Showing posts with label cewek. Show all posts
Showing posts with label cewek. Show all posts

Thursday, February 21, 2013

1st Year!

Assalamualaikum wr. wb.
Oke gue ngepost ini sehari telat, sumpah. Kemaren, tanggal 20 Februari, adalah setaunnya gue sama Lysha. Iya guetau mungkin ngga penting buat lo, sowhat? Ini momen berharga men. Ngga setiap hari lo setaun jalan sama pacar lo.
Dan sebagai hadiah dr cewek gue, dia ngetroll gue.
Fix emang dia best girlfriend ever. Waktu kt mulai jalan dulu, dia ngetroll gue waktu ultahan gue (yg tanggal 26 ini—ehem) dan bikin gue panik matimatian. Kali ini kira2 samalah. Cuma lebih parah.
Dulu gue ngga sampe nangis kejer.
Cb bayangin: gmn perasaan lo kalo cewek lo ngajak break 3 bln slash putus di anniv setaun lo?
Here's a hint: mendingan ketabrak terus opname ke Fatmawati, paling engga dapet Fruit Tea gratisan slm inap.
Tapi dia yg nyadarin gue sambil gue senyum2 sendiri kaya anak autis di kamarmandi. Ternyata emg selama setahun ini gue belajar sesuatu dari dia. Or tepatnya dia njejelin ke gue pelajaran setaun dlm troll 2x24 jam.
Gue belajar ikhlas.
I love you, Lysha. And I hope it stays the same.
Happy first year—wish us luck biar kita bisa trs nyampe punya momongan trs sampe momongannya punya momongan dst yah:)
Gbu!

Wass. wr. wb.
-Alfi

ps. Thanks berat buat Aliya yang bikinin Anniversary Cupcakesnya…guys, kalo ada yang pengen cupcakes2 unyu super manis semanis kisah cinta murahan di ftv (tapi rasanya ngga murahan, suwer, bakery2 aja bisa ditandingin ama ini), silakan follow @aliyarchie kue2nya kemaren enakbgt parah. Thanks Li!:D

Saturday, January 12, 2013

Novus Annum

Assalamualaikum wr. wb.

Wow.
Udah berapa taun gue absen dari blogging ya? Setaun (2012-2013)? Gue bahkan lupa postingan terakhir gue tentang apa. Nope, gue lagi males ngecek.
Yep, ini salahsatu episode pointless aimless midnight blogging occurence gue. Gue check in kesini terdorong cewek gue sebenernya, plus Twitter jam segini lagi mati banget—isinya tinggal para insom, jomblo, quotes2 luar negri, sama acc2 yang posting gambar2 bokep. *gue ngga mau ngaku follow yang beginian*
So! Pertama gue mau bilang met taun baru dan moga harapan lo semua terkabul.
Kedua, gue nengok bentar ke dunia pendidikan. Dengan tidak mengacuhkan fakta bahwa sekolah gue ambrol lengser kehilangan harga diri dan martabat di mata umum dari tahta sekolah2 RSBI dan kembali ke status SSN yang cenderung hina bagi RSBI2 yang tercoreng dan terhapus posisinya dan tidak diperhitungkan usaha keras demi gengsinya, gue mau membawa berita baik dan berita buruk:
- Berita baiknya, setelah rapotan Semester 1 gue mendadaksadar bahwa ternyata selama 3 semester ini di SMA gue ranking bertahan.
- Berita buruknya, ranking gue 24 dari 30 siswa sekelas.
Yeah, dari kelas X gue selalu ranking 24.
Jujur gue ga nangis dll. Ini bukti kalo gue anak yang stabil (3 semester stabil bego2 juga). Gue cuma agak terpukul B. Inggris gue drop dari 92 jadi 87.
What da heck?
Ini jelas2 bukan nilai B. Inggris terbaik gue. Kayanya gue harus beresolusi untuk tambah pinter ngebanyol in english.
Besides, gue pengen banget bisa banyol ala Jeff Winger nya Community.
Speaking of which, gue lagi ketagihan nonton film serial di laptop gue. Berhubung si Moeis buka usaha download beginian dengan harga yang cukup kompensatif—goceng per giga—gue ga melewatkan oportunitas nonton Gravity Falls tanpa harus nunggu Disney Channel atopun Ben 10: Omniverse tanpa terganggu jadwal CN.
Oia, gue suka _banget_ opening song dua show kartun itu.
Terutama yang Ben 10.
Gue turut berbahagia openingnya sekarang pake lirik lagu lagi.
Ketiga, gue udah ngupdate TrueHungerGames ke versi 1.2. Ada beberapa perubahan di sini: mau ketemu trackerjackers? Atau dijelasin lagi soal kinerja stats2 di gamenya? Atau ngeliat apa efek dr stat Stealth tinggi/rendah waktu bobo? Wajib main versi baru ini.
Problem is: karena rumah gue fakir internet, gue gabisa upload Mercury v1.2 ke webnya.
Kampret.
Masih bicara soal game, gue lagi bikin game original justImagine yg pertama, judulnya Endgame. Gue lagi stuck di bikin AI musuh.
Gimana ceritanya developer game action yang gabutuh AI pinter2 tau2 transisi ke strategy dan harus bikin AI lebih pinter dari yang bikin?
Oke. Keempat, gue lanjutin Myth Jumpers dan progresnya di atas ekspektasi. Gue tinggal di Chapter 7 dan skrg gue lagi ngerjain Chapter 13—target gue Chapter 15 an tamat lah.
Inget ya—mawar itu merah, melati itu putih. Idup lu parah? Elu sih.

nb. 1) gue baru tau 'ps.' di akhir surat (kalo di indo 'nb.') itu kepanjangannya 'postscript'. 2) kata 'annum' di judul post ini jangan dikonotasiin sama lubang eek, ini 'annus' bahasa Latin yg berarti 'tahun' bukan 'anus' yang saluran kita semua memuaskan hajat. Noh, sehuruf penting ya? 3) Desember lalu gue dan Lysha 10 bulanan:D/

Wass. wr. wb.
Cheers!

- Alfi

Sunday, November 4, 2012

Storm Chasers Prologue (Preview)

Assalamualaikum wr. wb.

Ceritanya gue pengen bikin sekuelnya Myth Jumpers nih, judulnya Storm Chasers.
Oke, gabanyak banyol. Tp ini masih draft ya…
Herewego!
-------

PROLOGUE

It all starts when Seth holds Serqet at knife-point. Then the world is consumed in Chaos…
Wait, I'm getting ahead of myself.
A proper introduction, perhaps? My name is Brann Olsen. Long story cut short, I'm a Hephaestus demigod condemned to live a life no one else could stand. Currently present on my right is a Poseidon demigod, Andre Valdez. He's been through as much as I have, as far as I can recall.
Put a couple paces away from us, and you'll find a girl named Serena — a Hopi Native American with astounding skills and charm — trying to hold on to dear life. Further behind us three are a solidifying ghost and a girl. I get a knack to call the ghost Barty since Bartolomeus is pretty mouthful, and the girl is Jasmine. Or so I was told.
The heck, I can't even remember what happened before this.
Sands are blowing wildly here and there, destroying whatever they touch into vaporizing ashes and red dusts on first contact. Everything gets noisy. Nothing's being in Order here—it's all too chaotic.
Of course. There in front of us, holding a fairly attractive girl in his arms (the threatening way), is Seth—the Egyptian Guardian of Chaos. Some sort of the Egyptian counterpart of the Old Nordic Loki, only with even more powers—his assigned Elemental Attribute is sands. He may be the Chaos Guardian, but he can control sands.
Most of the greatest sandstorms ever recorded in history were his temper tantrums (yeah, he did that every once in a while).
In Seth's arm is a girl I'll fall for every time I look at her. But my missing memory pieces knew better—she's a Goddess. Her name is Serqet, the Egyptian Guardian of Scorpions. I know that this girl form she's adapting isn't the real her (I've seen her whipping her gigantic scorpion tail around when she's upset) but simply another disguise she's using, but hey—no one's gonna be able to stay their eyes off her.
Sidetracks. Pardon me.
A part of me wants to fight Seth—my right hand is now literally on fire, setting the Roman gladius (Latin meaning 'sword') in it on fire. Luckily it's Mars' gladius, so it resists the burn from destroying it. Occisor—the gladius' name—turns as brightly red as my hand, as if it's burning along my spirit to fight.
But another part of me know better than to assault like hell to Seth right there. Guardians can kill each other with certain terms of action. I've seen Heget, the Egyptian Guardian of Death, dying on Seth's actions. Apparently Seth had known how to kill a Guardian.
I surely don't want Serqet dead.
Jasmine grabs on to the ground an clears the sands from her and Barty. Barty was once an alchemist and had locked his soul's achieved elemental attributes to the Earth, making him stick around as a ghost. Jasmine herself? I forgot, but I think she's, like, Blessed or something.
Speaking of Blessed, I suddenly remember that I and Andre had been Blessed with certain skills by the Egyptian Guardian…what's her name? Wa, Wa…it sure started with 'Wa'.
Suddenly another form of me surged through my body and sharpens all my senses.
Right. I still have a blade made of a hippo fang in my pocket.
Then a plan forces itself through my head.
"Andre," I say, "tell everyone to prepare their weapons and let go. And tell Jasmine to tell Serqet that she'll be alright. I have an idea."
Andre speaks through telepathy to all as I've told him, and Jasmine tells Serqet through her eyes the message I need Serqet to know.
"What now, Storm Chasers?" Seth asks. "I know you're all up to something."
"We are!" I reply against the noises of chaos all around me.
Wait. Lights? What is this?
Something kicks behind my head and starts filling me with…memories?
Oh, gosh. Oh gosh, I remember everything now.
Then I remember my plan and let go. And with that, four other people let go of their last stand.
The five of us plummet ourselves to certain death as memories flicker on my eyes.

