nyalurin bbrp ide belakangan.
Sebenrnya gue blank, cuman gue pengen nyalurin bbrp ide belakangan.
- Gue dapet inspirasi gak jelas untuk bikin karya cerita yang judulnya Ground Zero. Karena bingung, gue bikin ini jadi fanfic Jurassic Park :)
- Entah darimana datengnya, gue bikin blog gue jadi bertema TRON: Legacy dan mendadak sekarang blog gue udah kaya Cyberspace nya The Grid, gelap tapi tiap objek bercahaya jadi terang. Terus temanya futuristik.
- Gue udah selesai belajar intro buat lagu Romance de Amor yang dibikin sama Pakde gue (Pakde gue dewa men) dan gue pengen bisa main duet sama Princess u/ lagu Final Nightfall sama Love in the Doomsday, sealian minta dia ngajarin gue Romance de Amor yang bener sampe abis (gue mentok tengah jalan) dan ngajarin dia intro bikinan Pakde gue ini :)
- Abis ini, gue bakal mulai melangkah sbg Ekaterina sejati.
- Gue lagi banyak ide u/ lanjut nulis Unconscious (baca Page Projects)
- Gue HARUS lanjut nulis Myth Jumpers soalnya bentar lagi udah mau abis ceritanya!
Wish me luck yaa~
Wass. wr. wb
Monday, December 20, 2010
TRON: Legacy
Oke, gue udah nonton TRON: Legacy rame2 sama temen2 baik gue Luthfia Annisa, Restu Andreza, Faizal Moeis, Elma Nadhira dan itu film bikin dua temen cewek gue ampe nangis waktu di endingnya.
Film ini, menurut gue, udah ngisi kriteria film bagus. Animasi? Oke punya. Aktor? Boleh juga aktingnya. Storyline? Rasanya singkat banget, tapi adegan2nya seru! Musik? No doubt. Satu2nya kelemahan film ini tuh kecil banget, dan bisa dibilang nggak ngefek. Kelemahannya yaitu RELEVANSI JUDUL. Judul filmnya TRON: Legacy, tapi samasekali nggak nyinggung apa2 tentang Tron. Malah karakter Tron di situ di reuse sama Clu jadi antagonis namanya Rinzler.
Well? Tapi menurut gue, sebenernya judulnya kaya gitu biar ada relevansi bukan sama cerita, tapi sama sekuel sebelumnya, film Disney judulnya TRON yang dirilis tahun 1982. Ini judulnya TRON: Legacy karena ini lanjutan dari film itu.
Oke, jalan cerita.
Waktu kecil, Sam Flynn selalu diceritain tiap malem sama bapaknya Kevin Flynn (programmer, CEO perusahaan tech industry Encom -- baca En-kom -- dan tokoh utama di film 1982) tentang dunia digital yang namanya The Grid. Disebut sbg "a world of infinite possibilities", dunia dengan kemungkinan yang tak terhingga. Karena diceritain tiap malem, lama2 Sam pengen bisa ke Grid.
Tapi waktu cerita bapaknya baru tengah jalan, dengan kalimat terakhir "a miracle happened", Kevin ilang. Akhirnya Sam tumbuh besar jadi anak nekat, bandel, tapi pinter turunan bapaknya.
Nah, ceritanya udah bertahun2, Sam udah dewasa, partner Kevin yang namanya Alan Bradley (dia yang bikin program Tron untuk ngelindungi The Grid) dapet Page (pesan, macem Email lewat alat komunikasi yang dibikin Kevin) dari kantor Kevin di Arcade (yang, ironisnya, sebagian besar game di arcade ini buatan Kevin sendiri).
Sam pun investigasi. Dan dia gak sengaja nemu kantor bokapnya. Di situ, dia nyari petunjuk tentang Page aneh itu.
Ujung2nya, dia ngeaktivasi Laser Control -- ini digitizer yang ngubah makhluk hidup jadi digit dunia maya.
Sam akhirnya masuk The Grid. Tapi, karena belom punya Identity Disc, dia dianggep program ilegal dan dihukum main Tron Games -- ini semacem adu gladiator, tempat tempur ato sampe mati.
Kira2 gitulah, Sam berantem sama program lain, dan sedikit2 dia belajar. Tapi pas lawan Rinzler, program algojo yang paling kuat, Rinzler nyadar kalo Sam itu User bukan program.
Sam dibawa ke Clu.
Awalnya, Sam ngira Clu itu ayahnya. Tapi terus sedikit2 keluar tanda dan akhirnya Clu ngaku dia bukan ayahnya Sam.
Sam dibuang ke Arena dan dihukum main Light Cycle. Ini adegan udah ada dari sejak film pertamanya. Di arena ini, pemain naik motor yang bakal ninggalin jejak cahaya yang bentuknya kaya tembok, disebut Light Wall. Kalo ada motor yang nabrak Light Wall, langsung ancur.
Jadi aturannya sederhana: hindari Light Wall lawan, buat lawan nabrak Light Wall kita.
Sam, yang dewanya ngedrift, nerima tantangan Clu dan main ama program lain lawan pasukan Clu (lima lawan lima).
Awalnya pihak Sam dibabat, tapi pas tinggal Sam ama program lain, mereka kerjasama dan berbagi strategi, satu persatu numbangin timnya Clu.
Tapi akhirnya temen Sam itu pun gugur. Nah, pas itulah Quorra (program temen Kevin) masuk naik mobil dan nolong Sam.
Sam dibawa sama Quorra ketemu Kevin. Akhirnya Kevin ngejelasin berbagain motifnya Clu, dan Sam mutusin kalo dia mau nolong Kevin keluar, Sam harus nolong dari luar karena waktu Sam masuk dia ngebuka portal. Kalo Clu sampe keluar duluan, dia ama program2nya bakal ngebuka tirani di dunia manusia.
Terus Kevin ngejelasin tentang miracle yang dia bilang dulu terjadi di Grid. Ternyata, seperti kehidupan, kondisi program Grid yang memungkinkan menghasilkan 'makhluk hidup' -- program yang terbentuk sendiri dari alamnya. Program2 ini disebut ISO (Isomorphic Algorithm -- Alogaritma Isomorfik).
Ceritanya Clu cemburu karena Kevin nganggep para ISO lebih sempurna dari Clu, akhirnya Clu ngebangkang ama program lain yang dia recycle. Tron bertarung ama Clu biar Kevin bisa kabur, karena Information Disc punya Kevin itu isinya segala source code tentang The Grid -- kalo Clu dapet, dia bisa ngebuka semua rahasia The Grid. Termasuk jalan2 keluar dari Grid ke dunia nyata.
Terus Clu ngalahin Tron, dan para ISO digenosida sama dia. Portal ditutup, jadi Kevin terjebak di dunia program.
Nah, akhirnya, Sam punya rencana sendiri. Dia pengen ke portal duluan biar bisa bantu Kevin dari luar. Quorra awalnya nggak mau, tapi ujung2nya dia ngasih kontak program yang namanya Zeus/Zuse (gatau yang mana yang bener) yang tahu segalanya untuk ngebantu Sam.
Sam sebenernya berhasil nemu program itu, tapi ternyata program itu udah bikin appointment sama Clu biar Sam bisa ditangkep. Quorra nolong Sam, tapi dia kehilangan tangan dan jatuh koma waktu duel. Akhirnya Kevin sendiri dateng nolong Sam. Sam sama Quorra selamat, tapi Kevin akhirnya kehilangan Discnya.
Karena itu, Kevin akhirnya milih jalan Sam: cepet2an sama Clu ke portal. Kalo dia duluan, dia bisa shut down program Clu dari luar dan ngegagalin semua rencananya.
Sambil jalan, akhirnya Sam tau kalo Quorra itu ISO terakhir yang bisa diselametin sama Kevin. Begitu program Quorra direboot sama Kevin, dia meditasi.
Tapi mereka dikawal sama dua pesawat Black Guard.
Ternyata ada perubahan rute. Clu ngumpulin semua program -- termasuk ISO -- biar bisa dia reuse jadi pasukan dia karena Clu gak bisa bikin program sendiri. Sam punya rencana buat nyelametin Quorra, nahan Rinzler untuk sementara, sama tetep jalan keluar ke portal lebih cepet dari Clu. Termasuk dapetin Disc Kevin lagi.