Thursday, October 18, 2012

In Betweens

Assalamualaikum wr. wb.

Di sini gue mau curhat. Lagi.
Sekarang lagi jam stengah duabelas malem. Gue kepikir cewek gue. Sibuknya die masyaAllah, parah. Lingkaran setan sih sebenernya. Dia emang tau limit. Tapi limitnya itu seberapa, seinci dr mati? Kalo dia sibuk, bisa fatal ke dianya. Karena dia suka ngga nanggung. Sekalinya sibuk sibuknya ga ketulungan. Tp justru yg bikin dia ngerasa idup itu ya kesibukan. Dia jd gaperlu mikir yang gapenting2. Ya secara, dia orangnya apatis. Tapi ya tadi. Dia kena fatalnya. Nahloh. Sibuk mati gasibuk ga idup. Gue bisa apa buat nolong dia?
Sementara itu gue rebrowsing postingan2 lama gue di sini. Kayanya kesannya gue gontaganti pacar gampang banget ya?
Nyatanya nggak samasekali.
Gue bisa sama yang sekarang juga lewat sebuah drama lah. Perjuangan banget.
Gue disini mau justifikasi dulu. Gue GAK dengan mudah ganti pacar. Gue serius kalo udah pacaran. Pacar itu calon istri bagi gue. Kalo pcrnnya serius, gue bakal jaga mati2an. Kecuali kalo otak gue lagi korslet (kasusnya Andi. Waktu itu gue baru pulang pelat OSN. Otak gue berkedut2 abis digempur soal latian biologi ratusan halaman dan materi2 anak kuliahan. Sampe rumah malem2 eh doi minta putus. Otak pending. Yasalam).
Highlight gue disini adalah pengalaman sama Luthfia.
Ya, Luthfia. Luthfia, Annisa, Eka.
Gue buka blakblakan aja di sini. Jujur allbase. Bukan berarti gue ga sayang sama cewek2 gue sblm Luthfia (cuma 2 sih :/ ) tapi gue baru bener2 ngerasain proses panjangnya terjadi jatuh cinta itu baru sama Luthfia. Oke gue sebut aja panggilan akrab dia which is Luna.
Gila, waktu putusnya itu bro, sakitnye baru gue tau gimana. Baru gue ngerti maksud lagu2 galau dari yang mutu dunia sampe mutu kamar mandi tetangga. Gue nangis berapa hari, tiap malem, cuma kepikiran dia. Leher gue gakuat ngeluarin suara selain ngisak2 pas baca sms lama kita.
"Ya delete aja lah, tolol lu Fi."
Berapakali gue bilang gue archive keeper? Bagi gue, semua yang terjadi — beserta bukti2nya — bakal berguna suatu saat nanti.
Dan ternyata gue bener. Gue belajar banget dari Luna.
Waktu itu gue sayang sama dia level extreme. Dia? The other way around, mungkin.
Kalo yang gue dapet dr stalking, komentar dia sih gini. Gue itu bikin penasaran pen diajak pacaran. Tp bukan a serious stuff. Cuma bikin fudul.
No offense, Lun.
Mungkin berawal dr kita dulu studytour ke Jogja pas kelas 8.
Awalnya dia sebelahnya Zackie.
Pas udah malem ganti posisi. Gue sebelah dia.
Rizaldy liat penampakan di jalan. Luna jadi ngga tenang.
Dia minta gue pegang tangannya.
Gue rasa sih dia juga masih kena traumanya abis diputusin sm cowo yg dia udah cinta bgt sm dia.
Gue pegang.
Dia blg msh gatenang. Dia nyender ke gue.
Mulailah unyumoment pertama kita.
Masih dgn niat baik — bukan modus walaupun emang Luna ini cantiknya ekstrim — gue cium kepalanya. Saat itu status gue adek2an dia sementara Princess adek2an gue.
Luna jd tenangan.
Dia tidur nyender ke gue, her hand in mine, sampe hotel tempat angkatan gue nginep.
Sepanjang studytour kita duduk sebelahan.
Pas pulang ke jkt dia gasengaja bobo di pangkuan gue (dr nyender lama2 jatoh berhubung gue kurus parah). Gue cuma bisa senyum.
Gue ikut ketiduran. Gue nunduk.
Stgh sadar, bus geronjal. Luna keangkat dikit. Gue kedrop dikit.
Bibir kita gasengaja ketemu.
Berhubung itu kecelakaan, gue GA bakal anggep itu first kiss gue. Apalagi dgn kondisi gue skrg gini. Terlalu sakit buat dipikirin.
Berapa lama kemudian setelah tour itu gue nembak dia.
Dia terima.
Barulah untuk pertamakali gue diajarin pacaran anak jaman sekarang. Dulu gue sama Andi make gue-lo krn buat kita aku-kamu itu gapenting. Sok unyu. But with Luna, entah knp kesannya jd beda. Beneran kerasa eksklusifnya.
Sm Luna, semua yang gue tau ttg pacaran — ngecul, nelpon, sms — dirombak blek.
Dan gue beneran jatuh cinta sama dia.
But I lack one thing she needed: gue terlalu childish buat dia.
Deket2 waktu kita mau putus, gue berusaha ngestall. Waktu itu dia bilangnya di sekolah. Gue nebak apa yang dia mau bilang. Waktu dia ngangguk, gue senyum.
Karena gue gamau nangis di sekolah.
Gue langsung strap tas gue dan ambil langkah seribu ke Pondok Cabe nahan nangis.
Waktu itu deket2 bulan kedua kita. Gue berusaha ngestall putus yg ini. Akhirnya berhubung kita duabulanan seminggu kemudian, dia ngasih gue waktu seminggu untuk narik dia lagi.
Seminggu ini udah revolusi dr pihak dianya. She stopped using aku-kamu. She stopped texting in those sweet tones in a regular basis.
And everything else.
Pastinya, minutes to midnight bulan kedua kita, gue gagal menuhin syarat seminggu dia.
We broke up.
And there's nothing I could do.
Setelah dibanting ginipun gue masih dengan keraskepala berusaha narik dia lagi. Gue masih jeles kalo dia suka cowo lain. Gue masih berusaha buktiin sepatah2nya arang gue, arang gue (oke, jangan arang. Arang item. Gue ga seitem itu. HATI gue) masih punya dia.
Hingga tercapai sebuah titik dalam hidup gue dimana semua hampa. Bahkan diri guepun nggak ada. Point of total hallowness.
Di point ini gue menangin lomba Speech tingkat nasional tanpa tahu apa drive gue untuk kerja sejauh itu.
And then there was Princess.
Inilah pelipur lara paling ampuh yang gue kenal sejak breaking up sama Luna. We got so. Much. Closer. Than we were.
Lama2 bahkan guepun ngerasa kaya pacaran sama dia, jujur aja. Bahkan walaupun kita officially masih kakak-adekan. I kept her pics. Visa versa. We greeted each other first thing in the morning and said goodnight to each other every night.
Accompanied with an 'I love you'.
Of course I meant that. I still do love her. But now not as a in-mind-lover. As an actual sister.
Gue mulai nemu drive gue lagi.
And then…gue masuk 28.
Gue sama Prin jadi makin jauh. Gue masuk Bioskop 28 sama MPK/OSIS di 28 dan kesibukan gue spontan meningkat drastis.
Lagi2 gue hollow. Bahkan gue sempet ngira gue suka sama kakak kelas saking bingungnya orientasi diri gue (tenang, gue masih straight). Lalu pada suatu masa, kisah cerpen gue 'Mula' dimulai.
Gue berkenalan dengan gadis mungil superstrong yang namanya Alysha Paxia Susilo, seorang cewek bokep apatis yang udah jadi tampungan curhat cowok sekelas (karena maennya ama cowok) dan — gue tau lewat proses PDKT gue — ternyata bermasalah dengan seorang mantannya.
Sampe detik ini dia masih speechless kalo ketemu cowok itu.
Bahkan saat gue dan Lysha sama2 ngaku saling suka, kita berdua tau ini gambling. Bahkan waktu dia ngaku dia mikir 'shit happens'. Tp siapa yang tau, ternyata gue bisa jatuh cinta sama Lysha lebih daripada gue cinta sama Luthfia?
Dan ditambah trauma itu, gue bakal makin lebih gila mertahanin Lysha?
Gue mau underline lagi, gue gak seenak udel pindah cewek. Ada proses panjang — dan nyakitin — yang mbentuk gue jadi sekarang ini.
Dan gue mohon banget semoga setelah ini gue gabutuh sakit itu lagi. I don't want to go find home in anyone else. Lysha is more than enough.
Tapi gue juga ganyangka bakal berasa sesek sedih lagi pas baca SMS dan email2 lama gue sama Luna…maka gue sadar kalo tindakan gue sebagai archive keeper ada benernya. Demi mempertahankan pidato Soekarno, "JAS MERAH". Jangan sekali2 melupakan sejarah.
Dan gue janji gabakal lupain ini. This blog post shall remind me if I will ever forget.

In memoriam of ALRARE (Luna ngerti ini),

Wass. wr. wb.