Sebut aja, rencananya sukses.
Tapi Rinzler sama Clu nyadar Discnya ilang, dan mereka langsung ngejar Sam dkk.. Di jalan mereka ketemu, dan mereka duel lagi.
Ternyata jetfighter yang mereka naikin itu spesial. Nggak cuman mereka bisa bikin Light Wall, mereka bisa nembak sambil duel.
So, mereka duel Light Cycle lagi, tapi pake Jetfighter jadi duelnya ke tiga sumbu X, Y, ama Z (tiga dimensi nggak cuman ke kanan-kiri kaya naik motor).
Pokoknya, sepanjang film, adegan favorit gue itu tiap duel Light Cycle!
Akhirhnya Sam dkk berhasil ngalahin pasukan Clu dan ngebalikin Tron 'ke jalan yang benar', tapi Clu masih idup dan dia nyolong satu Jetfighter lagi dari Tron.
Clu nyampe portal duluan.
Kevin ngasih distraksi, jadi Sam bisa ke portal duluan. Akhirnya Sam ama Kevin berantem, sementara Quorra sama Sam jalan ke portal.
Kevin kalah dan Discnya diambil.
Tapi di sinilah rencana Kevin jalan. Disc yang dia pake ternyata Discnya Quorra. Jadi si Clu nyesel, dia udah terlanjur ngancurin jembatan ke portal tapi dia sendiri nggak dapet Disc punya Kevin.
Kevin lanjut ke phase berikutnya. Dia langsung eksekusi perintah reintegrasi sama Clu -- ini satu2nya cara shut down program Clu kalo dia nggak sempet keluar untuk matiin program scr manual.
Di sini, temen2 cewek gue nangis karena Kevin mati.
Energi dari reintegrasi itu nggak cuman ngancurin Kevin ama Clu, tapi juga seluruh Grid...walaupun nggak diketahui apa Tron bisa selamat ato nggak karena dia tenggelem waktu Clu nyolong Jetfighter cadangannya.
Tapi dibalik semua kekacauan, Sam sama Quorra akhirnya keluar ke dunia nyata.
Happy ending lah. Sam ngambil alih Encom lagi karena itu emang haknya sbg pemegang saham terbesar, Quorra ke dunia nyata dan mimpinya liat matahari terbit terkabul, dan dia sama Sam kayaknya udah ada fondasi untuk jadi 'sesuatu yang lebih besar'.
Aw, jari gue pegel nulis ini! Jadi segitu dulu yak. Pokoknya, gak nyesel deh nonton TRON: Legacy!
Film ini, menurut gue, udah ngisi kriteria film bagus. Animasi? Oke punya. Aktor? Boleh juga aktingnya. Storyline? Rasanya singkat banget, tapi adegan2nya seru! Musik? No doubt. Satu2nya kelemahan film ini tuh kecil banget, dan bisa dibilang nggak ngefek. Kelemahannya yaitu RELEVANSI JUDUL. Judul filmnya TRON: Legacy, tapi samasekali nggak nyinggung apa2 tentang Tron. Malah karakter Tron di situ di reuse sama Clu jadi antagonis namanya Rinzler.
Well? Tapi menurut gue, sebenernya judulnya kaya gitu biar ada relevansi bukan sama cerita, tapi sama sekuel sebelumnya, film Disney judulnya TRON yang dirilis tahun 1982. Ini judulnya TRON: Legacy karena ini lanjutan dari film itu.
Oke, jalan cerita.
Waktu kecil, Sam Flynn selalu diceritain tiap malem sama bapaknya Kevin Flynn (programmer, CEO perusahaan tech industry Encom -- baca En-kom -- dan tokoh utama di film 1982) tentang dunia digital yang namanya The Grid. Disebut sbg "a world of infinite possibilities", dunia dengan kemungkinan yang tak terhingga. Karena diceritain tiap malem, lama2 Sam pengen bisa ke Grid.