-Alfi

Monday, September 24, 2012

Emansipashit

Assalamualaikum wr. wb.
Hai. Kali ini gue mau ngomong soal betapa para wanita muda-atau-agak-tua jaman sekarang telah dibodohkan dan dibuat hilang arah. Bukan, bukan dengan berserakan-bagai-bulu-kambing nya sinetron-sinetron gaje galau entah yang udah masuk kubur ato baru brojol. Walaupun emang yang begituan juga bikin bego dan hilang arah. Tapi khusus kali ini gue mau mikir dikit soal yang namanya emansipasi wanita.
Setaun belakangan ini I just realize it's all just one big bullshi—oh, pardon my language, I mean bull-faeces.
Kita ambil contoh yang pasti dulu deh. Gausah jauh2 dulu. Kita ambil yang di Jakarta.
Pada tau busway kan? (iyalah, goblok lu fi) Nah di busway, area belakang supir, kan ada wilayah yang ditandai plang pink berlogo kepala wanita bertuliskan "Saatnya WANITA jadi yang utama".
Gue meringis liatnya.
KURANG BEGO APA COBA TULISAN ITU? Gue tantang pada deh sekarang. Ada gak yang bisa nyebutin secara pasti, "Ladies first" pertama dibikin taun berapa? Oleh siapa?
Sekarang gue tanya lagi. 'Ladies first' artinya apa? Buat apa ada gituan?
Gue jawab. Karena di Eropa dulu gadis juga labor force, kayak pria. Tapi mereka labor di rumah. They clean, they sweep and all. Mereka nggak diwajibkan ikut perang, nggak ikut sidang. Mereka juga lembe. Jaga rumah emang berat, tapi kata siapa kerja cowoknya nggak berat?
Jadi pria2 saat itu bikin aturan demi menghormati harkat martabat wanita. Look: wanita cuman bisa perawan sekali kan? Kalo cowok perjaka kagak kan tinggal ngomong, toh abis mandi gak berbekas ini-_-
Bahkan di Titanic, 1912, aturan yang dipaksakan tiap kru kapal adalah 'Women and children first'. Aturan ini bikin jumlah laki mati di Titanic super massal.
So, balik lagi. Kemana larinya emansipashit jaman sekarang?
Ya tadi itu. Wanita kagak puas disetarain haknya sama cowok! Mungkin lo bakal justifikasi ke gue, "Terus jasa R. A. Kartini gimana?" Nihya, di Jawa Kuno wanita emang agak didiskriminasi. Gue akui itu. Makanya Kartini pengen martabat cewek naikan dikit kek. Ini yang dia curhatin di Habis Gelap Terbitlah Terang. Tapi gini deh! Kali aja lo minta persamaan hak kalo kewajiban dan spesifikasi fismen (fisik mental —red.) aja gak sama!
Cowok: gak perlu brojolin anak, tinggal bikin; bisa perjaka seumur idup, tinggal ngomong; gak perlu esek esek nyuci dan lain2. Makanya kerjanya berat, haknya udah banyak.
Cewek: nyuci, ngelahirin, jaga anak, perawan cuma sekali, terima dikeplokin cowok, dan lain2. Makanya kerjany jaga rumah bukan ikut perang, kasian.
Dan dengan ditambah kondisi dimana emosi cewek jauh lebih eksplosif daripada cowok yang berdasar logika (plus adanya menstruasi dan pms) mereka masih pengen persamaan hak kewajiban.
Bitch please. Kali aja lo bakal kuat. Ada alesannya Islam nyuruh pemimpin/imamnya cowok. Ada alesannya pastor2 cowok semua. Ada alesannya Nabi2 cowok semua.
Mata ente pada kemana wey, cewek2.
Bahkan sampe sekarang ada istilah SSTI. Inilah kemana 'emansipasi' lari—bukan gender equality, tapi gender supremacy! Ginilah kalo cewek dibiarin. Mereka ngelunjak. Dulu pengen disamain, dikasih. Sekarang? Mereka ga puas, men. Mereka pengen supremasi. Mereka bukan pengen sama dengan pria, mereka pengen DI ATAS pria.
Seperti yang udah gue bilang, brothers. Inilah kenapa I'm fed up with this shi—poo. This fuc—coitus.
"Saatnya WANITA jadi yang utama."
Bull-faeces. Lukata 'ladies first' buat apa hah?
Jadi menurut gue lirik 'sejak dulu wanita dijajah pria' harus dimodif dikit. Jadi 'dulu wanita dijajah pria'. Terus lanjutannya 'sekarang pria dijajah wanita'.
Tapi entah pria ato wanita, gue telah mencapai konklusi kesepakatan. Bahwa kita paling takut sama WARIA.
Siapa coba yang gabakal ngacir kalo didatengin yang satu itu?
So sekian dulu dari gue. No sexist no problem ya, no money no-dong.

Wass. wr. wb.

-Alfi

Friday, September 21, 2012

Level 3

Assalamualaikum wr. wb.

Gue pengen curcol dikit. Oke gue tau ini tolol, guna blog pribadi apalagi sih? Tapi kali ini gue amat attached men. Sumpah. Gapenah harapan gue setinggi ini. I even almost went to second base with her. Kita pernah gasengaja bobo barengan waktu lagi baring dan nyetel Cayman Islands. Walaupun cuma setengah jam, itu tigapuluh menit ketidaksadaran paling epic dalam hidup gue. Berasa punya istri slm setengah jam ha-_-
Yang lebih tolol lagi, sebenernya adalah bahwa gue pernah duakali berusaha ngambil take soal cinta. Gue pernah ngebahas soal Apa Itu Cinta lewat note fb dengan alias Jepang gue abang Himaru Ookami. Note formal kampret. Abis itu blog post lalu judulnya Cinta??? dan gue bahas dengan nyaris alay atas nama gue.
Serius sebenernya cinta itu apa ya? Iman gue runtuh. Akal gue runtuh. Muka gue runtuh (note: gue masih ganteng ekstrim^^). Rumah gue runtuh #iniboong. She destroyed all I've known about love. She brought a whole new light, perspective, perception, and definition. Pernah ngalamin ngga? Dimana hidup lo sempurna lo gamau sedikitpun berubah?
Kemaren tanggal 20, kita tujuhbulanan. Kita tinggal bisa berdoa suatu saat nanti itu berubah jadi tujuhtahunan. Atau semoga banget lebih.
Sebenernya though, above all, yang paling tolol adalah lo ngebaca sampah ini. Pislopengawl:3
Jadi…cinta itu apa?

Wass. wr. wb.

-Alfi

Wednesday, June 13, 2012

HITAM

Assalamualaikum wr. wb.

Gue ngepost dengan judul Hitam bukan sebagai pelampiasan apa kata orang tentang gue sleama ini, oke? Hitam itu judul buku yang gue rencanain mau jadi kompilasi beberapa cerpen gue.
 Berbagai genre, kalo itu yang mau lo tanya. Ada yang thriller. Ada yang lifedrama. Ada yang bahkan mungkin nggak bisa dikategoriin sebagi cerpen -- lebih kaya karangan kritik sosial yang dikasih subplot dikit-dikit. Padahal mayoritasnya tetep aja ngebahas tentang beberapa hal, malah bukan ceritanya. Ceritanya malah jadi simbolisme embodiment dari konsep yang dibahas.
 Ini covernya:

 

Cerpen yang mau gue masukin ada 7:
- AI Untuk Aisha (ini ada di blog ini, dulu pernah gue post)
- Amnesia
- Bah (aslinya tugas sekolah, tapi ini cerpen sadis pertama yang pernah gue tulis. Thriller)
- Hitam/Lantai 31
- Puisi Sang Raja
- The Stranger On the Bench
- The Whisper
 Yang dua terakhir (The Whisper sm The Stranger On the Bench) itu bahasa Inggris, sisanya bahasa Indonesia semua. Kalo Amnesia, itu yang mau gue angkat jadi film yang gue bahas belakangan ini di blog gue. Hitam/Lantai 31 itu gue bikin sambil emosi. Psycho parah. Sama jadi judul kompilasi ini. AI Untuk Aisha itu drama gagal, kalo mau tau cek aja Archives blog ini, ntar ada post judulnya AI Untuk Aisha.
 Segitu banyak, favorit gue itu Bah. Gak tau, ini udah critical acclaim di antara temen-temen gue yang gue kasi liat. Gue aja nulisnya merinding sendiri, men. Sementara The Whisper itu Hitler-fiction gue. Gue ngebahas anak-anak indigo di sini.
 Masalah gue cuman 1. Cerpen ada 7, yang udah selesai baru 2!-____-"
 Let's only wish mood gue bener kali ini, karena untuk sebuah alesan yang agak nggak jelas, gue berharap yang ini bisa jadi. Lumayan, publisitas pertama boleh nih. Alfi Rizky Ramadhan, psikopat 16 tahun yang hobi nulis.
 Sekian dulu aja. Gue udah desain cover buat sekuelnya, judulnya Putih. Yep, warnanya kebalikannya Hitam ini, tapi fontnya juga gue bedain dikit. Kalo gue udah tau mau masukin cerpen apa aja gue bakal post deh.
 Cheers!

Wass. wr. wb.

-Alfi

Saturday, May 12, 2012

Amelia Sequence

Assalamualaikum wr. wb.
 So. Ada di sini yang juga suka nonton serial Touch di Fox Channel?
 Kalo belom tau Touch itu apa, kira-kira gini. Martin Bohm punya anak bisu autis namanya Jake. Jake ini pendiem dan nggak bolehin siapapun nyentuh dia -- bahkan bapaknya sendiri. Istri Martin, Sarah, tewas di insiden 9/11.
 Jake nggak bisa bicara dan bersikap cenderung cuek dan dingin. Tapi itu karena suatu alesan: dia bisa liat setiap angka yang bekerja di dunia ini, masa lalu, kini, dan depan.
 Awalnya Martin bingung soal obsesi Jake sama angka-angka ini. Tapi setelah dapet pencerahan dari Dr. Arthur Teller, seorang ahli khusus di bidang ini, dia ngerti bahwa tujuan dia sekarang biar bisa komunikasi sama anaknya adalah dengan ngikuti angka-angka anaknya dan mencegah kejadian-kejadian buruk di seluruh dunia terjadi, sekecil apapun kejadian itu.
 Nah. Mulai dari episode 6, "Lost and Found", dikenalin sebuah rangkaian angka namanya Amelia Sequence. Sebelum Amelia Sequence, dulu yang jadi kunci adalah Fibonacci Series (tau kan? 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, dst.). Amelia Sequence dinamai sm Arthur demikian dari satu mantan pasiennya namanya Amelia. Ini deret angka yang dikenalin di episode 6:

 318529632879522975

 Terus, di episode itu juga, nambah satu angka lagi yaitu 6.
 Di episode berikutnya, nambah 4 angka: 1188. Jadi sejauh ini inilah Amelia Sequence:

31852963287952297561188

 Para fans semua berspekulasi dari mana dapetnya Amelia Sequence, buat apa, dan lain-lain. Kalo di filmnya, ampe ada satu matematikawan yang bilang rangkaian ini adalah pikiran Tuhan: segala masa lalu, kini, dan nanti. Mnrt Arthur sendiri, emang inilah rangkaian angka yang menjalankan alam semesta.
 Tau gak uniknya?
 Gue di sini gak mau bicara soal pola angkanya. Itu di internet udah banyak. Gue di sini mau bicara mengenai bagaimana ternyata Amelia Sequence itu terhubung dengan hidup gue.
 Mulai dari 4 digit pertama. 3185. Kita bagi 3-3, jadi 318 sama 185. Seri pertama: 318.
 Taugak? Bulan 3 tanggal 8, adalah tanggal lepasnya first kiss gue dan cewek gue. Gue belom cerita ya? Cewek gue sekarang namanya Alysha. Cantikparah. Rada bocah fisiknya, tapi mentalnya jauh lebih dewasa dibanding gue. Best thing is? She accepts me for who I am :D
 Numpang, ini fotonya:

 Unyu ekstrim :3 gue paling naruh harapan sama dia. Jauh lebih kuat daripada harapan gue selama hubungan-hubungan lalu. Entahlah. Mungkin faktor dianya juga. Waaaaa >.<
 Oke, sori ngelantur. Jadi 318, seri pertama, isinya ternyata event penting. Bulan 3, tanggal 8, ciuman kesatu. 318.
 Lanjut ke seri berikut. 185. Ini uniknya: tanggal 18 bulan 5 adalah ulangtaunnya emak gue sama Alysha (yes, they share a common birth date). So, sekali lagi, angka penting dalam hidup gue.
 Kalo gue lanjutin, rangkaian gue berikutnya adalah 852. Rangkaian satu kan formatnya tanggal-event-tanggal (3-1-8), rangkaian dua tanggal-tanggal-tanggal (1-8-5)...kira-kira rangkaian tiga formatnya gimana ya? Apa mungkin nggak nyebut tanggal samasekali? Mungkinkah ada hubungannya sama masa depan gue?
 Well, gue gak pernah tau. Gue serahin aja sama Yang Maha Mengendalikan Takdir deh. Terserah angka-angka itu bener enggak, gue cuma mau share satu misteri alam dan kebetulan yang gue temukan dalam hidup ini. Cieelaah~
 Oke, sekian dulu. Cheers!
 Wass. wr. wb.

- Alfi


Tuesday, April 3, 2012

AMNESIA

Assalamualaikum wr. wb.
 Amnesia. Lupa ingatan. Apakah gue amnesia? Ooo bukan bor...Amnesia adalah judul film yang lagi gue kerjain. Genrenya...entahlah. Ada beberapa. Scifi? Thriller? Action? Drama? Ada semua.
 Nah. Soal Amnesia ini. Udah banyak yang nanya ke gue satu pertanyaan simpel yang mungkin juga ada di otak kalian saat ini:
 "Ceritanya gimana?"
 Dua kata itu adalah termasuk susunan kata paling kampret, men. Bukan karena gue pelit. Seandainya gue bisa, gue bakal berbagi tentang cerita ini ke siapapun yg nanyain itu. Masalahnya...
 The story. Is. Too. Complicated. To be told. With a simple. Synopsis.
 Yak. Begini aja. Secara overview. Tahun 2016. Reza terbangun sendirian. Di tengah ruangan nggak tau dimana. Mungkin perpus. Di sebelah dia ada pisau, dan tiga meter di depan, ada badan yg terbujur kaku.
 Tangan Reza berlumuran darah.
 Masalahnya. Reza nggak inget apa2. Dia bahkan nggak inget namanya sendiri.
 Nah. Mayoritas filmnya ini isinya tuh flashbacknya Reza selama perlahan-lahan, secara bertahap, memorinya balik lagi...
 Gue udah ada dua poster buat Amnesia:



 What do you think? XD
 Gue bahkan udah mulai ngerjain fan kit nya. Dengan status gue gak yakin film ini bakalan ada fansnya. Tapi gue nyediain desktop wallpaper Amnesia berdasarkan poster yang pertama:


 Wdyt?
 Di Amnesia ini, gue jadi scriptwriter, director, editor, dan cameraperson. Tapi ada kemungkinan camerapersonnya bakal nambah. Tergantung sang produser.
 Sejarah film ini dan lain2 nyusul kapan2. Untuk saat ini, rencananya kita mau produksi April dan finishing Mei. Minggu kedua Mei harus udah jadi. Amin. Moga bisa.
 Wish me luck, moga jadinya sukses ya :)
 Wass. wr. wb.

-Alfi

Sunday, December 11, 2011

The Hunger Games Trailer

Assalamualaikum wr. wb.
Akhirnya masbroo trailernya The Hunger Games keluar jugaa :D
Cekidot gan:
   

Thursday, July 7, 2011

INTO THE TITAN

Assalamualaikum wr. wb.
Apa itu Into the Titan? Ke dalam Sang Titan? Maksud?
Gini...itu judul cerita yang gue susun bareng temen2 gue. Into the Titan itu yang bagian gue. Lanjutannya Sky's Fall bikinan SARAH A. R. RADIAN (yang nggak mau namanya diekspos).
Kenapa Kedalem Titan? Mau liat warna kolor Kronos kah? Bukan...SATU jaman itu belom ada kolor dan gue entah kenapa yakin Kronos nggak make kolor. DUA maksud gue Titan di sini itu kapal yang besar dan perkasa kaya Titan, tapi nasibnya tragis (kaya titans juga). Namanya juga mirip. Yak, kapal tersebut adalah RMS TITANIC.
Cerita gue itu tentang Rick, skater umur 16 taun yg pinter dan direkrut dadakan ke organisasi namanya RALPH, singkatan dari Recovery Agency for the Lost and Perfectly Hidden. RALPH ini tugasnya nyari2 kode ke masa lalu dan ngebawa ke masa depan.
Kebanyakan kode yang disimpen di masa lalu itu diancurin sm musuh. Nah ceritanya RALPH itu nyelametin kodenya.
Rick ini dikirim untuk nyari kode yang disembunyiin di Titanic.
Well, itu briefnya. Masih banyak adegan lagi. Taugak yg keren apa? Karena gue pake graphics bikinan gue sendiri di cerita ini entah yang gajelas dan rada nyampah kaya gini:


Sampe yang 3D kaya ini:


Manteb ga? Tapi itu baru beberapa...ada konflik, romance, dan patah tangan di cerita ini. Oia, ada adegan bunuh2nya juga kok. Ah udahlah, namanya juga Secret Agent. Bunuh2an udah biasa, iyaga?
So. Itu review untuk sekarang. Kalo udah jadi gue bakal kasih kabar!
Cheers!
Wass. wr. wb.

-Alfi


Tuesday, May 31, 2011

FLY UP WITH RAFORONE part 3

Assalamualaikum wr. wb.