Tapi waktu cerita bapaknya baru tengah jalan, dengan kalimat terakhir "a miracle happened", Kevin ilang. Akhirnya Sam tumbuh besar jadi anak nekat, bandel, tapi pinter turunan bapaknya.
Nah, ceritanya udah bertahun2, Sam udah dewasa, partner Kevin yang namanya Alan Bradley (dia yang bikin program Tron untuk ngelindungi The Grid) dapet Page (pesan, macem Email lewat alat komunikasi yang dibikin Kevin) dari kantor Kevin di Arcade (yang, ironisnya, sebagian besar game di arcade ini buatan Kevin sendiri).
Sam pun investigasi. Dan dia gak sengaja nemu kantor bokapnya. Di situ, dia nyari petunjuk tentang Page aneh itu.
Ujung2nya, dia ngeaktivasi Laser Control -- ini digitizer yang ngubah makhluk hidup jadi digit dunia maya.
Sam akhirnya masuk The Grid. Tapi, karena belom punya Identity Disc, dia dianggep program ilegal dan dihukum main Tron Games -- ini semacem adu gladiator, tempat tempur ato sampe mati.
Kira2 gitulah, Sam berantem sama program lain, dan sedikit2 dia belajar. Tapi pas lawan Rinzler, program algojo yang paling kuat, Rinzler nyadar kalo Sam itu User bukan program.
Sam dibawa ke Clu.
Awalnya, Sam ngira Clu itu ayahnya. Tapi terus sedikit2 keluar tanda dan akhirnya Clu ngaku dia bukan ayahnya Sam.
Sam dibuang ke Arena dan dihukum main Light Cycle. Ini adegan udah ada dari sejak film pertamanya. Di arena ini, pemain naik motor yang bakal ninggalin jejak cahaya yang bentuknya kaya tembok, disebut Light Wall. Kalo ada motor yang nabrak Light Wall, langsung ancur.
Jadi aturannya sederhana: hindari Light Wall lawan, buat lawan nabrak Light Wall kita.
Sam, yang dewanya ngedrift, nerima tantangan Clu dan main ama program lain lawan pasukan Clu (lima lawan lima).
Awalnya pihak Sam dibabat, tapi pas tinggal Sam ama program lain, mereka kerjasama dan berbagi strategi, satu persatu numbangin timnya Clu.
Tapi akhirnya temen Sam itu pun gugur. Nah, pas itulah Quorra (program temen Kevin) masuk naik mobil dan nolong Sam.
Sam dibawa sama Quorra ketemu Kevin. Akhirnya Kevin ngejelasin berbagain motifnya Clu, dan Sam mutusin kalo dia mau nolong Kevin keluar, Sam harus nolong dari luar karena waktu Sam masuk dia ngebuka portal. Kalo Clu sampe keluar duluan, dia ama program2nya bakal ngebuka tirani di dunia manusia.
Terus Kevin ngejelasin tentang miracle yang dia bilang dulu terjadi di Grid. Ternyata, seperti kehidupan, kondisi program Grid yang memungkinkan menghasilkan 'makhluk hidup' -- program yang terbentuk sendiri dari alamnya. Program2 ini disebut ISO (Isomorphic Algorithm -- Alogaritma Isomorfik).
Ceritanya Clu cemburu karena Kevin nganggep para ISO lebih sempurna dari Clu, akhirnya Clu ngebangkang ama program lain yang dia recycle. Tron bertarung ama Clu biar Kevin bisa kabur, karena Information Disc punya Kevin itu isinya segala source code tentang The Grid -- kalo Clu dapet, dia bisa ngebuka semua rahasia The Grid. Termasuk jalan2 keluar dari Grid ke dunia nyata.
Terus Clu ngalahin Tron, dan para ISO digenosida sama dia. Portal ditutup, jadi Kevin terjebak di dunia program.
Nah, akhirnya, Sam punya rencana sendiri. Dia pengen ke portal duluan biar bisa bantu Kevin dari luar. Quorra awalnya nggak mau, tapi ujung2nya dia ngasih kontak program yang namanya Zeus/Zuse (gatau yang mana yang bener) yang tahu segalanya untuk ngebantu Sam.