Hoho gue kelewatan satu part seru selama perform sebelum dugem.
Gue hampir lupa menceritakan DANCE BATTLE! Ada battle royale Raka vs Phalosa. Walaupun pendek (waktu gada, MC ngebacot, guru2 ngelawan, dll) tapi menurut gue kayanya ini termasuk harus post.
Jadi dimulai pake giliran Raka dulu.
MC: "Ini dance nya apa?"
Raka: "Koreografinya sih bikin sendiri, tapi gak tau genrenya apa."
*Cewek2 bersorak*
*Raka ngedance*
*lantai panas*
*makin seru*
Dari sini lah, MC kite melakukan satu tindakan tolol. Harusnya, dance battle Raka vs Phalosa itu ngambil sistem Staged dimana dancernya masing2 punya lagu sendiri2. Tapi si MC ngira mainnya langsung, battle klasik lah.
Jadi...
MC: "Dan ini dia, sang penantang...PHALOSA!!"
*sorakan makin kenceng*
*yang tau aturan battle yg direncanain pada cengo*
*tiga cewek protes*
*gak direken MC*
*Dance battle goes on*
Anjir...walaupun lagunya macem dugem girang asia utara (yang jelas2 bukan gaya Phalosa) tapi dancenya Phalosa alus abis.
Keren bro! Si Phalosa dewa banget...tapi gara2 irelevansi musik, akhirnya yang menang Raka...
Selesai battle, baru musiknya Phalosa main. Tapi terus dimatiin sama operatornya.
Akhirnya gue rame2 ama anak lain konfrontasi MCnya.
Taugak dia bilang apa?
MC: "Maaf dek, waktunya nggak ada."
NGGAK ADA MUKA LU?! Orang ampe ntar dugem aja lama banget masa buat dance lagi tiga menit gak ada?
Akhirnya...well, semalem itu Phalosa lanjut ngedance waktu Ajojing Session (in which, karena gue gak ikut, gue gak liat-_-).
Jadiii kita lanjutkan ke acara pagi sblm balik. Sbnrny ada games. Cuma demi apapun gue males banget ikut jadi gue bangun pagi malah nonton Damai Indonesiaku.
"Jamaah? Oooo jamaah! Alhamdu...?"
"...lillaah."
Terus jalan2 (YES, masih nyeker. Baca part 2 untuk penjelasan kenapa gue nyeker kemana2). Gue ke kamar Toni dan ternyata para maho belom bangun. Ke kamar Akbar ditutup. Yaudah gue turun.
Gue mutusin sarapan bentar. Yep, akhirnya gue bisa sarapan 'bentar' (biasanya sejam). Menu?
Tray 1: Nasi goreng.
Tray 2: Fried rice.
Tray 3: Makanan khas Indonesia yaitu nasi yang digoreng dengan bumbu khusus.
Gue pilih menu di Tray 1.
Abis makan, si Galih mulai berulah. Dia bikin menu baru gara2 gue gagal naro garem di gelas aqua gue (iya, ada hubungannya, ini nyambung):
MENU: NASIGORENG SEGITIGA BERMUDA.
BAHAN:
1) Nasi Goreng Panorama Lembang.
2) Merica
3) Aqua dituang merica.
4) Tusuk gigi.
CARA MEMBUAT:
1) Nasi goreng dibikin bentuk segitiga.
2) Tuang merica sebanyak2nya.
3) Tuang merica ke aqua, aduk sampe rata dan keruh.
4) Tuang larutan merica ke Nasi Goreng Segitiga campur merica.
5) Tusukkan tusuk gigi di tengah buat dekorasi.
6) Siap disajikan (kalo ada yang mau makan)
Gue ditantang makan itu segigit dan dikasih goceng. Demi kesehatan jasmani rohani, gue tolak tantangan itu (tapi kalo dikasih gocap boleh tuh kayanya).
Terus gue ke kolam renang nonton orang main tanding paantauk tapi kayanya seru. Dan yang main curang gak ketulungan (including Benek mindahin gawang musuh jadi lebar banget tanpa sepengetahuan si kiper).
Terus? Ke kamar Akbar. Akhirnya para penghuninya udah siap tempur. Maslahnya, gue lupa hukum orang asing di kamar Akbar ini (sesuai dengan yang di recite oleh Qorib):
"Yang udah masuk dilarang keluar."
Ah biarin, di kamarnya Akbar ini ada perosotan. Yep, lo gak salah baca. PEROSOTAN. Jadi mereka, alih2 ngerapiin kamar, malah ngeberantakin.
Meja ditaro di atas korsi. Korsi ditaro di atas meja (tenang, beda barang). Dan kasurnya? Ada satu yang ditelanjangin terus diangkat, ditaro miring ama kasur yg di atas. Hasilnya? Perosotan!
Tinggal asbak doang yang gak bisa diberantakin.
"Bar, asbaknya belom berantakan."
"Ah, gampang."
*ngebalik asbak krn keabisan ide mau ngeberantakin gimana*
Di kamar Akbar gue malah nonton SpongeBob karena mereka nyetel Nickelodeon.
Mr Krabs: "Anyway, Spongebob, what happened to that...uh, pal of yours? [patrick]"
SpongeBob: "Oh, him? I told him to watch TV."
[Di rumah patrick]
Patrick: "[ngakak2]"
[ngeshoot TV]
[TV lagi static-_-]
Jadi, berhubung otak gue korslet krn banyaknya event yg terjadi, gue bakal fast forward ke...waktu kt nyampe sekolah.
Waktu liat jam, gue seneng gimana karena ternyata gak jadi molor. Rencana nyampe sekolah jam 7. Waktu itu 7 kurang 10. Yippi!
Dan mendadak, udah nyampe gerbang PLN, bus gue berhenti...
...sampe selama 10 menit. Tau kenapa?
MOBIL PARKIR SEMBARANGAN.
Akhirnya ujung2nya ngaret juga jadwalnya. Masalahnya kan jadi gak lucu banget kalo begini:
A: "Tadi nyampe sklh ngaret gak wkt jln plg?"
B: "Iya."
A: "Knp?"
B: "Tempat parkir." <- padahal di komplek PLN gak ada tempat parkir kecuali minggir jalan dan jalan itu selalu sepi.
A: "..."
Akhirnya berhubung gue SMS nyokap dan ada late response, gue mesti nunggu satu jam lagi buat dijemput. Mana ujan lagi...
Hehe solid Raforone! Waktu gue dijemput, semua yang nyisa nyalamin gue entah mereka bener kenal gue ato kagak. Hidup Raforone!
Jadi, itulah pengalaman gue bersama angkatan gue yang luarbiasa yang cakep2 ganteng2 cantik2 pinter2 pada jago ngedance (?) RAFORONE #49. Kesimpulan: sekarang udah genap seminggu sejak Fly Up With Raforone, dan gue masih pengen ngenang abis peristiwa seru itu.
Bu As: "RAFORONE...?"
Raforone: "...EKSIS!!"
*ini yelyel yg bikin Bu As*
RAFORONE #49!

Wass. wr. wb.

-Alfi

Monday, May 30, 2011

FLY UP WITH RAFORONE part 2

Assalamualaikum wr. wb.

Kemaren gue sampe mana? Oiya ke hotel. Nah kalo gue bikin bagian hotel sampe pulang ini di satu post, bakal jadi panjang banget kayanya. Tapi gapapa dah, seru ini.
So. Kita nyampe di Hotel Panorama Lembang sekitar jam 2an. Gue ketiduran di jalan dan dibangunin oleh Bonti yang setia di samping gue (Ew!). Jadi gue ambil gitar di bawah kursi (males masukin bagasi), ngestrap tas gue, make sebelah lengan jaket gue (kepanasan di jalan jadi gue lepas, tapi males makenya lagi), dan turun. Udaranya...enak! Adem tapi bukan freezing cool. Enak bener.
Gue kumpul ama yang lain terus menuju ke kamar gue. Gue dapet di komplek belakang, soalnya gue kamar 413 (angka bagus, 4-1=3. Ud gt 4 sm 13 kan angka keramat) bareng sama Inra, Mail, Dwika, Sandi, ama Fahreza. DHUARR begitu kita masuk ini kamar udah jadi Pandemonium Center. Untung gue alim (abaikan ini).
Sooo kita bukan main malesnya mandi. Mana gue gak bawa sendal, jadi karena gue udah lepas sepatu dan males make lagi, gue kemana2 nyeker kaya orang ilang. Nyeker di sini harafiah! Tanya temen2 gue, tiap jalan kemana gue nyeker. Tapi untung ada batu2 gajelas gitu di lantai bawah, jadi bisa refleksi B)
Lanjut. Kita gak beres2, kita gak unpack. Begitu nyampe kamar, yang pertama ngelanda gue itu waswas. Secara, gue miris. Gue bakal nampil nanti, kan ada acara manggung2 gitu nah gue diminta sama Ami (Fahmy) nampil instrumental nggantiin Mawan ama Satayo. Dan begonya, gue setujuin. Untung Fahmy mintanya lagunya Yesterday, jadi gue udah bisa dikit2. Tinggal ngehalusin.
Jadi gue ngabisin sore itu latihan sama Fahmy di kamar dia. Lagi latihan, anak2 yg manggung dipanggil buat briefing. Awalnya gue sama Fahmy males2an, tapi akhirnya ikut (yep, gue masih nyeker dan gue bangga).
Di situ dikasih jadwal, aturan, dan lain-lain yang nanti bakal dilakuin di prom. Guru2nya bilang krn ini acara kita, nanti mereka bakal ilang waktu prom. Good! Gue gak kuat kalo harus ngikutin acara prom khusus RAFORONE dan guru2nya asik ngerecokin kita. Ini kan acara kite, enak aje.
Jadi kita dijelasin acaranya nanti apa aja yang kata manggung itu. Pertama padus Raforone. Ada Laras, Nindy, Leo, Adit, dan banyak lagi gue lupa siapa aja. Terus dilanjutin ama Macarena Dance. Hoho denger namanya gue langsung tau lagu pembawanya. Heeyy macarena. Terus The Parc, band dari kelas 9C. Baru deh gue, Ami, Ical (Faishal yang Djuhaeri, anak letkol), ama Rizqi instrumental. Abis kita ada dance battle Raka vs Phalosa. Raka! OMAIGAT! Abis itu ada Mahdi (weh! Mahdi!) dan seterusnya. Fave gue? Chernobyl mamen! Dari namanya aja gue udah suka dan ternyata bawaannya seru juga. Di Raforone, di tiap kelas ada band masing-masing. Kalo di A namanya SpartA, di kelas gue Side B, di 9C The Parc, dst dst sampe bilingual namanya Chernobyl. Kalo yang gue tau, Chernobyl itu nama tempat reaktor nuklir di Rusia. Ckckck...
Oke. Abis briefing, kita cek sound systemnnya. Karena ntar gue instrumentalnya gitar, jadi gue ke kamar Fahmy dulu ambil gitar terus ke stage lagi (iyaiya, masih nyeker!) buat ngecek kalo suara gitar gue bisa kedengeran di mic.
Jreeeng...
Oke, kedengeran.
Sound system oke. Insya Allah show lancar.
Jadi gue latihan sampe jam setengah lima (kesalahan fatal -- acara mulai jam 5) dan cabut ke kamar buat mandi. Dress code buat prom nanti, menurut undangannya, itu Black, White, Gold, Silver. Boys: BE NEAT. No T-shirts and jeans. Girls: No T-shirts and jeans.
Gue nyampe kamar, ternyata lagi PADA NGANTRE MANDI. Dan karena gue dateng terakhir, gue MANDI TERAKHIR. Tahe! Mana bisa gue ngejar tepat waktu kalo mandi aja kebagian terakhir? Sekedar tau aja, gue kebagian giliran mandi gue pas jam lima. Ketai, mana gue mesti perform kan nanti? Gimana gue bisa ontime?
Soo gue mandi dengan cepat (sabun tinggal gosok ke badan) guyur pake air yang dinginnya gak ketulungan, dan gue pake baju TANPA GOSOK GIGI-___-
Demi waktu...uoouoooo...
Jadi gue pake kaos Garuda (ini kaos lengkap: semua warna dresscode ada semua di sini), terus karena gak boleh pake T-Shirt gue dobelin sama kemeja, sama jeans item yang gak keliatan terlalu jeans. Gue pake sepatu secepat siput dan meluncur kebawah (ati ati kepleset...tangga basah).
JADI sampe bawah gue cengo. Gue kayak orang nyasar. Yang laen pada pake kemeja, rompi, dan jas. Mereka keliatan formal abis. Well, pendeknya, persis orang mau prom. Nah gue? Udah casual banget, tampang kucel, rambut jigrak, kaos Garuda Pancasila...gue kaya Pemuda Pancasila mau ajojing-_-
Di situ, akhirnya karena gue males nyari prommate buat photo session, gue mutusin ntar foto rame2 berempat ama Fahmy, Ihsan, dan Elba. Hmm biar gak kaya maho foto bedua cowo-cowo gitu jadi berempat aja.
Ujung2nya malah kaya SM*SH lo harus tau-_-tapi karena abang2 yang ngefoto gak terima >2 orang seframe jadi akhirnya foto masing2.
Terus? Ya cengo-___-makan malem, terus pembukaan. Penyerahan simbolis murid dari guru ke orangtua murid.
Hmm...kalo di Panorama ini, MCnya nyelekit abis komentarnya! Gue lebih suka yg di SAU.
Dimulai dulu pake video dan kumpulan foto2 selama kita di kelas 9. Dari 9A, 9B (ada guenya loh :D) dan seterusnya...hoho banyak banget yang candid haha...mana lagunya Sahabat Kecil, jadi gue hampir nangis ngeliatnya...
Ku ingin tetap seperti ini...
Hmm soo abis itu perform pertama. Padus Raforone. Mereka maju nyanyi You Raise Me Up sama I Have A Dream...suaranya bagus2 banget! Terus ada yg macarena itu. Cuma yang ini sempet ke delay karena ternyata YANG JOGET BEJIBUN. Nah begitu pada joget, buset lante penuh ama cewe2 joget2 HEEE MACARENA.
Lanjut, gue bulai grogi. Bentar lagi giliran gue. Mana di deket gue ada yang ngerokok lagi, gue jadi susah napas+sesek (teknis, gada bedanya) dan mual. Tapi gue bersiap untuk yang terbaik.
Akhirnya giliran instrumental gue. Brr...gila, gue berasa mau pipis, ngangkat kursi ke panggung kaya anak pamer bakat kuli, terus MCnya masih nyebut Mawan dan Satayo-_-untung Fahmy betulin.
Nah, kan gitar gue sama Ical, karena akustik klasik, dikonek dulu ke ampli sama abang2 teknisi panggung...dan tau apa yang terjadi? GITAR KITA GAK BUNYI. Bagus banget! Sekarang gue ama Ical main gitarnya ngadep Mic dan ternyata itu mic yang kabelnya digantiin ama kabel gitar kite bedua jadi tetep gak ada bunyinya...
Main Yesterday. Alhamdulillah lancar. MCnya nanya lagi, "Masih mau main lagi gak?"
Sebenernya rencananya cuma Yesterday, tapi gue sama Fahmy sepakat main Wedding Bell nya Depapepe. Jujur, belakangan ini kita lagi sering latian lagu itu gatau kenapa. Sebenernya main doang sih, bukan latian. Tapi kita sepakat main.
Karena Ical ama Rizqi gabisa, mereka turun. Jadi stage tinggal punya gue sama Fahmy. Gue pake gitarnya Mahdi karena gitar gue dibisukan oleh microphone cable goblok tadi. Jadi karena gue main iringan, iringannya cempreng abis-_-
Betewe, giliran gue perform itu: lampu aula dimatiin dan lampu sorot ngadep performers (read: gue dkk). Jadi gue gabisa liat penonton...
OKE, mulai Wedding Bell. Gue sama Fahmy setuju main di D (aslinya di E) karena gue gak bawa Capo. Jreng..depannya bener. Ganti...
JDEG ANJIR GUE SALAH PENCET. Intro udah kacau dan otak gue udah amburadul. All's well that ends well, nah kalo mulainya udah ancur gimana mau perform bener?
Alhasil gue cuek dan main terus. HOHO ajaibnya gue berhaisl :) berasa pengen sujud syukur dah...
Lanjut banyaaak banget. Gue bosen dan karena udah jam Isya, gue pilih solat dulu.
Abis itu? Balik ke aula. ANJIR PANAS BANGET. Gue keluar lagi cari minum. Eeeh abis itu ada dugem. Kalo lo ketemu anak Raforone, tanya soal Dugem/Ajojing Panorama Prom. Pasti semua tau deh!
Berhubung gue kurang suka yang begituan, gue cabut. Nonton sulap Rizqi, lontang-lantung, main ayunan, nendangin orang, menguji nasib dengan Bit (ini bikin 2 kamar girang sejak Ari diumumkan telah menjadi maho tulen oleh Bit waktu ditanya Kresno dan menyatakan Dwika punya muka kaya bol anjing. Bol anjing! Kaya bol sendiri kurang jelek aja). Akhirnya main Uno di kamar Toni terus gue balik ke kamar gue, bobo.
To be continued! Sambungannya, sayangnya, mungkin cuma pendek banget...

Wass. wr. wb.

-Alfi

Sunday, May 29, 2011

FLY UP WITH RAFORONE part 1

Assalamualaikum wr. wb.
Gini dlu deh buat prolognya. RAFORONE #49 itu singkatan dari RAgunan FORty ONE angkatan 49...SMP 41 Ragunan itu sekolah gue dan udah disepakati rame2 kalo nama angkatannya Raforone #49.
Nah, tanggal 24-25 Mei kemaren, Raforone ngadain acara prom+perpisahan di Lembang.
Tapi itu cuma acara utamanya. Belom lagi acara sampingannya.
Oke, let's start with our main topic.
Kita mulai dari pagi tanggal 24 Mei 2011, hari Selasa.
Kita gather dulu di 41. Sebenernya harusnya berangkat jam stengah 7, tapi ujung2nya ngaret gara2 ada temen yang telat. Kita berangkat pake 5 bus dan gue, karena nama gue Alfi, kebagian bus 1.
Baru jalan aja kejadian ada. Di sebelah kanan gue duduk si Bonti dan di kiri si Akbar. Liat mereka di sekeliling gue alarm gue udah nyala aja.
EMERGENCY. FIRE! FIRE!
Dimulai dari si Bonti bikin ulah. Dia cerita liat video kira2 sinopsisnya begini:
KALO NONTON JANGAN KETAWA.
Terus ada gambar anak kecil main pistol2an. Mendadak diterkam anjing Golden Retriever dari belakang. Dan itu anak diperkosa anjing bedebah itu. Mana anjingnya Retriever lagi, kan segede apaan tau, dan itu si anak gabisa bangun.
Gue ngakak sakit perut. Terus si Akbar meluncurkan gelombang 2: cerita sesat dari Reja...
Ceritanya si Reja lagi jumatan. Kan Al-Fathihah. Terus kan endingnya tuh,
"..waladh-dhaalliiiin."
Ada anak kecil pala miring teriak, "SEMUA BILANG APAA??!"
Otomatis pada jawab "AAAMIIIN"
Abis itu lima shaf belakang batal semua solatnya.
Oke nyampe sini gue secara harafiah kehabisan napas.
OKE lupakan dulu kegilaan bus gue. Pokoknya tujuan pertamanya itu Saung Angklung Udjo (SAU). Di SAU ini kita bakal disambut ama bau tai kelelawar seekor kalong segede gaban, terus disambut ama mbak2 penunggu Saung (nah loh?) yang ngasih brosur ttg SAU. Abis itu kita ke main theater.
Nah di sini kita nggak sendirian, ada mamah2 dari Jamaah Islamiyah sama orang2 GIS. Tapi ttep aja, namanya Raforone #49, kemana juga pasti bawaannya rame. Let's say, rombongan kita paling banyak.
Acara dibuka sama host2 yang cakep2, Mang Yana ama Teh Dwi. Teh Dwi ini special case: tinggi, cantik, mana kebayanya rada transparan juga, membuat semua cowok seangkatan kesengsem abis. Kalo menurut twitter, smua cowo di angkatan gue ber bacol (bahan cokil) Teh Dwi ini. Ckckck...
Abis itu kita nonton Wayang Golek. Dari joget sampe tawuran, ternyata wayang kita sakti bener. Dalangnya juga hebat, bisa bikin iringan ekstra make kaki. Wuihh...dewa bener! Jadi makin bangga ama Indonesia (Y).
Note: MALAYSIA MAU NIRU? HADAPI MAYAT GUE DULU!
Terus kita dengerin pertunjukan Apa dulu yah? Kalo gak Kuda Lumping ya ARUMBA. Di Kuda Lumping ini, temen gue si Rustam ngegoda satu cewek masih kecil berbaju merah...dan sepanjang sisa hari kita di SAU, itu cewek kaya ngejauh2 gimana dari dia tapi ttep aja senyum2 (Rustam penderita pedofilia). Kalo ARUMBA itu singkatan dari Alunan Rumpun Bambu. DEMI APAPUN ITU KEREN ABIS. Dari lagu pop? Klasik? Tradisional? Bahkan ada lagu Jazznya juga! Seandainya gue bisa upload videonya di sini...itu personil2 ARUMBA dewa2 banget.
Terus ada Tari Topeng dll, sama terus diajak main angklung bareng. Gue kebagian nada E (Mi). Hmm boleh juga, banyak perannya tuh hehe.
Nah baru deh pemain angklung senior. Eh mainnya Terajana, maka sudah jelas Bu Asmiaty tersayang maju kedepan dan joget dengan cueknya. Raforone Fever bangkit! Semua anak cewek2 yang eksis ikutan maju dan joget. Ujung2nya orang2 GIS juga ikutan dan Pak Istadi nyanyi ala karoke...angklugnya malah gak kedengeran HAHA-_-"v.
Abis makan siang dan solat, kita lanjut ke hotel. Hotel kita itu Hotel Panorama Lembang...
OK, karena gue diajak pergi sama ortu gue gue tutup di sini dulu. Nanti bakal gue lanjutin sesempet gue.
HIDUP RAFORONE!!