Sam sebenernya berhasil nemu program itu, tapi ternyata program itu udah bikin appointment sama Clu biar Sam bisa ditangkep. Quorra nolong Sam, tapi dia kehilangan tangan dan jatuh koma waktu duel. Akhirnya Kevin sendiri dateng nolong Sam. Sam sama Quorra selamat, tapi Kevin akhirnya kehilangan Discnya.
Karena itu, Kevin akhirnya milih jalan Sam: cepet2an sama Clu ke portal. Kalo dia duluan, dia bisa shut down program Clu dari luar dan ngegagalin semua rencananya.
Sambil jalan, akhirnya Sam tau kalo Quorra itu ISO terakhir yang bisa diselametin sama Kevin. Begitu program Quorra direboot sama Kevin, dia meditasi.
Tapi mereka dikawal sama dua pesawat Black Guard.
Ternyata ada perubahan rute. Clu ngumpulin semua program -- termasuk ISO -- biar bisa dia reuse jadi pasukan dia karena Clu gak bisa bikin program sendiri. Sam punya rencana buat nyelametin Quorra, nahan Rinzler untuk sementara, sama tetep jalan keluar ke portal lebih cepet dari Clu. Termasuk dapetin Disc Kevin lagi.
Sebut aja, rencananya sukses.
Tapi Rinzler sama Clu nyadar Discnya ilang, dan mereka langsung ngejar Sam dkk.. Di jalan mereka ketemu, dan mereka duel lagi.
Ternyata jetfighter yang mereka naikin itu spesial. Nggak cuman mereka bisa bikin Light Wall, mereka bisa nembak sambil duel.
So, mereka duel Light Cycle lagi, tapi pake Jetfighter jadi duelnya ke tiga sumbu X, Y, ama Z (tiga dimensi nggak cuman ke kanan-kiri kaya naik motor).
Pokoknya, sepanjang film, adegan favorit gue itu tiap duel Light Cycle!
Akhirhnya Sam dkk berhasil ngalahin pasukan Clu dan ngebalikin Tron 'ke jalan yang benar', tapi Clu masih idup dan dia nyolong satu Jetfighter lagi dari Tron.
Clu nyampe portal duluan.
Kevin ngasih distraksi, jadi Sam bisa ke portal duluan. Akhirnya Sam ama Kevin berantem, sementara Quorra sama Sam jalan ke portal.
Kevin kalah dan Discnya diambil.
Tapi di sinilah rencana Kevin jalan. Disc yang dia pake ternyata Discnya Quorra. Jadi si Clu nyesel, dia udah terlanjur ngancurin jembatan ke portal tapi dia sendiri nggak dapet Disc punya Kevin.
Kevin lanjut ke phase berikutnya. Dia langsung eksekusi perintah reintegrasi sama Clu -- ini satu2nya cara shut down program Clu kalo dia nggak sempet keluar untuk matiin program scr manual.
Di sini, temen2 cewek gue nangis karena Kevin mati.
Energi dari reintegrasi itu nggak cuman ngancurin Kevin ama Clu, tapi juga seluruh Grid...walaupun nggak diketahui apa Tron bisa selamat ato nggak karena dia tenggelem waktu Clu nyolong Jetfighter cadangannya.
Tapi dibalik semua kekacauan, Sam sama Quorra akhirnya keluar ke dunia nyata.
Happy ending lah. Sam ngambil alih Encom lagi karena itu emang haknya sbg pemegang saham terbesar, Quorra ke dunia nyata dan mimpinya liat matahari terbit terkabul, dan dia sama Sam kayaknya udah ada fondasi untuk jadi 'sesuatu yang lebih besar'.
Aw, jari gue pegel nulis ini! Jadi segitu dulu yak. Pokoknya, gak nyesel deh nonton TRON: Legacy!
Saturday, December 11, 2010
Oh my God!
Kayanya gue bener2 jatuh cintaaaaaa. Ge gak bisa nyingkirin nih cewek dari pikiran gue. Iyasih dia pernah bikin gue sakit ati parah (nangis slm 4 malem) tapi entah knp gw gak bisa benci sama dia.
Kenapa sih harus loe? (gw bicara ke dia) Kenapa harus lo yang nempel ke pikiran gue? Kenapa gak yang laen?
Hmm. Cinta gak beralasan tauu. Tapi admittedly lo tuh cuantik gella, pinter, alim, baek, romantis, dan yang gue tau, lo tuh setia.
Omaigad, perfect gak tuh?
Wish me luck, semoga cewek ini suka ama gue ya amiin amiiin
Kenapa sih harus loe? (gw bicara ke dia) Kenapa harus lo yang nempel ke pikiran gue? Kenapa gak yang laen?
Hmm. Cinta gak beralasan tauu. Tapi admittedly lo tuh cuantik gella, pinter, alim, baek, romantis, dan yang gue tau, lo tuh setia.
Omaigad, perfect gak tuh?
Wish me luck, semoga cewek ini suka ama gue ya amiin amiiin
Sunday, December 5, 2010
Guitar
Sekarang gue udah 2 bulan pegang gitar, dan waktu ngeliat progres gue sendiri, gue melongo.
Pertama2, gue cuman belajar:
"C, A minor, D minor, ke G."
Sekarang gue udah bisa depan2nya More Than Words, menangin tantangan nyanyi ambil main gitar lagu Your Guardian Angel, dikit2 depannya Fur Elise (tabbing bukan cuma melody :) ), Greensleaves, lagu yang tabnya asik, lembut, walaupun gue gatau judulnya, tabbing Tuhan, lagunya Peterpan Semua Tentang Kita klo g slh jdulnya, Accidentally in Love, American Idiot, Over and Over, Secrets, ama mcem2 tab ama chord lain. Terus gue lagi belajar melody nya Pachelbel's Canon.
Alhamdulillah, ternyata progres gue ga separah itu.
Tapi ttp aja gue gapuas. Gue baru kapalan, dan ternyata ini gak sakit. Pdhl kt nyok gw sakitnya bisa 2 minggu. Ini artinya gue belom cukup keras latihan. Oke, gue udah jumpstart main gitar dari zero to half-hero, tapi bandingin ama temen2 gue, gue ga termasuk dewa. Stu2nya kelebihan gue dibanding bbrp tmn2 gue yg sm2 gitaris, gue itu fast-learner (alhamdulillah). Gue diajarin dpn2nya Fur Elise wktu jam istirahat, jam pulang gue udah bisa dikit2, nyampe rumah gue udah lancar. Tapi selain itu?
Heeey I'm just a newbie. Petikan gue kacau balau, jari gue belibet kalo main tabbing, dan pencetan jari gue naudhubillah amburadulnya. Tapi itu semua bagian dari belajar, iyagak?
So. If I'm on to make a good progress, I should start with a good time management and such a hard practice. Because I know, they are going to very much worth it.
Tapi untuk seminggu kedepan kayanya gue bakal bye2 bentar ama gitar gue. Soalnya mulai besok gue ulum.
So. WML yaaa~! ;)
-Alfi
Saturday, December 4, 2010
The Unseen Guardian
Based on true story. WAIIT edit: THIS IS A TRUE STORY.
-
Gara2 renovasi, kelas gue dipindah temporer ke aula. Sekolah gue ini tiga tingkat, dan bentuk bangunannya kaya huruf U. Nah, dua bagian bangunan lagi dibetulin, dan cuman separo tanah lantai satu yg bisa dipake. Salahsatunya aula itu sendiri.
Aula sekolah gue cukup luas. Emang panas sih, AC di situ udah jadi isu sejak jaman bahela. Tapi no prob lah, yang penting ke sekolah dapet ilmunya (ato cewek2 imutnya), iyagak?
OK. Karena luasnya, aula gue jadi tempat pindah temporer dua kelas: 9B (kls gw) ama 9C. Tempatnya 9C deket pintunya, jadi 9B kebagian yang separo ke dalem. Dan itu tempat (menurut guru mtk gw tersayang Bu Asmiaty) bau tai tikus.
Kurang bagus apa coba? Namanya juga SMPN 41 Jakarta SSN++ (Sekolah Standar Nasional + SUHU ABNORMAL + LOKASI "NYAMAN").