Wass. wr. wb.

-Alfi

Friday, April 15, 2011

Not Yet Titled

Assalamualaikum wr. wb.

Cerita ini udah punya beberapa kandidat nama.
 Yang pertama kepikir ama gue, tema serialnya Secrets.
 Terus ada usulan Unveiling Shadows.
 Ada lagi Revelation.
 Ada lagi...gue lupa.
 Pastinya, ini ceritanya:

Tentang agensi khusus yang bisa ngirim orang balik ke masa lalu untuk nemu kode-kode sejarah yang tersembunyi.
 Misal:
 Rick dikirim ke Titanic untuk nyari dokumen yang disembunyiin di kapal itu sebelum hilang di laut waktu insiden Iceberg Crash,
 Miley dikirim ke Krakatau taun 1883 untuk nyari bunker rahasia di pulau itu dan nyelametin kode sama dokumen2 yg disembunyiin di situ sejak jaman Portugis,
 Terrence dikirim ke perundingan Diponegoro untuk mastiin dimana VOC nyembunyiin harta jarahan Inggris di Indonesia,
 Dona dikirim ke 9/11 untuk nyari kode rahasia dibalik sabotase pesawat itu,
 Sam dikirim ke penyerangan Bizantium untuk mastiin kode di dinding benteng Bizantium bisa diambil dan direkam sebelum Bizantium ancur,
 Dan masih banyak lagi.
 Tiap misi range waktunya sejam, karena kalo telat si agen bakal ikut jadi korban di Mass Death Incident nya.
 Kalo semua kode digabung, rahasia kejadian2 bersejarah di dunia bisa dibongkar sampe ke akar2nya. Di tangan yg bener, ini bisa nyelametin Bumi.
 Di tangan yg salah, ini bisa berarti kiamat.

Gw pengen ngajak tmn2 gue Moeis, Princess, Salsa, sama Sarah buat ikut nulis bareng. Jadi tiap cerita beda gayanya :)
 WML!
Wass. wr. wb.

- Alfi

Wednesday, April 6, 2011

Sneak Peek: MYTH JUMPERS - X-FILES

Assalamualaikum wr. wb.
Gue lagi nulis Myth Jumpers kan, nah gue udah ada ide bikin lanjutannya. Isinya data2 ama cerita pendek gitulah. Ini slshstu sneak peek nyaa. Dipotong dr slhstu cerpen yg ada, judulnya Holiday's End.
---
I listened more carefully.
 One, two, three. Three knocks. Tony was right.
 "Go," I said. "Go!"
 Fera ran away so quickly I can barely see her. Tony went underground -- Underworld. James ran after Fera. Laura stayed by my side.
 "Why aren't you running?" I asked her. She smiled.
 "I'm always by your side, remember?"
 "I thought it was just a song lyric." But I have to admit, I am sort of pleased having Laura around.
 Laura raised Chrusos. She isn't to defend. She's to fight. I smiled and raised Silverlight.
 "Let's go," I said.
 We ran to the other side of the alley. I accidentally kicked a paper and realized it was the test questions.
 "Check this out," Laura said as she took a sheet while running. "Benjamin Franklin is known for his kite-and-key experiment that he did in the middle of a thunderstorm. In what year does he did this?"
 "I don't think I know when," I said. "But Franklin is a Thor-Blessed. He won't get shocked in that experiment -- which is pretty much fine."
 Laura laughed. "Right, and who's supposed to be a child of Aphrodite?"
 "Don't ask," I said grimly. My last encounter with an Aphrodite offspring didn't go on so well -- I can only cope with Laura and that's the best already. "I just know that Shaka Zulu's Buffalo Horn tactic is apparently given by Athena through the animals around Africa."
 "And you know that from...?"
 "She told me."
 "Oh."
 We finally reached the door. It was dark outside school. No one is around -- everyone's fled when the storm started striking in.
 "Show yourself," I said. Laura prepared her Chrusos to fight.
 A hooded figure appeared. He held a grip in his right hand and a silver knife in the left.
 The grip glowed and started spreading electricity. I felt the power and took Silverlight into action just in time.
 It shot an electricity bolt. Silverlight managed to disperse it into air. Laura shot to that man, but he suddenly disappeared.
 "Who's that?" Laura asked. I shrugged.
 "Probably a Zeus demigod. Or a Thor-Blessed."
 Then a voice rose, "Or neither."
 We looked back. Another lightning bolt struck me, but this time I have no chance to neither defend nor evade the attack. Laura was hit as well. We flew for several feet backwards when the man disappeared again.
 Where could he be? I looked around but he's nowhere in sight. But then that's when a ball of wind emerged from the air and pushed something -- or someone -- away.
 "Will!" I cried. He's the only one able to do this. Will smiled from the distance.
 "I'm not too late, am I?" he asked. Laura stood up and helped me to get on my feet. She hugged Will.
 "It's a long time," she said. "How's your father?"
 "He's good," Will said. "But -- look out!"
 His sudden warning made its way into my mind quickly and I ducked. Will swung his blade Anemos into where I was and a blast of wind appeared there. The hooded man was thrown away.
 "Let's see who this is," Will said as he forced the hood open. But then Laura gasped and I can feel myself paling.
 The man was headless.
---
Well, that's it for now.

Wass. wr. wb.

-Alfi

HungerGamesLite

Assalamualaikum wr. wb.

So, gue ceritanya lagi tergila-gila dengan yang namanya The Hunger Games. Karena, demi apapun, itu keren abis.
Ceritanya dimulai di masa depan, ratusan tahun lagi, abis terjadi perang global dan kiamat. Ada koloni yang selamat di Amerika Utara dan mereka bikin negara namanya Panem. Panem ini punya satu Capitol (ibukota) dan 13 Distrik. Karena pemberontakan di masa lalu (yang ngebikin Distrik 13 ancur) pemerintahnya ngasih perintah tiap Distrik harus ngirim satu cowok dan satu cewek yang umurnya 12-18 secara acak untuk ditandingin sampe mati di acara TV The Hunger Games.
Nah, Katniss Everdeen itu warga Distrik 12 (Distrik termiskin). Ayahnya udah meninggal di ledakan tambang lima tahun lalu (Distrik 12 produksi batubara). Jadi dia tinggal sama nyokap ama adeknya. Nah, waktu Reaping (pemungutan) adeknya kepilih. Katniss ngajuin diri untuk jadi Tribute (peserta) untuk nggantiin adeknya. Bareng sama Peeta Mellark, Tribute cowok dari Distrik 12, mereka ke Capitol untuk bertarung sampe mati lawan 22 Tribute lain dari Distrik-Distrik lainnya sampe tinggal 1 pemenang -- 1 yang bertahan hidup di pertumpahan darah anak-lawan-anak.
Kalo udah baca, nggak mungkin deh mau naro dulu untuk ngapain. Dijamin gatel baca terus. My fave author, Rick Riordan, said that this novel has come clearly close to what is called a perfect action novel. And I agree with him!
Nah, saking senengnya, gue bikin game hape Hunger Games. Namanya HungerGamesLite. Di game ini, kita jadi Tribute yang mesti berusaha bertahan hidup lawan Tribtue lain -- berburu, bikin jebakan, rebutan senjata, bikin aliansi sementara -- yang pastinya bakal ada pembunuhan. Tenang, gak ada image yang gory gitu kok :)
Gue juga udah bikin dan bakal gue rilis sekuelnya, namanya QuarterQuellLite. Quarter Quell itu Hunger Games khusus yang diadain tiap 25 tahun sekali. Aturannya beda, dan Arenanya juga. Jadi lebih nantang. Mentornya Katniss sama Peeta, Haymitch, menang di QQ kedua -- Hunger Games kelimapuluh. Di situ, aturannya adalah jumlah Tribute jadi dua kali lipat -- jadi dari 24 naik jadi 48. Dan Arenanya? Tiap aspek di Arena beracun: buahnya, buruannya. Yang bisa dimakan cuma makanan di Cornucopia -- bangunan gede bentuknya kaya Keong Mas di TMII, kaya terompet emas gitu deh. Di sini biasanya bloodbath pertama terjadi.
QuarterQuellLite itu ya kayak Quarter Quell tadi -- aturan acak, Arena beda dari Arena biasanya. Gue nyediain tiga aturan dan tiga Arena. Aturan-aturannya ada Elected Tributes, Twice Usual, sama All Star. Tiap aturan punya efek tersendiri di game. Kalo Arenanya, ada Beautifully Deadly, A Matter of Time, sama Drowned Deep. Mereka juga punya efek sendiri di game. So, dengan kombinasi acak, makin susah kalo main QQLite dibanding HGLite. Udah terbukti di gue -- gue keseringan main QQLite dan pas main HGLite ternyata rasanya gampang banget!
So, that's all for now. Review game sama walkthrough nya kapan-kapan yaaa.