Nah, masalahnya, udah jadi rahasia umum kalo ruang aula di sekolah gue yang nan gelap kalo semua gorden+jendela ditutup itu ada penunggunya. Kasak-kusuk nih, si penunggu ini tipe yang ga nyante.
Mas Rusmana aja ngaku, kalo dia ga bisa mulai ngebersiin aula kalo ga minta ijin dulu.
"Permisi, saya cuma ingin membersihkan ruang aula ini. Begitu selesai saya akan segera pergi, saya tdk akan lama2."
Terus ngucap salam, baru masuk aula. Dia bilang kalo gak pake izin begitu, dia entah gimana bakal ditolak dari aula (gue ga tau detailnya).
Waktu itu hari apa ya? Gue ga inget. Yang pasti ada kejadian yang mulai jadi2an.
Pokoknya waktu itu pertama kali gue nyadar pintu gudang di seberang pintu kantin suka buka tutup sendiri. Tapi buat gue waktu itu masih cukup wajar, soalnya waktu itu ACnya mati dan panasnya NAUDHUBILLAH. Terus beberapa hari kemudian baru deh sahabat gue tercinta Luthfia Annisa (abis ini direfer dengan nama Luna) yang bisa liat makhluk ghaib (kadang2) bilang kira2 gini.
"Fi, ada tuh."
Dia bilang gitu sambil ngelirik ke gudang yan gpintunya separo-ngebuka. Mendadak gue ngerti maksud die.
"Dia kaya gimana?" gue nanya.
"Kecil," kalo gasalah Luna jawab gini. Pokoknya si penunggu ini kaya orang kecil (ato anak kecil, gue gaterlalu inget) dan katanya dia lagi nunduk apa ngeringkuk gitu. Gue lupa detailnya, maklum yeeeh :)
Pokoknya waktu itu mendadak pintunya mulai gerak. Dan ngayun. Pelaaaan banget. dan 'cklek' pintu itu pun nutup. Belom berapa lama, pintu itu mulai ngayun mbuka lagi.
Gatau kenapa, tapi rasanya ada angin lewat, padahal waktu itu semua pintu+jendela ditutup karena AC udah nyala walaupun ga kerasa). Saking panasnya dan saking ga kerasanya AC, gue bahkan meragukan ada angin bisa lewat.
Dan bulu tengkuk gue merinding.
Gue ama Luna langsung ngadep belakang dan bilang ke sohib kite Rara.
"Eh Ra," kata gue, "di gudang ada tuh."
Dia, kaya gue, juga langsung ngerti.
Mungkin sebelum lanjut, sebaiknya kita flashback dikit. Oke, ga dikit2 amat, tapi flashback lah.
Akhir tahun kls 8 gue, seangkatan jalan ke Jogja. Temen gue si Rizaldy ngeliat ada satu 'penunggu' yang kayanya entah tertarik ama Rara, ato Rara gasengaja ngeganggu habitatnya. Walhasil, dia ngikutin Rara.
Note: Rizaldy bisa liat makhluk ghaib.
Si Rizaldy/Aldy ini udah berusaha ngasi warning ke Rara soal ini, tapi si Rara jadi takut bukan main dan ujung2nya mereka berantem, marah2an ampe berapa bulan taudah.
Yang penting, skrg mrk udah damai. Tapi si Rara ttp aja takut kalo dikasitau ada makhluk ghaib di sekitar dia.
"Ah, jangan gitu dong Fi," kata dia pake nada protes. Gue ama Luna cuman nyengir.
Pokoknya, abis itu kejadian mulai parah.
Gue tau bbrp tips menghindari 'diikutin' ama jenis2 'mereka'.
#1: Jangan pernah NGELIATIN ke arah mereka atau sekitar mereka terlalu lama, atau mereka bakal ngira kontak mata lagi diusahain. Salah2, mereka nampakin diri. Lebih parah, mereka ngekorin loe.
#2: Jangan pernah NGADEP ke arah mereka ato sekitar mereka trlalu lama. Efek idem.
#3: Kalo ada yang bisa ngerasa/ngeliat mereka dan orang itu ngasitau ke kita ttg itu, sebaiknya dengerin. Langsung percaya emang ga disaranin, cuman ga ada salahnya hati2 kan?
#4: Begitu kerasa ada penunggu, segera ucapkan salam. Assalamualaikum lebih dianjurkan, kalo perlu bisikin keperluan loe di tempat dia itu.
Nah. Waktu itu gue lagi ngobrol ama Luna krn dy ddk di sblh gue. Dan pojok mata gue gasengaja nangkep gerakan dari pintu gudang. Merujuk ke tips pertahanan diri #1 di atas, gue ga ngeliat langsung. Tapi pojok mata gue ngerekam tiap detailnya.
Gerakannya udah jelas bukan krn ditiup angin. Gue bisa jamin itu. Waktu itu pintunya lagi ngebuka, dan gerakannya itu kaya pintu itu DIBANTING.
JEBLAK.
Pada noleh ke pintu, kaget, bbrp takut, tapi terus pada cuek lagi.
Gue abis itu gaberani lagi merhatiin, tapi terus pintu itu gerak lagi. Gerakan ngebukanya juga nggak dalam kecepatan normal pintu kalo ditiup angin atau ada beda tekanan di dua lapisan.
Gerakannya kaya DITARIK orang dan kecepatannya agak random.
Loe harus tau: gue MERINDING se merinding2nya gue, karena gue ngerasa mendadak ada yang dingin2 lewat gue dan rasanya nggak kaya angin.
Sumpah, itu serem banget.
Tapi kejadian paling parah itu tadi.
Gue, Luna, Elma, ama Restu mutusin pengen pulang telat abis PMK (Pendalaman Materi Khusus) karena Senin depan ujian. Si Luna pengen belajar dulu abis PMK, ya nanya2 gue ama Restu (cowok. Gue ama dia punya 2 kesamaan: SATU kita naksir cewek yang sama, DUA kita jadi semacem tutor buat Luna karena pasti Luna nanya2 macem2 ttg pelajaran ke kite) ttg yg dia belom ngerti.
Kita belajar dgn tenang. Terus mulai ngobrol. Lama2, tinggal kita berempat doang di kelas. Nah kita belajar sampe becandaan.
Gue sempet merhatiin pintu itu gerak2. Tapi gue (yang tadi pagi udah ngucap salam) ngucap salam lagi bisik2 dan istighfar. Tuh pintu diem lagi.
Kejadian sama bbrp kali berulang. Kita mulai belajar ambil ngobrol lagi. Tapi
BRUAAKKK!!
Pintu itu ngejeblak KENCENG BANGET (ato mungkin itu cuman karena lagi sepi) tapi ga cuman itu: waktu gue noleh ke sumber suara, gue liat ada sesuatu melayang kenceng banget ke gue dan bikin pandangan gue kabur untuk sejenak.
Mendadak gue ngerasa ga enak.
Yang lain (kecuali Luna) jadi tenang lagi Tapi gue ngerasa sesuatu. Bukan cuma merinding, gue biasanya merinding kalo cuman diliatin ato ada yang deket gue. Kali ini gue ngerasa dingin gimana gitu. Dan gatau kenapa mendadak pikiran gue kacau: gue gabisa mikir jernih, dan lebih parahnya, paranoid gue keluar.
Pokoknya rasanya gila banget. Gue sendiri percaya lo bakal tau rasaya kalo lo pernah didatengin penunggu yang sifatnya ngeganggu dan ga ikhlas ada orang dateng ke tempatnya.
Yang ngerasa ini gacuman gue. Luna mendadak gelisah, dan belom semenit abis pintu itu ngebanting sendiri, dia mendadak ngerapiin buku2 dia dan ngajak cabut.
Gue langsung setuju.
Begitu ngelangkah keluar aula, rasanya perasaan serem gue tadi ilang semua.
Astaghfirullah al-adhiim.
Gue berbagi ini cuman buat siapapun yang baca ini biar lebih ati2 kalo dateng ke aula SMPN41, karena kita gatau apa yang bakal terjadi kalo salah menangani keadaan.
-
Sampe sekarang, gue masih merinding kalo deket2 pintu gudang gatau kenapa.
Subscribe to:
Posts (Atom)