Wass. wr. wb.

-Alfi

Saturday, March 12, 2011

The Hunger Games

Assalamualaikum wr. wb.

Gue udah janji mau ngasi review kan? Nah ada salahsatu fan The Hunger Games yang bikin trailer ini. Dan gue suka banget!
Watch this:


Filmnya direncanain keluar tanggal 23 Maret 2012. So? Penasaran?

-Alfi
Wass. wr. wb.

Sunday, February 27, 2011

FRICTION Installment

I had the idea for these since practically several months before the 2011 New Year Celebration.
Okay, so I have this idea of FRICTION Installment, consisting the DOWN Tetralogy, FORWARD Trilogy, and LEAP Sequence. In total, there are 12 books.
here are the back cover texts. They also pretty much covered the synopsis. Enjoy! :)


=DOWN=
1) Unconscious
THOMAS Craig was having weird dreams.
 Although normally dreams are weird, but he had always noticed something else.
 Everytime he woke up, his life would return him the tickling sensation of deja vu: he's seen the exact events in his dreams.
 At first, it suits him just fine. But lately, his dreams involved disasters. And they all came true.
 Tom soon realized the fact, and he knew he had to master his dreams before he caused even mroe disasters...
 And ended up losing his loved ones.


2) Deep Thoughts
GABRIELLA Watson is known as the smartest girl and the best puzzle solver at her school.
 Any puzzle, riddle, maze, give it to her: she'll always find a solution. Or put her in a labyrinth without a map. She could always get out.
 But her school itself just became a maze when it fell into the custody of a criminal mastermind and his gang of terrorists.
 The building is soon isolated. No one could get out to find help.
 No one, maybe, except Gabriella -- but only if she can finally find a solution for an impossible maze...


3) One False Impulse
THE Andersons had been unique.
 Margaret, the older sister, could see everything around her that the others can't. While Steven, her little brother, can see past events in the place he's in.
 Lately, Maggie feels like being tailed by someone. Not long after she started feeling so, her parents were murdered.
 Steven checked the murder and stated that the killer wore black cloak and is armed with a golden dagger that's red by blood. With a chill down the back, Maggie said that the mystery man that followed her had the same features.
 Maggie and Steven must uncloak the murderer hiding in their Manor before they fell next victim. Or else...


4) The Thinker's Final Mistake
THOMAS Craig, Gabriella Watson, Margaret Anderson, Steven Anderson. Four different people. Four different gifts. But they had two things in common: one, they've all cheated death swiftly. And two, they've all met Peterson Cahill.
 As a genius who lived for centuries -- thanks to his friend Nicolas Flamel's Elixir of Life -- he created an experiment to enhance human's brain and senses. He tested it on four random samples -- the gifted four -- and the results are astounding.
 Due to his success, Pete tried the experiment on himself. But it grew off control and Pete's no longer himself.
 Knowing the truth, Tom, Gabriella, Maggie, and Steven joined forces to return Pete and keep his inventions off the wrong hands. Before things get worse...
 And, as always, they do.



=FORWARD=
1) Eyes
AMBER Ruth might be blind, but that doesn't stop her from always trying to get her eyes fixed.
 In the meantime, she used her other senses to survive. But she had no idea she was brought into an illegal military program.
 Sightless, consumed in fear, and chased by the program executors, Amber tried to get out and tell the government what really happened. But she is overwhelmed in every corner she turned into.
 Forced to leave the base uncaught and blindfolded, Amber suddenly realized what she's actually capable of.
 But this program ended up giving her normal eyes.
 However, she started doubting if she still want another set of eyes...because the ones she had already witnessed enough without having to literally see.


2)Mirrors
JASON Case suddenly appeared at Anne's party.
 No vehicle. No transportation. Just...appear.
 Anne saw him entering through mirrors and thus knew his secret. She kept things fine. But then Jason accidentally witnessed a murder.
 The murderer noticed him and vowed to chase him to death.
 Jason is an expert in escaping things. But the killer kept his vow, and anywhere Jason goes that will be where the killer is.
 However, Jason had one weak point even he doesn't know: Anne. And, sooner or later, the murderer would know this...and exploit Anne for himself.


3)Lenses
DOM Wilson never had any idea how vital his bloodline is to the world.
 His great grandfather's great great grandfather's father is a legacy of knowledge. He formed the backbone of the modern day science. He brought breakthroughs to the world of mankind.
 But his legacy were all destroyed when one of his inventions fell into the hands of Peterson Cahill.
 Dom explored the world on the purpose to return his ancestor's invention and proved to the world that it's not Cahill that created it.
 But as he journey deeper, the truth started unveiling itself...and, by every piece of puzzle he found, Dom would see that things aren't what they seem.



=LEAP=
1) Rendezvous
THOMAS Craig faced another bitter truth.
 He's mastered his subconsciousness alright, but his girlfriend Catherine Owen left him for "Reasons you won't understand just yet."
 Tom got over her by setting himself to dream of her every night. But somehow those dreams won't come true.
 Apparently Kate had a secret Tom have never known: she is also a test subject, and she escaped from the scientists that tested her. She's a fugitive, and she knew Tom won't be safe anywhere near her. And, with the test ran on Kate, Tom isn't the only one around with gifts.
 She determined to find Tom and explain everything. But her captors are closing in and she had less than a slim chance to ever meet her loved one again.
 Except she managed to master her gifts...which is rather impossible concerning the time she had.


2) Cornered
DOM Wilson finally understood the truth about his ancestor George Wilson. He also understood his life-death rivalry with Peterson Cahill. But he knew he can still clean George Wilson's name.
 He's heard rumors about Cahill testing his latest inventions on random samples. He intended to find them, but he got more than he bargained for: the samples and  Peterson Cahill himself.
 As secrets started leaking, Dom was forced to take a drastic measure: to use the last legacy George Wilson left for his descendants, an invention so powerful that even an insane would have second thoughts to use it...


3) Divided
THE Andersons, Maggie and Steven, found a boy that claimed to be Jason Case stealing their food. He apologized and said he needed food to help cure his sick girlfriend Anne.
 The Andersons softened and frequently letting him in to get him some food.
 But along the time,they started suspecting each other. They've both escaped a brutal killer. They've both had a loved one used by that killer. And an even stranger fact is in: Steven rechecked his parents' murder, and suddenly noticed that there's a witness in the room corner. And it was Jason.
 Apparently the Andersons and Jason had been pursued by a same person. But who is he? How can he be at places at a time?
 But as the question awaited an answer, the suspicion between grew stronger and it's either the Andersons or Jason that'll backstab one another first...


4) Gather
WITH Dom Wilson not being himself, Gabriella Watson suspected something. Her (once blind) good friend, Amber Ruth, thought the same thing.
 Gabriella soon figured out it had something to do with Peterson Cahill. Pete's face only darkened when he heard this news. He simply said, "Then now it's used."
 Gabriella decided to call the other Cahill test subjects, and got more than she bargained for.
 Tom brought his girlfriend Kate who was apparently able to temporarily block or rewrite brain functions, and the Andersons brought along Jason who can teleport through a mirror to another.
 However, nothing is considered safe even with new forces in their party: the Man in Black was back, Dom Wilson is a step closer to his ultimate power...
 And he knew the secret to the newcomers' powers.


5) Destination
PETERSON Cahill knew he was about to lose the war.
 It's a personal rivalry with neverending loath, but since both sides are nature-born geniuses, he figured out that the struggle will eventually spread to the whole world.
 Dom Wilson, the last descendant of George Wilson -- Cahill's Rival -- took the last weapon George left him. A weapon that had totally changed him.
 Dom started over-enjoying his new powers, and Pete and his team knew they had to stop him. A new curtain of tyranny is opening wide, and it's only Pete's team that stood between Dom and the control over the world...

Thursday, January 27, 2011

The 39 Clues Book Three FAVORITE SCENE

Assalamualaikum wr. wb.
Ini bagian fave gue di The 39 Clues Book Three: The Sword Thief.

---


GGRRROOCCCCK...
 Ian's knees buckled. The rock outcropping shook the ground, sending spew of grayish dust that quickly billowed around them.
 Shielding his eyes, he spotted Amy standing by the figurine, which was now moving toward her. She was in shock, her backpack on the ground by her feet.
 "Get back!" he shouted.
 Ian pulled Amy away and threw her to the ground, landing on top of her. Gravel showered over his back, embedding into his hair and landing on the ground like a burst of applause.
 His second thought was that the shirt would be ruined. And this was the shock of it -- that his first thought had not been about the shirt. Or the coin. Or himself.
 It had been about her.
 But that was not part of the plan. She existed for a purpose. She was a tactic, a stepping stone. She was...
 "Lovely," he said.
 Amy was staring up at him, petrified, her eyelashes flecked with dust. Ian took her hand, which was knotted into a fist. "Y-y-you don't have to do that," she whispered.
 "Do what?" Ian asked.
 "Be sarcastic. Saying things like 'lovely'. You saved my life. Th-thank you."
 "My duty," he replied. He lowered his head and allowed his lips to brush hers. Just a bit.

---

Nah, yang di highlight merah itulah bagian favorit gue di seluruh buku. Yang gue baca di Wikipedia mrk cuma pegangan tangan dan Ian manggil Amy "cantik" ("lovely"). Tapi gue gak tau ternyata mereka ciuman juga!

-Alfi

Wass. wr. wb.